
Bukan hanya pemimpin, Nabi Muhammad Saw. juga suami teladan yang ringan tangan di rumah. Hadis dan teladan beliau mengajarkan: membantu istri adalah bentuk kebaikan tertinggi.
Oleh Ridwan Ma’ruf; Oleh Ridwan Ma’ruf: Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.
Tagar.co – Salah satu tolok ukur kebahagiaan rumah tangga seseorang adalah ketika ia memiliki keluarga yang rukun, jauh dari gosip buruk, dan bersikap ramah dalam interaksi antara ayah, ibu, serta anak-anak mereka.
Istri kita tentu bukan sosok seperti Khadijah yang memiliki spiritualitas tinggi saat mendampingi Rasulullah Saw. Namun, kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad Saw. adalah teladan yang jauh dari pencitraan buruk.
Rasulullah Saw. bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadis tersebut mengajarkan bahwa suami yang baik di sisi Allah Swt. adalah suami yang penuh tanggung jawab, pengertian, dan tidak membentak atau marah-marah ketika berkomunikasi dengan istri dan anaknya.
Baca juga: Berhentilah Menyalahkan Orang Lain!
Kemuliaan para istri di era digital modern saat ini tentu tak sebanding dengan kemuliaan yang dimiliki oleh Khadijah Ra., salah satu istri Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana Allah Swt. memuji kehidupan rumah tangga Nabi Saw. dalam Surah Al-Bayyinah 8:
جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan merekapun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”
Ayat ini menunjukkan bahwa para istri Nabi hidup dalam naungan rida Allah dan bimbingan langsung dari Rasulullah Saw.
Sok Akrab dengan Orang Lain
Betapa banyak suami yang tampak akrab dengan teman dan koleganya, tetapi berubah menjadi sosok menakutkan saat berada di rumah. Ia mudah tersulut emosi, bahkan menjadi sumber ketakutan bagi istri dan anak-anaknya.
Jika demikian, jangan salahkan istri dan anak ketika mereka mudah tersinggung atau emosional. Bisa jadi, wajah suami yang sering marah menjadi pemicu suasana hati mereka. Sikap seperti itu tentu memengaruhi perasaan dan kondisi psikologis mereka, hingga akhirnya merasa takut untuk mendekat atau berbicara dengan sang ayah.
Rasulullah Saw. bersabda:
خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِلنِّسَائِهِمْ
“Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istri mereka.” (H.R. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa agungnya keteladanan Rasulullah Saw. Beliau adalah pemimpin, Nabi, sekaligus suami dan ayah yang baik dalam keluarga. Wajah beliau senantiasa tersenyum, suka bergurau, dan bersikap lembut kepada istri, anak-anak, dan sahabatnya.
Yang Paling Utama Mendapatkan Kebaikan adalah Keluarga
Seorang suami harus menyadari bahwa istri dan anak-anaknya adalah orang yang paling berhak menerima kebaikan dan kebahagiaan dari dirinya, sebelum orang lain.
Salah satu bentuk kebaikan itu adalah membantu pekerjaan rumah. Dalam sebuah hadis, Aisyah Ra. ditanya tentang perilaku Nabi Saw. di rumah:
سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ – تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ – فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ
“Aku bertanya kepada Aisyah: ‘Apa yang dilakukan Nabi Saw. di rumah?’ Aisyah menjawab: ‘Beliau senantiasa membantu pekerjaan rumah istrinya. Apabila waktu salat tiba, beliau segera melaksanakan salat.’” (H.R. Bukhari)
Tiada hari yang lebih penuh rahmat dan kebahagiaan selain hari-hari di mana pasangan dan anak merasa nyaman tinggal bersama ayah dan ibu yang saling mendukung dalam kebaikan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












