
Tagar.co — Rangkaian kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Jawa Timur pada Jumat (1/5/2026) berlanjut ke salah satu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) terbaik di Surabaya, yakni PCM Krembangan. Setelah sebelumnya menghadiri agenda di Kabupaten Bangkalan, Abdul Mu’ti tiba di Krembangan sekitar pukul 14.15 WIB.
Kunjungan ini menyoroti keberhasilan PCM Krembangan dalam pemberdayaan masyarakat di kawasan eks lokalisasi PSK Bangunsari dan Tambakasri. Setibanya di lokasi, rombongan disambut meriah oleh penampilan drum band serta demo memasak dari siswa TK Aisyiyah 4 Bangunsari.
Baca juga: Resmikan Revitalisasi 37 Sekolah di Sidoarjo, Abdul Mu’ti Ingatkan Ancaman Scroll Generation
Selanjutnya, Abdul Mu’ti meninjau 13 stan yang menampilkan berbagai amal usaha di bidang pendidikan, sosial, dan kemasjidan yang digelar di sepanjang Jalan Dupak Bangunsari. Dalam suasana penuh antusiasme tersebut, Abdul Mu’ti sempat berseloroh kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turut hadir.
“Ini peresmian yang paling banyak yang saya alami,” ujarnya.
Dalam sambutannya di hadapan sekitar seribu undangan, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas kemandirian dan inovasi PCM Krembangan.
“Saya sangat berterima kasih dan bangga dengan PCM Krembangan yang bisa meresmikan Muhlas Boarding Class (MBC) dengan tanpa bantuan pemerintah, berikut dengan ibu-ibu Aisyiyah yang membuat program PAUD TK dengan pembelajaran sekolah berbasis karakter (Entrepreneur Cilik, Skolastik-Tahfiz, Literasi, Smart-Berkarakter, dan Budaya Lokal)” ujar Pak Menteri Abdul Mu’ti.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memberikan apresiasi terhadap peran Muhammadiyah di wilayah tersebut.
“ Krembangan ini salah satu PCM terbaik di Surabaya yang mampu menjadikan pendidikan bisa merubah lingkungan, kami terima kasih kehadiran Pak Mendikdasmen yang selalu memberikan support di Pendidikan Kota Surabaya,” ujarnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Muhlas Boarding Class (MBC) dan 13 program unggulan PCM Krembangan. Program-program ini menjadi wujud komitmen dalam bidang pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, dan keagamaan, khususnya di kawasan eks lokalisasi.

M. Arif An, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya sekaligus mantan Ketua PCM Krembangan, menegaskan bahwa pendidikan inklusif menjadi fondasi utama perkembangan lembaga.
“ Sejak berdirinya Amal usaha khususnya SD dan SMP Muhammadiyah 11 selalu mengedepankan pendidikan inklusif untuk semua, latar belakang ekonomi dan sosial akan diberikan pelayanan yang adil. Jadi kalau sekarang berdiri pesat dan dipercaya masyarakat karena salah satunya pelayanan tersebut, selain itu menjadi penggerak perubahan lingkungan yang tidak baik menjadi baik di eks lokalisasi“ ujarnya.
Selain dihadiri Mendikdasmen dan Wali Kota Surabaya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Dikdasmen PPM Didik Suhardi PhD, Sekretaris PWM Jawa Timur Prof. Biyanto, Kadisdik Jatim Dr. Aries Agung Paewai, Sekkota Surabaya Lilik Arijanto MT, Ketua PDM Surabaya Dr. Ridlwan, serta Kadis Pendidikan Surabaya Febrina Kusumawati MM.
Acara ditutup dengan pengguntingan pita di depan gedung MBC berlantai empat yang dibangun dengan biaya Rp3,1 miliar oleh Mendikdasmen dan Wali Kota Surabaya.
Penyunting Mohammad Nurfatoni












