
Penutupan Agustusan 2025 di PEM Gondanglegi berlangsung semarak. Dari panggung seni hingga pesta kembang api, seluruh santri merayakan kemerdekaan dengan penuh kreativitas, sportivitas, dan rasa syukur.
Tagar.co – Suasana penuh semangat menyelimuti Madina Building pada Selasa malam (19/8/2025), ketika santri bersama para ustaz dan ustazah berkumpul merayakan penutupan Agustusan 2025 di Pesantren Enterpreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Malam itu menjadi puncak rangkaian peringatan HUT Ke-80 RI yang sejak 17–18 Agustus telah diwarnai 14 cabang lomba penuh antusias. Nuansa kebersamaan terasa kian kuat saat Madina Building menjelma menjadi panggung semarak.
Baca juga: Tumpah Ruah di Madina Building PEM Gondanglegi: Bukti Pesantren Masih di Hati Umat
Setiap angkatan santri, dari kelas 7 hingga 12, menampilkan kreativitas mereka melalui lagu, drama, hingga tarian tradisional yang mengalir bergantian.
Ratusan santri duduk berbaris rapi di bawah hiasan balon merah putih dan ornamen kemerdekaan. Suasana khidmat berpadu dengan keceriaan, setiap penampilan disambut tepuk tangan gemuruh yang menggetarkan ruangan.

Aneka Perlombaan
Sejak awal, kemeriahan Agustusan telah diwarnai beragam perlombaan, baik fisik maupun kreativitas, yang diikuti antusias oleh santri putra dan putri. Cabang-cabang yang dipertandingkan pun beragam, mulai dari basket dan futsal yang membangkitkan adrenalin, hingga lomba estafet tepung dan corong air yang mengundang gelak tawa.
Sorak-sorai penonton menambah semarak jalannya perlombaan. Setiap gol, setiap operan, bahkan setiap plastik air yang tumpah disambut teriakan heboh teman-teman seangkatan. Di balik keriuhan itu, santri belajar arti kerja sama, disiplin, dan saling mendukung.
Meski suasana kompetitif begitu terasa, sportivitas tetap terjaga. Tidak ada lawan yang benar-benar menjadi musuh, sebab semua berlomba dengan hati gembira. Setiap cabang lomba pun bukan sekadar hiburan, melainkan ajang pembelajaran yang mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di antara santri.

Apresiasi untuk Kelas 12
Tahun ini, santri kelas 12 putra dan putri menjadi penggerak utama acara. Dipimpin oleh Riki Syawal, santri asal Malaysia, mereka mengambil peran besar dalam merancang dan mengoordinasi seluruh kegiatan.
“Alhamdulillah, penutupan Agustusan berjalan lancar dan sangat meriah. Semua santri bersemangat, dan kami kelas 12 senang bisa memimpin sekaligus mengabdi untuk pesantren tercinta ini,” ungkap Riki dengan penuh syukur.
Manager Kesiswaan PEM Gondanglegi, Ustaz Sugiono, S.Sy., turut memberi apresiasi khusus kepada Ustaz Dimas Robi dan Ustazah Fika Febrianti, wali kamar kelas 12, yang dinilai berperan besar mendampingi para santri. “Dukungan mereka menjadikan seluruh rangkaian acara berjalan sukses,” tegasnya.
Momen Kebersamaan dan Pesta Kembang Api
Rangkaian acara semakin hangat ketika para ustaz dan ustazah ikut naik ke panggung, menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba. Keterlibatan para pembimbing menghadirkan nuansa kebersamaan yang kental, seolah meneguhkan bahwa keberhasilan santri adalah kebanggaan bersama.
Sebagai penutup, pesta kembang api mewarnai langit Gondanglegi. Dari lapangan depan Madina Building, letupan cahaya berwarna keemasan menjuntai seperti bintang jatuh yang pecah berhamburan, berpadu dengan kilatan hijau dan merah yang memecah gelap malam.
Puluhan santri putra tampak berjejer di balkon lantai dua, sebagian berdiri, sebagian duduk di pinggiran tembok. Dengan pandangan menengadah ke langit malam, mereka tampak antusias menyaksikan pesta kembang api yang berkilauan. Wajah-wajah ceria, sorak kagum, dan tawa riang menambah kesan meriah malam itu.

Latar belakang panggung dihiasi spanduk besar bertuliskan “Penutupan Lomba Agustusan”, sementara di bagian depan terbentang spanduk hitam bertuliskan “FORCEASTA POUR LA LIBERTE” yang menjadi identitas kebanggaan santri.
Perpaduan keduanya menciptakan atmosfer penutupan yang penuh semangat, mempertegas bahwa momen Agustusan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud kekompakan dan kebersamaan keluarga besar PEM Gondanglegi.
Penutupan Agustusan 2025 di PEM Gondanglegi bukan hanya perayaan HUT Ke-80 RI, melainkan juga momentum penting untuk memperkuat sportivitas, menanamkan kecintaan pada tanah air, dan merawat persaudaraan.
Semangat itu diharapkan terus hidup dalam diri para santri, menjadikan mereka pribadi yang tangguh, berkarakter, dan penuh cinta kepada bangsa serta pesantren tercinta. (#)
Jurnalis Shabrinuha Bilmas Muhammad Penyunting Mohammad Nurfatoni













