
Tim Abdimas Risetmu Umsida 2024-2025 mendampingi pembenahan aspek produksi dan keuangan di UMKM Pawon Dhe Irma, salah satu UMKM binaan Lazismu Sidoarjo. Program ini implementasi SGD’s no. 8.
Tagar.co – Tim Abdimas Risetmu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) 2024-2025 bersama Lazismu Sidoarjo mendatangi rumah Irma Fauziyah, pemilik UMKM Pawon Dhe Irma. Lokasinya di Cangring RT 06 RW 02, Desa Sawocangring, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam pengabdian masyarakat (Abdimas) kali ini, Tim Abdimas Risetmu Umsida 2024-2025 mendampingi pembenahan aspek produksi dan keuangan di UMKM Pawon Dhe Irma. Program ini implementasi SGD’s no. 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Selain pendampingan aspek produksi dan keuangan, Pawon Dhe Irma juga mendapat bantuan alat usaha oven dan chopper. Serah terima bantuan alat usaha berlangsung pada Rabu (5/2/2025).
Ketua Pengusul Abdimas Risetmu Nihlatul Qudus Sukma Nirwana, S.E., M.M., C.R.P. menjelaskan, pihaknya melakukan pendampingan di UMKM Pawon Dhe Irma, UMKM pada sektor makanan dan minuman yang berbasis daun kelor.
“UMKM ini memiliki potensi yang sangat baik. Mengingat daun kelor kaya nutrisi dan sedang populer di kalangan konsumen yang peduli kesehatan,” terangnya.
“Daun kelor mengandung banyak vitamin (seperti vitamin A, C, dan K), mineral (seperti kalsium, zat besi, dan magnesium), serta protein dan menjadikannya sumber gizi yang padat,” tambahnya.
Nihla menjelaskan, daun kelor mengandung senyawa antioksidan. Seperti quercetin dan chlorogenic acid. Ini dapat membantu melawan radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis.
“Kandungan kalium dalam daun kelor dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung,” tambahnya.
Tidak hanya itu, daun kelor juga dapat membantu mengatur kadar gula darah sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes.

Usung Daun Kelor
Lebih lanjut, Nihla menyampaikan, di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sidoarjo, masih jarang UMKM atau pengusaha makanan yang mengusung daun kelor untuk menu makanan dan minuman mereka. “Pawon Dhe Irma memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Ia menyimpulkan, Pawon Dhe Irma, peduli kesehatan dan nutrisi yang terkandung dalam daun kelor. Sehingga menciptakan beberapa produk yang berbahan dasar daun kelor. Di antaranya tape, camilan ringan seperti keripik, kue basah, puding, dan minuman seperti es cendol.
“Selain bahan baku yang relatif mudah didapat, biaya produksi daun kelor juga rendah dan dapat meningkatkan margin keuntungan,” lanjut Nihla.
Namun dalam hal ini, terdapat dua permasalahan pada UMKM Pawon Dhe Irma yang telah Tim Nihla analisis. Pertama, pembenahan aspek produksi. Kedua, kurangnya pengetahuan terhadap laporan keuangan akuntansi untuk menganalisis harga pokok penjualan (HPP).
Kendala UMKM
Kata Yekti Pitoyo, tim Lazismu Sidoarjo, UMKM ini sudah 2 tahun menjadi binaan Lazismu. “Pawon Dhe Irma selalu menerima banyak pesanan setiap harinya,” ungkapnya.
Kendalanya dalam produksi, kata Yekti, keterbatasan alat produksi. Seperti oven dalam membuat kue kering atau kue kukus dan chopper dalam membuat minuman herbal.
Selain itu juga mengalami kesulitan dalam memperhitungkan HPP. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah langkah penting dalam laporan keuangan untuk mengukur profitabilitas suatu usaha. “Banyak pelaku UMKM yang kurang memiliki pengetahuan tentang perhitungan HPP, sehingga lebih sering mengandalkan estimasi daripada mencerminkan biaya yang tepat,” ujarnya.
Hal ini, lanjut Yekti, dapat menyebabkan kesalahan dalam penetapan harga dan berpotensi mengakibatkan kegagalan usaha. “Saat ini hanya memperhitungkan biaya produksi dan laba yang diperoleh tanpa membuat laporan keuangan untuk perhitungan HPP,” ungkapnya.
Dengan demikian, Yekti berharap, pendampingan tim Abdimas membantu pemilik usaha mengetahui total biaya yang ia keluarkan untuk memproduksi barang.
Harapannya, pengusaha dapat mengontrol pengeluaran, menghindari kesalahan dalam menentukan harga jual, dan memastikan laporan keuangan lebih akurat.
Irma Fauziyah (48) sangat bersyukur telah terpilih menjadi UMKM yang mendapat program ini. “Alhamdulillah, dengan pendampingan Tim Abdimas Risetmu ini saya sangat bersyukur bisa mendapat ilmu keuangan. Semoga penghasilan saya meningkat,” ungkapnya. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Sayyidah Nuriyah












