Feature

Santri PPI AMF Kembangkan Teh Herbal dari Daun Putri Malu, Ini Khasiatnya

54
×

Santri PPI AMF Kembangkan Teh Herbal dari Daun Putri Malu, Ini Khasiatnya

Sebarkan artikel ini
Sejumlah santri kelas 7 SMP Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Kabupaten Malang sedang praktikum IPA menciptakan teh herbal dari tanaman putri malu (Tagar.co/Istimewa)

Santri SMP PPI AMF menciptakan teh herbal dari daun putri malu (Mimosa pudica) untuk membantu tidur lebih nyenyak, hasil praktikum IPA yang dipandu guru.

Tagar.co – Sejumlah santri kelas 7 SMP Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Kabupaten Malang menciptakan teh herbal berbahan dasar daun putri malu yang diklaim membantu mencegah insomnia alias sulit tidur. Inovasi ini lahir dari praktikum mata pelajaran IPA yang mendorong siswa menghasilkan produk kreatif.

Aqeela Ahmad Darun, salah satu santri pencetus ide, menjelaskan, “Guru IPA kami mendorong kami untuk menghasilkan produk kreatif, sehingga lahirlah teh herbal berbahan putri malu ini. Efeknya sangat terasa, kualitas tidur kami lebih baik. Kami bangun tetap segar dan tidak mengantuk di kelas.”

Baca juga: Santriwati PPI AMF Ciptakan Bloomy Ice Cream dari Daun Kelor untuk Cegah Stunting

Tanaman putri malu (Mimosa pudica) dikenal karena daunnya yang menutup saat disentuh. Selain sifatnya yang unik, tanaman ini mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin yang dipercaya menenangkan, sehingga sering digunakan dalam ramuan herbal untuk membantu mengatasi gangguan tidur. Pemilihan tanaman ini juga praktis karena mudah ditemukan dan sering diabaikan.

Tanaman putri malu (Mimosa pudica) (Foto

Para santri mengombinasikan daun putri malu dengan madu, jahe, kayu manis, dan air, kemudian merebusnya dua hingga tiga jam agar sari teh maksimal. Dari sisi tampilan, teh ini serupa dengan teh pada umumnya, berwarna cokelat, dengan rasa cukup manis sehingga mudah diterima anak-anak dan remaja.

Uji coba oleh teman-teman sekelas Ahmad menunjukkan respons positif. “Ada satu teman yang sering mengantuk di kelas. Setelah minum teh ini, dia jadi lebih segar,” imbuh Ahmad, dikutip dari siaran pers, Selasa (9/12/25).

Proses pembuatan teh herbal ini dibimbing langsung oleh Zumrotin Firdaus, guru IPA sekaligus Wakil Kepala SMP–SMA AMF Bidang Kurikulum.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” ujarnya. Ia mendampingi para santri mulai dari pencarian tanaman, pemilihan daun, pencucian, hingga pembuatan ekstrak herbal sesuai prosedur praktikum.

Ke depan, Firdaus dan para santri berencana memproduksi teh herbal ini secara massal dengan kemasan menarik, sebagai alternatif bagi masyarakat yang mengalami insomnia agar memperoleh tidur lebih berkualitas. (#)