Feature

Grafik Terus Naik, Sekolah Muhammadiyah Gresik kian Diminati, Siswa Tembus 14.875

320
×

Grafik Terus Naik, Sekolah Muhammadiyah Gresik kian Diminati, Siswa Tembus 14.875

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik M. Fadloli Aziz,, menyampaikan paparan dalam Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Daerah, didampingi Sekretaris Majelis Nurul Wafiyah, di Aula Mentari SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Sabtu (4/4/2026). (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Tren positif terus ditunjukkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Gresik. Jumlah siswa kini mencapai 14.875, dengan grafik pertumbuhan yang meningkat konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Tagar.co — Perkembangan sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh M. Fadloli Aziz dalam acara Halalbihalal dan Rapat Koordinasi Daerah Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik di Aula Mentari SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Serap Energi Muhammadiyah, Hariyanto Dorong Kepemimpinan Positif di Sekolah

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah saat ini mencapai 80 sekolah dan madrasah. Rinciannya meliputi SD (20), MI (19), SMP (13), MTs (9), SMA (10), MA (3), SMK (5), dan SLB (1). Jumlah ini diproyeksikan segera bertambah.

“Insyaallah di awal 2026–2027 akan berdiri SMP Muhammadiyah 15 Menganti sebagai sekolah ke-81,” ujarnya.

Dari sisi kuantitas peserta didik, tren peningkatan terlihat jelas. Dalam satu tahun terakhir, jumlah siswa naik dari 14.403 menjadi 14.875. Kenaikan ini sekaligus menegaskan tren pertumbuhan jangka panjang yang terus menguat.

Baca Juga:  Serap Energi Muhammadiyah, Hariyanto Dorong Kepemimpinan Positif di Sekolah

Jika ditarik lebih jauh, grafik perkembangan siswa sejak 2019 menunjukkan pola yang dinamis namun positif. Tahun 2019 tercatat sekitar 13.150 siswa, kemudian turun menjadi 12.758 pada 2020 akibat pandemi. Namun setelah itu, jumlah siswa terus meningkat: 12.995 (2021), 13.198 (2022), 13.702 (2023), 14.362 (2024), hingga 14.876 (2025).

Ia menjelaskan bahwa pola tersebut mencerminkan ketahanan sekaligus daya tarik sekolah Muhammadiyah. “Sempat turun saat Covid-19 di 2020, tapi setelah itu naik terus setiap tahun sampai sekarang,” ungkapnya.

Kenaikan tersebut memang tidak melonjak drastis, namun menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan relatif merata. Pada tahun ajaran terakhir, peningkatan paling terlihat pada jenjang SD yang mencapai 6.498 siswa, SMP 2.356 siswa, serta SMK 1.495 siswa, yang menjadi penopang utama pertumbuhan total.

“Alhamdulillah kenaikannya linear, merangkak naik semua,” tambahnya.

Menariknya, dari hasil pemantauan Majelis Dikdasmen dan PNF, terdapat 19 sekolah dan madrasah yang menunjukkan tren peningkatan jumlah siswa tanpa penurunan selama empat tahun terakhir.

“Ini kami ambil dari periode 2022 sampai sekarang. Ada 19 sekolah yang grafiknya tidak pernah turun. Ini menunjukkan pengelolaan yang konsisten,” tegasnya.

Baca Juga:  PDM Gresik Targetkan Mutu Sekolah Muhammadiyah Merata seperti Sistem Franchise

Baca juga: 19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Selain pertumbuhan jumlah siswa, kualitas sekolah juga mengalami peningkatan signifikan. Data akreditasi menunjukkan hampir seluruh sekolah telah terakreditasi, bahkan sekolah-sekolah baru langsung meraih predikat tertinggi.

“Tiga sekolah yang sebelumnya belum terakreditasi, sekarang semuanya sudah mendapatkan akreditasi A,” jelasnya.

Capaian ini semakin memperkuat posisi sekolah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan yang kompetitif dan diminati masyarakat. Terlebih, distribusi siswa masih didominasi jenjang sekolah dasar, yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ke depan.

Dengan tren grafik yang terus meningkat, struktur lembaga yang lengkap, serta kualitas yang semakin terjaga, Muhammadiyah Gresik optimistis mampu mencapai target pertumbuhan siswa dan penguatan mutu pendidikan dalam periode kepemimpinan saat ini.

“Target kami jelas, jumlah siswa terus meningkat dan kualitas layanan pendidikan juga semakin baik,” ujarnya. (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni