Feature

Turba LPCRPM PDM Tuban Temukan Energi Baru dari Ranting Muda Wolutengah

136
×

Turba LPCRPM PDM Tuban Temukan Energi Baru dari Ranting Muda Wolutengah

Sebarkan artikel ini
Tim LPCRPM PDM Kabupaten Tuban saat melakukan Turun ke Bawah (Turba) di PCM Kerek, Tuban, Ahad (19/4/2026), untuk memantau perkembangan cabang dan ranting serta mendorong penguatan organisasi hingga tingkat desa. (Tagar.co/Istimewa)

Kunjungan ke tingkat cabang dan ranting mengungkap dua wajah gerakan: sebagian masih berbenah, sementara Wolutengah justru melesat dengan rencana pembangunan masjid sebagai pusat dakwah desa.

Tagar.co – Upaya menguatkan struktur hingga tingkat desa terus digencarkan Muhammadiyah di Kabupaten Tuban. Melalui agenda turun ke bawah (turba), Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban tidak hanya memetakan kondisi organisasi, tetapi juga menemukan inisiatif baru dari ranting muda di Wolutengah yang bersiap membangun masjid sebagai pusat dakwah.

Ahad, 19 April 2026, tim LPCRPM PDM Tuban menyambangi dua titik, yakni Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Merakurak dan PCM Kerek. Kunjungan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan daerah dan penggerak cabang-ranting, dari soal konsolidasi hingga strategi penguatan jemaah.

Baca juga: Optimalisasi Sicara LPCRPM Jatim: Solusi Digital Pendataan CRM

Ketua LPCRPM PDM Tuban, Hadi Mulyono, menegaskan bahwa Turba bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen untuk membaca kondisi riil organisasi.

“Melalui Turba, kami dapat melihat langsung perkembangan cabang dan ranting, sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi. Ini penting agar langkah pembinaan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Tajdid Diri di Bulan Ramadan, Ketua PDM Sidoarjo Tekankan Ibadah Sepanjang Hayat

Di PCM Merakurak, LPCRPM mencermati masih adanya sejumlah ranting yang belum aktif optimal. Menurut Hadi, kondisi tersebut memerlukan pembinaan berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih membumi.

Ia mendorong PCM Merakurak untuk menghidupkan kembali aktivitas dasar organisasi sebagai titik awal kebangkitan.

“Rapat rutin dan pengajian bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kembali semangat jamaah. Dari situ, gerakan akan tumbuh,” katanya.

Berbeda dengan Merakurak, kunjungan ke PCM Kerek justru menghadirkan kabar menggembirakan. Tim LPCRPM—yang terdiri atas Hadi Mulyono, Rasmuji, Suilyas, Setiyadi, Irsyad Ridlo, dan Mahmud—menerima laporan rencana pembangunan masjid oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wolutengah, Kecamatan Kerek.

Sekretaris LPCRPM PDM Tuban, Rasmuji, menjelaskan bahwa PRM Wolutengah tergolong ranting baru, namun menunjukkan geliat yang menjanjikan.

“Ranting ini baru berdiri sekitar lima bulan lalu, termasuk pelantikan kepengurusannya. Namun semangat warganya luar biasa, salah satunya dengan rencana mendirikan masjid,” ungkapnya.

Ketua PRM Wolutengah, Warnoto, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran LPCRPM dan PCM Kerek menjadi energi baru bagi ranting yang sedang bertumbuh.

Baca Juga:  Hafal Mars Sang Surya, Sekda Sidoarjo Bikin Haru Warga Muhammadiyah

“Kami sangat berbahagia atas kunjungan ini, apalagi sekaligus meninjau lokasi tanah yang akan dibangun masjid. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk segera merealisasikannya,” kata Warnoto.

Ia berharap masjid yang direncanakan itu kelak menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus penguatan dakwah di desa.

“Kami ingin masjid ini menjadi pusat syiar Islam dan penguatan jamaah di wilayah kami,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Wolutengah, Rasdan, disebut memberikan respons positif terhadap rencana tersebut. Sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah desa dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat realisasi pembangunan.

Hadi Mulyono mengatakan, turba kali ini kembali menegaskan arti penting kehadiran langsung pimpinan di tengah struktur terbawah. “Di saat sebagian ranting masih berbenah, inisiatif PRM Wolutengah justru menjadi penanda tumbuhnya semangat dakwah baru dari desa,” ujarnya.

Dia berharap, melalui pendampingan yang konsisten, ranting-ranting semakin aktif, masjid berkembang menjadi pusat kegiatan umat, dan gerakan Muhammadiyah kian mengakar hingga ke pelosok. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurafatoni