Feature

Belajar dari Banjir Cirebon: MDMC dan UMC Gelar Diseminasi Praktik Baik Respon Kejadian

30
×

Belajar dari Banjir Cirebon: MDMC dan UMC Gelar Diseminasi Praktik Baik Respon Kejadian

Sebarkan artikel ini
Suasana pelatihan (Tagar.co/Istimewa)

Dari evakuasi hingga refleksi, MDMC-UMC gelar learning event pascabanjir Cirebon. Kolaborasi pentahelix wujudkan penanganan bencana optimal.

Tagar.co – Banjir yang melanda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 17 Januari 2025 lalu, berdampak signifikan bagi ribuan warga di enam kecamatan. Merespons kejadian tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Cirebon, didukung penuh oleh Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), menggelar learning event bertajuk “Diseminasi Praktik Baik Respon Kejadian Banjir Kabupaten Cirebon”.

Acara yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran. Mereka yang hadir adalah Kepala BPBD Kabupaten Cirebon Dr. Deni Nurcahya, ST. M.Si., Rektor UMC Arifin Nurudin, MT, Wakil Ketua PDM Kabupaten Cirebon Firdaus Alahudin, dabn Ketua MDMC Kabupaten Cirebon Syaifudin Januar (Bayu).

Datang juga Ketua Lazismu Kabupaten Cirebon Ranudin, Ketua Kwarda HW PDM Kabupaten Cirebon Sutrio, serta relawan Muhammadiyah dari unsur Sigab UMC, Mapala MUCI, FKIP UMC, Aisyiyah, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci.

Belajar dari Banjir Cirebon: Peserta pelatihan (Tagar.co/Istimewa)

Respon Cepat dan Terpadu

Ketua MDMC Kabupaten Cirebon, Bayu, mengungkapkan bahwa banjir tersebut berdampak langsung pada 3.609 kepala keluarga (KK) atau 11.773 jiwa. Menanggapi situasi darurat ini, MDMC Kabupaten Cirebon, didukung oleh Tim SIGAB UMC dan Lazismu, bergerak cepat.

Baca Juga:  MDMC Lumajang Gelar Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan

Mereka melakukan serangkaian aksi, mulai dari asesmen lapangan, bantuan pertolongan dan penyelamatan warga terdampak, penggalangan dana dan bantuan kemanusiaan, hingga penyelenggaraan pos koordinasi (poskor) penanganan banjir. Aditiya Ahmad Fadila, Koordinator Bidang MDMC Kabupaten Cirebon sekaligus pembimbing Tim Sigab UMC, ditunjuk sebagai ketua poskor.

Baca juga: Hari Relawan Internasional dan Kepeloporan Muhammadiyah

“Dengan learning event ini, kami berharap dapat melihat sejauh mana kebermanfaatan respon bencana yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, sekaligus menjadi ajang refleksi untuk peningkatan respon di masa mendatang,” ujar Bayu, dikutip dari siaran pers MDMC yang diterima Tagar.co, Kamis (23/1/25) pagi.

Selama empat hari, dari tanggal 17 hingga 20 Januari 2025, Poskor Muhammadiyah Kabupaten Cirebon aktif melakukan berbagai kegiatan, antara lain evakuasi warga terdampak, pembersihan lingkungan di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, penyaluran bantuan logistik berupa pakaian, makanan, minuman, dan alat kebersihan, serta bantuan lainnya.

Poskor yang berlokasi di salah satu gedung UMC ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghimpun bantuan dari masyarakat untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga:  Praktik Liputan Jurnalistik MDMC, Peserta Blusukan ke Kebun Teh

Tercatat, Poskor Muhammadiyah Kabupaten Cirebon telah melayani 286 KK atau 1.428 jiwa, yang terdiri dari 85 balita, 83 anak-anak, 844 dewasa, dan 16 lansia. Sebagai bentuk evaluasi, Poskor juga melakukan survei kepuasan layanan respon bencana. Hasilnya menunjukkan 65 persen masyarakat terdampak menyatakan sangat puas, 15 persen puas, 15 persen cukup, dan 5 persen merasa kurang.

Belajar dari Banjir Cirebon: Relawan MDMC Kabupaten Cirebon dan Tim SIgab UMC membantu pembersihan jalan dari lumpur sisa banjir (Tagar.co/Istimewa)

Apresiasi dan Harapan

Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran MDMC Kabupaten Cirebon dan Tim Sigab UMC yang telah dengan cepat merespons banjir. Menurutnya, MDMC dan Tim Sigab UMC tidak hanya menunjukkan peran kemanusiaan yang baik, tetapi juga membuktikan bahwa peran pentahelix di Kabupaten Cirebon telah berjalan dengan efektif.

“Melalui learning event ini, saya berharap dapat dihasilkan rekomendasi penanganan bencana yang lebih baik lagi di masa mendatang, dan peran MDMC serta UMC Cirebon dapat menjadi contoh dan model bagi lembaga lain dalam membantu penanganan bencana,” ungkap Deni.

Rektor UMC, Arif Nurudin, MT, juga menyampaikan kebanggaannya terhadap MDMC dan Tim Sigab UMC yang telah sigap membantu sejak awal kejadian banjir. Secara khusus, Arif Nurudin mengapresiasi Tim Sigab UMC yang baru dibentuk kurang dari satu bulan namun telah menunjukkan semangat dan komitmen yang tinggi dalam aksi kemanusiaan.

Baca Juga:  Kuliah Subuh di Atas Bukit

“Saya berharap Tim Sigab UMC akan terus menjadi bagian dari organik relawan Muhammadiyah yang mampu berperan di pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana,” tutur Arif Nurudin. Ia juga menegaskan bahwa UMC siap mendukung upaya peningkatan kapasitas manajemen penanggulangan bencana di Kabupaten Cirebon, baik yang dilakukan oleh MDMC Kabupaten Cirebon maupun melalui kemitraan dengan BPBD.

Dengan digelarnya learning event ini, diharapkan sinergi antar pihak dalam penanganan bencana di Kabupaten Cirebon semakin solid dan efektif, sehingga dampak bencana di masa mendatang dapat diminimalisasi. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni