Feature

Awarding LLSMS 2025: Inilah para Juara di Empat Kategori

53
×

Awarding LLSMS 2025: Inilah para Juara di Empat Kategori

Sebarkan artikel ini
Ketua LLSMS 2025, Drs. Mohammad Nurfatoni saat memberikan sambutannya sebelum pengumuman awarding LLSMS 2025, Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 22 November 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)
Ketua LLSMS 2025, Drs. Mohammad Nurfatoni saat memberikan sambutannya sebelum awarding LLSMS 2025, Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 22 November 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Para pemenang Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) Ke-3 Tahun 2025 yang digelar kolaborasi Majelis Dikdasmen dan PNF dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik diumumkan. Empat kategori yang dinilai meliputi Sekolah Bersih dan Nyaman, Taman Sekolah Rindang dan Asri, Kantin Sehat dan Higienis, serta Toilet Sekolah Bersih dan Sehat.

Tagar.co — Para pemenang LLSMS Ke-3 Tahun 2025 resmi diumumkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu (22/11/2025). Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian tiga kegiatan sekaligus, bersama Awarding Filantropi Cilik dan Gathering Orang Tua Asuh 2025—kolaborasi Majelis Dikdasmen dan PNF, Majelis Lingkungan Hidup, serta Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik.

Sejak pagi, suasana GDM Gresik cukup ramai oleh kehadiran kepala sekolah Muhammadiyah dari berbagai wilayah Kabupaten Gresik. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang salah satunya adalah pengumuman pemenang Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) Ke-3 Tahun 2025.

Berita lengkap LLSMS 2025 baca di sini!

Ketua LLSMS 2025, Drs. Mohammad Nurfatoni, menjelaskan LLSMS punya empat kategori lomba. Yaitu kategori utama Sekolah Bersih dan Nyaman, serta tiga kategori khusus: Taman Sekolah Rindang dan AsriKantin Sehat dan Higienis, dan Toilet Sekolah Bersih dan Sehat.

Meski begitu, Fatoni, sapaannya, mengajak para kepala sekolah agar tak menjadikan LLSMS ini sekadar lomba. Sebab dalam praktiknya kegiatan ini membuka kesempatan bagi tim juri untuk bersilaturahmi langsung ke seluruh sekolah Muhammadiyah dan madrasah di Kabupaten Gresik—dari Wringinanom di selatan, Duduksampean di barat, Panceng di utara, hingga Sangkapura di Pulau Bawean.

Baca Juga:  Teologi Kepemimpinan: Kepala Sekolah Tak Cukup Menjabat, Harus Meninggalkan Legasi

Dalam setiap kunjungan, juri tidak hanya melakukan penilaian, tetapi juga mendengarkan curahan pendapat warga sekolah dan memberikan pembinaan. Dari perjalanan itulah muncul satu kesan kuat: LLSMS telah menjadi “ruang pamer” raksasa bagi kreativitas sekolah dan madrasah Muhammadiyah.

Fatoni menuturkan bahwa dalam tiga tahun penyelenggaraan LLSMS, terlihat berbagai perkembangan positif di sekolah Muhammadiyah. Ada yang memamerkan Edupark dan Taman Firdaus—yang keduanya dibangun di atas bekas lokasi pembuangan sampah. Ada yang memamerkan perpustakaan nyaman dengan koleksi buku-buku yang lengkap atau laboratorium komputer yang modern.

Ada yang memamerkan berbagai produk makanan dan minuman ramah lingkungan yang dibuat dari tanaman sekolah: es krim pokcai, nuget daun kelor, teh bujang, es cincau, kembang goyang kelor, es daun luntas, dan produk inovasi lainnya

Ada yang memamerkan karya inovatif lainnya seperti pengharum aroma terapi, ekoenzim, kaos oblong, interior perkantoran, taman hidroponik, atau teknologi digital semacam Virtual Zoo dan Yolo. Semuanya merupakan karya siswa dan guru.

Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, Nurul Wafiyah, M.Pd. saat mengumungkan para pemenang LLSMS 2025 (Achmad Nazaruddin untuk Tagar.co)

Karakter Bersih, Sehat, dan Ramah Lingkungan

Fatoni menjelaksn, LLSMS memang lomba, tetapi kami ingin kegiatan ini menjadi ajang penanaman nilai hidup, karakter, atau budaya sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

“Sebab kini kita hidup di tengah krisis lingkungan yang nyata. Di tingkat global, misalnya, produksi sampah kota diprediksi tumbuh dari 2,1 miliar ton pada 2023 menjadi 3,8 miliar ton pada 2050,” ujarnya.

