
Hari Relawan Internasional diperingati setiap tanggal 5 Desember. Muhammadiyah punya peran penting dalam kerelawanan.
Opini oleh Nurkhan, pengamat sosial
Tagar.co – Hari ini tanggal 5 Desember 2024 merupakan peringatan sebagai Hari Relawan Internasional atau International Volunteer Day (IVD).
IVD merupakan hari yang sudah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1985 untuk menghormati kontribusi para relawan di seluruh dunia yang berperan penting dalam membantu masyarakat dan mendukung berbagai program kemanusiaan.
Hari Relawan Internasional menjadi momen penting untuk mengapresiasi dedikasi para relawan dalam membantu sesama, sekaligus merenungkan kembali esensi kerja sosial dan kemanusiaan.
Kepeloporan Muhammadiyah
Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan ini sangat selaras dengan semangat gerakan sosial Muhammadiyah, yang telah menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan berkemajuan.
Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki sejarah panjang dalam melahirkan gerakan sosial yang melibatkan peran aktif para relawan. Sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912, Muhammadiyah telah memadukan nilai keislaman dengan prinsip kemanusiaan universal.
Filosofi amar makruf nahi mungkar, diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui pengelolaan ribuan sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, atau status sosial.
Muhammadiyah sejatinya tidak dapat terpisah dari peran relawan. Para relawan Muhammadiyah, baik dari kader muda hingga simpatisan, telah berkontribusi dalam berbagai aspek.
Ada banyak kegiatan dan program-program persyarikatan sebagai gerakan sosial yang sudah dirasakan oleh masyarakat luas, baik dalam negeri atau di luar negeri.
Pertama adalah tanggap darurat bencana. Melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Muhammadiyah menunjukkan komitmennya dalam membantu korban bencana di dalam dan luar negeri. Relawan Muhammadiyah hadir di garis terdepan, membawa bantuan logistik, pelayanan kesehatan, hingga program rehabilitasi pascabencana.
Kedua, Muhammadiyah mengedepankan pendidikan untuk semua. Relawan Muhammadiyah sering terlibat dalam program pendidikan bagi masyarakat terpencil. Mereka mengajarkan keaksaraan, memberikan pelatihan, dan menciptakan akses pendidikan berkualitas bagi mereka yang termarjinalkan.
Ketiga, kesehatan untuk rakyat. Melalui klinik dan rumah sakit Muhammadiyah, para relawan turut membantu pelayanan kesehatan masyarakat miskin, mencerminkan nilai empati dan keberpihakan kepada yang lemah.
Hari Relawan Internasional dapat menjadi momentum refleksi bagi para kader dan simpatisan Muhammadiyah untuk semakin menguatkan peran relawan dalam gerakan sosial.
Dengan tema global Hari Relawan Internasional yang sering kali mengusung kolaborasi dan aksi nyata, Muhammadiyah dapat memperluas sinerginya dengan berbagai pihak, termasuk organisasi internasional, untuk memperkuat dampak gerakannya.
Tanwir dan Milad Ke-112 Muhammadiyah dengan tema Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua, selain mendapatkan keputusan strategis terkait arah kebijakan organisasi, mencakup evaluasi program kerja, perencanaan untuk masa depan, panduan pengembangan dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan kontribusi Muhammadiyah terhadap bangsa.
Mudah-mudahan bisa meneguhkan kembali dan mengedepankan rasa sosial dalam setiap sanubari pimpinan, kader, dan warga persyarikatan yang telah ditanamkan oleh K.H.Ahmad Dahlan 112 tahun yang silam.
Nilai berbuat tanpa pamrih yang melekat pada filosofi relawan sejalan dengan spirit Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.
Hari Relawan Internasional tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada relawan, tetapi juga mendorong penguatan gerakan sosial berbasis nilai kemanusiaan.
Dalam konteks Muhammadiyah, hari ini dapat dijadikan pengingat bahwa amal usaha dan perjuangan sosial yang selama ini dijalankan adalah bentuk pengabdian tiada henti untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, berkeadaban, dan maju.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Muhammadiyah dan para relawannya terus berperan sebagai teladan dalam mewujudkan harmoni sosial di tengah dunia yang penuh tantangan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












