Feature

Kuliah Subuh di Atas Bukit

64
×

Kuliah Subuh di Atas Bukit

Sebarkan artikel ini
Kuliah Subuh bergema di vila kebun teh kawasan perbukitan Desa Wonokerto, Kec. Gucialit, Lumajang, Ahad (1/2/2026).
Ustaz Samsul Ma’arif ceramah kuliah Subuh kepada jemaah pelatihan jurnalistik MDMC Lumajang. (Tagar.co/Rizal Mazaki)

Tagar.co – Kuliah Subuh bergema di vila kebun teh kawasan perbukitan Desa Wonokerto, Kec. Gucialit, Lumajang, Ahad (1/2/2026).

Kuliah Subuh disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muhajirin (Damhar) Wonokerto, Ustaz Samsul Ma’arif, kepada jemaah Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan MDMC Lumajang.

Ustaz Samsul Ma’arif menyampaikan, aktivitas kerelawanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) merupakan wujud nyata perintah agama untuk berlomba dalam kebaikan dan ketakwaan.

Ustadz Samsul menegaskan, kerja kemanusiaan relawan MDMC merupakan tugas mulia yang tidak semua orang mampu melaksanakannya.

”Peran relawan lahir bukan semata karena kemampuan teknis, tetapi karena keterpanggilan hati yang dilandasi keikhlasan untuk membantu sesama,” katanya.

Dia menjelaskan, korban bencana adalah orang-orang yang sedang diuji Allah dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta, bahkan nyawa.

Seperti yang disebutkan dalam surah Al-Baqarah: 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Dalam kondisi tersebut, menurutnya, Allah menghadirkan relawan sebagai bentuk pertolonganNya kepada hamba-hamba yang sedang tertimpa musibah. ”Maka beri kabar gembira bagi orang-orang yang sabar,” tandasnya.

Baca Juga:  Sekolah di Atas Kebun Teh

Ia menuturkan bahwa kehadiran relawan di lokasi bencana tidak terjadi secara kebetulan.

Allah, kata dia, menggerakkan hati manusia untuk saling menolong, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw tentang jaminan pertolongan Allah bagi mereka yang menolong orang lain.

“Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong sesamanya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, membantu korban bencana tidak selalu diukur dari besarnya materi yang diberikan.

”Nikmat kesehatan, ketenangan hati, dan kesempatan untuk hadir membantu merupakan karunia besar yang sering kali luput disadari,” tuturnya.

Menurut Ustaz Samsul, memudahkan kesulitan orang lain yang tertimpa musibah akan berbalik menjadi kemudahan bagi diri sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.

Ia mengingatkan, kehidupan dunia bersifat sementara, sementara kehidupan akhirat bersifat kekal dan pasti akan dihadapi setiap manusia.

Pelatihan jurnalistik kebencanaan merupakan rangkaian acara Tim Media Kebencanaan Relawan Muhammadiyah yang diselenggarakan MDMC Kabupaten Lumajang selama tiga hari, Jumat–Ahad (30/1/2026–1/2/2026).

Kegiatan diikuti 30 peserta dari berbagai Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah.

Baca Juga:  Saat Simulasi Mitigasi Bencana di Wonorejo Mendadak Diuji Angin Kencang

Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Teguh Hidayat Indaryanto. (#)

Jurnalis Rizal Mazaki  Penyunting Sugeng Purwanto