Feature

SD Muhammadiyah 16 Surabaya Geber Peningkatan Mutu SDM lewat Rapat Kerja

34
×

SD Muhammadiyah 16 Surabaya Geber Peningkatan Mutu SDM lewat Rapat Kerja

Sebarkan artikel ini
Peserta Raker Kerja Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

SD yang dikenal dengan Sekolah Kreatif Baratajaya ini menggelar rapat kerja bertajuk “Meningkatkan Mutu SDM untuk Memajukan Sekolah Muhammadiyah”.

Tagar.co – Alih-alih bersantai menyambut liburan semester, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya justru tancap gas meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

Selama dua hari, Senin-Selasa (23-24/12/2024), SD yang dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya ini menggelar rapat kerja (raker) bertajuk “Meningkatkan Mutu SDM untuk Memajukan Sekolah Muhammadiyah”.

Bertempat di hall lantai 3, raker ini ibarat oase di tengah persiapan liburan. Sebanyak 136 guru dan karyawan, termasuk 58 guru shadow, tampak antusias mengikuti rangkaian acara.

Semangat mereka akan terpompa dengan kehadiran dua pembicara kaliber nasional: Dr. Hidayatulloh, M.Si, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), dan Rita Fatmawati, S.Kom, Ketua Lighthouse SD Kreativa Bogor.

Senin (23/12/24) tepat pukul 07:30 WIB, Agus Mulyadi, M.Pd., Humas Sekolah yang bertindak sebagai MC, membuka acara dengan penuh semangat.

Suasana khidmat langsung terasa saat Ustaz Abdul Mujib, S.Ag, guru Ismuba, memimpin lantunan ayat suci Al-Qur’an, Surat Al-Mulk. Setelahnya, semangat kebangsaan dan kemuhammadiyahan berkobar melalui lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya.

Namun, suasana mendadak riuh dan energik ketika Jingle Kreatif dinyanyikan. Bukan sekadar nyanyian, para peserta kompak melakukan gerakan layaknya olahraga, mencerminkan keceriaan dan semangat yang menjadi identitas sekolah ini.

Baca Juga:  Pasar Raya Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Diserbu Warga, Dagangan Ludes dalam Dua Jam

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Suyono, S.Si, membuka sesi pembukaan dengan mengapresiasi kedisiplinan para peserta.

“Disiplin memang tidak enak di awal, tapi ini bagian dari upaya kita untuk selalu berusaha lebih baik,” ujarnya, menggemakan slogan sekolah yang terpampang jelas di berbagai sudut. Dia juga menekankan pentingnya menggali dan mengembangkan potensi diri. “Kenali potensi diri, asah, dan kembangkan. Itulah ciri khas kita,” tegasnya.

Enam Indikator Sekolah Unggul

Giliran Ustaz Sugeng Purwanto, Anggota  Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, memberikan suntikan motivasi.

Dia membeberkan enam indikator sekolah unggul. Mulai dari sekolah sehat, penerapan karakter, visi misi yang adaptif, kepemimpinan profesional, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga output lulusan yang berdampak di masyarakat.

“Alhamdulillah, semua amal usaha sekolah di lingkungan PCM Ngagel sudah masuk kategori sekolah unggul,” ungkapnya bangga, disambut tepuk tangan meriah.

Puncak dari sesi sambutan adalah pidato M. Ridwan, M.Pd, Wakil Ketua PCM Ngagel Bidang Majelis Dikdasmen dan PNF, yang sekaligus membuka raker secara resmi.

Baca Juga:  Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tebar Senyum di Rumah Singgah Kanker

Dia mengingatkan para guru akan tanggung jawab profesinya. “Jadilah guru yang betulan, jangan jadi guru yang kebetulan,” tegasnya, sebuah kalimat sederhana namun sarat makna.

Ridwan juga mendorong peningkatan kompetensi guru dan karyawan, misalnya melalui program profesi  guru (PPG), serta menegaskan pentingnya peran sekolah dalam memfasilitasi pengembangan SDM untuk menjawab tantangan pendidikan masa depan. Raker pun resmi dibuka dengan lantunan basmalah bersama-sama, menandai dimulainya dua hari penuh inspirasi dan pembelajaran.

Antusiasme peserta raker begitu terasa. Andi Widianto, S.Pd, salah seorang guru, tak sabar menanti ilmu baru terkait kurikulum Leader in Me yang diterapkan di sekolahnya. “Kami masih butuh banyak referensi, best practice dari Bu Rita sangat kami harapkan,” ungkapnya penuh harap.

Senada dengan Andi, Sugeng Trimawan, guru kelas 5, juga berharap best practice dari SD Kreativa Bogor dapat memberikan pencerahan bagi seluruh peserta. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni