Feature

Nawawi, Pedagang Sepuh yang Menolak Menyerah pada Usia

31
×

Nawawi, Pedagang Sepuh yang Menolak Menyerah pada Usia

Sebarkan artikel ini
Nawawi (85), penjual minuman sederhana, berjualan di depan kantor Lazismu Sidoarjo, Kamis (25/9/2025).

Setiap sore, Nawawi (85) duduk di depan kantor Lazismu Sidoarjo dengan meja kecil berisi minuman. Bagi dirinya, berdagang bukan sekadar mencari nafkah, tapi menjaga harga diri.

Tagar.co – Di usianya yang menginjak 85 tahun, Nawawi tak memilih beristirahat. Setiap hari, ia masih setia duduk di depan kantor Lazismu Sidoarjo dengan meja kecil berisi minuman sederhana.

Dari sanalah ia menggantungkan hidup, menjaga harga diri, sekaligus merawat semangat yang tak pernah pudar. Dengan langkah perlahan dari rumahnya yang tak jauh dari lokasi, ia tetap berjualan mulai pukul 16.00 hingga larut malam.

Baca juga: Tak Menyerah, Remaja Sidoarjo Ini Berjualan Kopi demi Tetap Sekolah

Hampir 35 tahun Nawawi menekuni usaha kecil ini. Ia bercerita, di era 1980-an sempat bekerja sebagai buruh pabrik kecap. Namun pada 2003, ia terkena pemutusan hubungan kerja. Sejak saat itu, berdagang menjadi satu-satunya pilihan untuk menafkahi keluarga.

“Awalnya saya jualan pakai rombong, yang jaga istri karena saya masih kerja. Tapi sejak sering kena obrakan, akhirnya pakai meja saja,” kenangnya.

Baca Juga:  Transformasi Dam Haji, Lazismu Desain Instrumen Pemberdayaan Mustahik

Di atas meja kayu sederhana, Nawawi menjajakan aneka minuman kemasan. Ia juga menyediakan minuman hangat, seperti jahe plastik seharga Rp3.000 dan teh hangat Rp2.000.

“Kadang sehari bisa dapat Rp70 ribu, kadang Rp50 ribu. Tapi ya saya syukuri saja,” tuturnya dengan senyum teduh saat ditemui Tagar.co, Kamis (25/9/2025).

Meski fisik tak lagi sekuat dulu, semangat Nawawi tak pernah surut. Baginya, bekerja bukan hanya mencari uang, tetapi juga menjaga harga diri dan memberi teladan bagi anak-cucu agar tidak mudah menyerah.

“Kalau diam saja di rumah rasanya malah tambah sakit. Saya ini kerja biar badan bergerak, pikiran juga tenang,” ucapnya pelan.

Bantuan Lazismu

Beberapa waktu lalu, Nawawi menerima bantuan modal dari Lazismu Sidoarjo. Bantuan itu menjadi penyemangat baru.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat terbantu. Karena sempat tidak bisa kulakan barang dagangan. Sekarang bisa mulai lagi,” ujarnya dengan lega.

Kisah Nawawi adalah cermin keteguhan hati. Ia membuktikan bahwa kerja keras, kesabaran, dan keikhlasan mampu menyalakan harapan meski usia sudah lanjut. Di balik tubuh yang mulai renta, tersimpan kekuatan jiwa yang tak lekang oleh waktu.

Baca Juga:  Hidup di Negeri Rawan Bencana: Siaga untuk Selamat, Ikhtiar Kolektif Bangun Ketangguhan

Semangat Nawawi mengingatkan kita bahwa hidup selalu memberi kesempatan untuk berbuat, berjuang, dan memberi makna—selama kita mau melangkah.

Mari dukung program Pemberdayaan Ekonomi Lazismu dengan menyalurkan donasi melalui: BSI No. Rekening: 7025835713 a.n. Lazismu Sidoarjo Konfirmasi: 082140041912

Setiap donasi akan menjadi energi baru bagi mereka untuk terus bertahan dan bangkit. Bersama Lazismu, mari memberikan makna bagi yang membutuhkan. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni