Feature

Senyum dan Fokus di Depan Layar, Ujian Komputer SD Muri

78
×

Senyum dan Fokus di Depan Layar, Ujian Komputer SD Muri

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas 4 A.R. Fakhruddin SD Muhammadiyah 1 Kebomas tampak serius mengerjakan soal praktik Komputer (5/12/2025) (Tagar.co/Abdul Rokhim Ashari)

Para siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik tampak serius sekaligus tenang saat menghadapi ujian komputer akhir semester. Chromebook menjadi saksi perjalanan belajar digital mereka sepanjang semester.

Tagar.co – Ruang kelas komputer SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur,  siang ini tampak berbeda dari biasanya. Jumat, 5 Desember 2025, menjadi hari yang ditunggu para siswa: asessmen akhir semester 1 untuk mata pelajaran Komputer. Deretan Chromebook tersusun rapi di meja-meja berwarna cerah, sementara para siswa duduk dengan wajah serius, jemari mereka lincah menari di atas keyboard.

Di barisan depan, beberapa siswa sempat saling mencuri pandang sebelum kembali fokus ke layar. Ada yang mengetik cepat, ada yang menatap soal sambil mengernyit kecil, bahkan ada yang sesekali menarik napas panjang seolah sedang menata strategi. Meski begitu, suasana tetap tenang—tanda bahwa mereka benar-benar menaruh perhatian penuh pada ujian hari ini.

Baca juga: Tarik Tambang Matematika Bikin Siswa SD Muri Ketagihan Belajar Pengurangan

Saya sebagai guru Komputer yang mendampingi, memantau dari kejauhan, memastikan semuanya berjalan lancar. Sesekali ia bergerak perlahan di antara meja, memberi senyum penyemangat tanpa mengganggu konsentrasi siswa.

Baca Juga:  Deg-degan di Depan Penguji: Kisah 54 Siswa SD Muri Menaklukkan Munaqasah

Asesmen kali ini bukan sekadar ujian rutin, tetapi cerminan perjalanan belajar siswa selama satu semester—mulai dari mengenal perangkat Chromebook, memahami dasar-dasar komputer, hingga mampu mengoperasikan aplikasi sederhana yang mendukung aktivitas belajar mereka.

Di deretan tengah, sejumlah siswa yang biasanya aktif justru tenggelam dalam kesunyian. Sorot mata mereka mengikuti baris teks di layar, sementara tangan tetap setia di atas trackpad. Kelas yang biasanya riuh kini berubah menjadi ruang kontemplasi kecil—tempat mereka membuktikan kemampuan yang telah dipelajari.

Menariknya, meski ini adalah ujian akhir, tidak terlihat raut tegang atau terbebani. Sebagian siswa justru tampak menikmati prosesnya. Mereka percaya diri, mungkin karena materi yang diujikan merupakan hasil latihan rutin selama ini. Pembiasaan penggunaan perangkat digital membuat suasana ujian terasa natural, seperti aktivitas belajar harian yang menyenangkan.

Pakai Chromebook

Penggunaan Chromebook sebagai perangkat ujian juga menunjukkan arah pembelajaran abad 21 yang mulai mengakar di SD Muri. Ujian tidak lagi sekadar menjawab soal di atas kertas, tetapi melatih ketelitian, kecepatan membaca, dan kecakapan digital secara bersamaan. Hal ini menjadi bukti keseriusan sekolah dalam membangun budaya literasi digital sejak dini.

Baca Juga:  Dari Sains hingga Literasi, Open School SD Muri Tampilkan Hasil Belajar Nyata

Setiap siswa memiliki cara sendiri menghadapi ujian. Ada yang sesekali mengangguk, tanda menemukan ritme yang pas. Ada pula yang mengerutkan dahi menghadapi soal menantang. Di antara mereka, selalu ada satu atau dua siswa yang tersenyum puas ketika berhasil menyelesaikan bagian soal dengan mulus.

Menjelang akhir waktu ujian, beberapa siswa mengecek ulang jawaban mereka. Tampak jelas mereka ingin memberikan yang terbaik. Guru yang mendampingi tetap tenang, sesekali memberi aba-aba lembut agar fokus terjaga hingga menit terakhir. Semua itu membuat ujian hari ini terasa bukan beban, tetapi proses pembuktian yang menyenangkan.

Adelia Khanza, siswa kelas 4 A.R. Fakhruddin, mengaku lebih percaya diri karena terbiasa menggunakan Chromebook dalam pembelajaran sehari-hari.

“Ujiannya seru. Soalnya mirip latihan-latihan yang kita kerjakan di kelas, jadi aku nggak terlalu tegang. Yang penting fokus aja sama layarnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Saat asesmen berakhir, para siswa menutup laptop dengan wajah lega. Ada kebanggaan kecil yang terpancar—mereka telah menyelesaikan tantangan penting di akhir semester. Hari itu menjadi catatan baru dalam perjalanan belajar, membawa mereka selangkah lebih dekat pada pemahaman digital yang matang, siap menyambut semester berikutnya dengan semangat baru. (#)

Baca Juga:  Empat Pos Esmalik Uji Ibadah dan Kekompakan Siswa SD Muri

Jurnalis Abdul Rokhim Ashari Penyunting Mohammad Nurfatoni