Feature

Dua Skema Kurban Jadi Fokus Rakorsus Lazismu Gresik

97
×

Dua Skema Kurban Jadi Fokus Rakorsus Lazismu Gresik

Sebarkan artikel ini
Ketua PCM Benjeng Fajar Nurcahyo membakar semangat peserta dalam rakorsus, menghadirkan energi dan optimisme dalam penguatan pengelolaan kurban. (Tagar.co/Maria Hanim)

Lazismu Kabupaten Gresik menekankan kurban konvensional dan kemasan untuk memperluas jangkauan manfaat.

Tagar.coLazismu Kabupaten Gresik menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Kurban Satumu 1447 pada Ahad (26/4/2026) di Aula SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Kegiatan ini diikuti takmir masjid dan panitia kurban se-Kecamatan Benjeng.

Mengusung tema “Kurban Hebat, Umat Kuat: Maksimalkan Potensi dan Luaskan Manfaat”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang aplikatif dan solutif, tidak sekadar forum koordinasi.

Baca juga: Kurban Kemasan Jadi Strategi Baru Ketahanan Pangan Umat

Dua narasumber utama hadir memberikan perspektif strategis, yakni Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik Kiswanto dan Branch Manager Lazismu Gresik Minal Abidin. Keduanya mengupas pengelolaan kurban dari sisi tata kelola hingga dampak sosialnya.

Minal Abidin menyampaikan sosialisasi program Kurban Satumu 1447, menekankan inovasi distribusi dan perluasan manfaat bagi umat. (Tagar.co/Maria Hanim)

Minal Abidin menyoroti inovasi program Kurban Satumu yang menawarkan dua skema utama. Pertama, kurban konvensional yang dilaksanakan langsung di lingkungan masyarakat dengan distribusi daging segar.

Kedua, kurban kemasan—berupa olahan daging yang lebih tahan lama dan memungkinkan distribusi hingga ke wilayah pelosok maupun daerah terdampak bencana.

Baca Juga:  Kurban Kemasan Jadi Strategi Baru Ketahanan Pangan Umat

“Setiap pilihan memiliki keunggulan masing-masing. Kurban konvensional menghadirkan kebersamaan di lingkungan, sementara kurban kemasan memperluas jangkauan manfaat secara lebih merata,” ujarnya.

Sementara itu, Kiswanto menegaskan pentingnya prinsip amanah, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan kurban. Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan jamaah adalah fondasi utama.

“Momentum kurban harus menjadi penguat kepedulian sosial dan ukhuah Islamiah,” tegasnya.

Rakorsus ini juga membekali peserta dengan materi praktis, mulai dari manajemen pelaksanaan hingga strategi distribusi yang akuntabel. (#)

Jurnalis Maria Hanim Penyunting Mohammad Nurfatoni