Di Indonesia, lanjutnya jumlah sampah mencapai 56,63 juta ton pada 2023, dan hanya 39 persen yang terkelola. Sedangkan di Gresik, timbulan sampah pada 2022 mencapai 391 ton per hari, atau setara 142.000 ton per tahun. Adapun kapasitas pengelolaan sampah baru sekitar 38 persen; artinya 62 persen sampah belum dikelola secara optimal.

Baca Juga:  PDM Gresik Targetkan Mutu Sekolah Muhammadiyah Merata seperti Sistem Franchise

“Perubahan iklim juga nyata: kenaikan suhu rata-rata, curah hujan ekstrem, dan gelombang panas menjadi ancaman bagi kesehatan dan kualitas hidup,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, BMKG mencatat laju kenaikan suhu udara rata-rata di Indonesia pada periode 1981–2024 adalah +1,02°C selama 44 tahun. Dan laju kenaikan suhu pada akhir abad ke-21 bisa mencapai +3°C jika mitigasi tidak dilakukan.

“Kondisi ini menegaskan bahwa membangun sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan bukan sekadar simbol, tetapi tanggung jawab moral dan sosial. Sebagaimana diajarkan agama kita melalui berbagai hadis tentang kebersihan, memanfaatkan lahan mati, menanam pohon, membuat sumur, mengalirkan air, dan sebagainya,” ungkapnya.

Kita ingin, lanjutnya, melalui LLSMS, warga Muhammadiyah memiliki karakter kuat tentang kebersihan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan. Tidak hanya saat lomba tetapi berkelanjutan sepanjang tahun. Tidak hanya diterapkan di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan sosial lainnya—menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Maka kita membayangkan, saat bertamu ke 80 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresiksemuanya punya standar yang sama: nyaman dan bersih, rindang dan asri, kantinnya sehat atau higienis, dan toiletnya bersih dan sehat,” ujarnya.

Alhamdulillah, sambungnya, sebagian besar poin ini sudah tampak. Sudah ada toilet sekelas mal atau hotel. Sudah ada kantin yang zero waste alias nol sampah. Sudah ada sekolah dengan taman serasa kebun bibit, bahkan ada yang mendata ratusan tanamannya—88 jenis dan 839 batang—sudah dikatalogkan. Ada juga sekolah yang mendapat sebutan “hutan kota”.

Baca Juga:  Rajin Ibadah Bisa Gugur Jika Lima Hal Ini Tak Dijaga

“Semua itu bukan hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membentuk karakter generasi yang bertanggung jawab terhadap bumi. Dan kami bangga, sebab setiap LLSMS selalu memunculkan kesadaran untuk melakukan perubahan,” katanya.

Juara LLSMS 2025 Kategori Utama Sekolah Bersih dan Nyaman (Achmad Nazaruddin untuk Tagar.co)

Daftar Pemenang LLSMS 2025

Usai sambutan Fatoni, acara dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang LLSMS 2025 yang langsung disampaikan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, Nurul Wafiyah, M.Pd. Berikut daftar pemenangnya:

Kategori Utama Sekolah Bersih dan Nyaman

  • Juara I: SD Muhammadiyah Manyar
  • Juara II: SDM GKB 2
  • Juara III: SD Almadany
  • Harapan I: SDM 1 Wringinanom
  • Harapan II: SDM 1 GKB
  • Harapan III: SMAM 8 Cerme
Juara LLSMS 2025 Kategori Rindang Taman Rindang dan Asri (Achmad Nazaruddin untuk Tagar.co)

Kategori Khusus Taman Rindang dan Asri

  • Juara I: MIM 2 Banyuurip
  • Juara II: SD Mugres Kampus B
  • Juara III: SDM 1 Bawean
  • Harapan I: SMPM 7 Cerme
  • Harapan II: MTsM 10 Mojopetung
  • Harapan III: MTsM 5 Daun
Juara LLSMS 2025 Kategori Khusus Kantin Sehat dan Higienis (Achmad Nazaruddin untuk Tagar.co)

Kategori Khusus Kantin Sehat dan Higienis

  • Juara I: MIM 2 Karangrejo
  • Juara II: MIM 3 Gosari
  • Juara III: SMAM 1 Gresik
  • Harapan I: Mias Bungah
  • Harapan II: SD Mugres Kampus A
  • Harapan III: SDM 1 Driyorejo

 

Kategori Khusus Toilet Bersih dan Sehat

  • Juara I: SLBM Golokan
  • Juara II: SD Al Islam Cerme
  • Juara III: SDM Sidayu
  • Harapan I: SMPM 12 GKB
  • Harapan II: SMAM 10 GKB
  • Harapan III: MIM 4 Ngimboh

Selamat kepada para pemenang!

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah