
Belajar pengurangan kini tak lagi membuat pusing. Di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, guru menghadirkan game “Tarik Tambang Matematika” berbasis layar interaktif yang membuat anak-anak belajar sambil tertawa dan bersemangat.
Tagar.co – Suasana kelas 1 K.H. Ibrahim SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (4/11/2025) tampak berbeda dari biasanya. Kelas yang biasanya tenang mendadak riuh penuh tawa dan sorakan.
Bukan karena sedang bermain biasa, melainkan mengikuti pembelajaran Matematika yang dikemas dalam bentuk lomba “Tarik Tambang Matematika” menggunakan Interactive Flat Panel (IFP).
Baca juga: Inovatif! Guru SD Muri Kembangkan Aplikasi Ujian Komputer Sendiri
Anak-anak tidak memegang tali sungguhan, melainkan berlomba adu cepat dan tepat menjawab soal pengurangan 1–10 yang muncul di layar. Setiap jawaban benar membuat karakter lucu di layar menarik tali ke arah tim mereka, disambut teriakan semangat dari teman-teman yang menjadi suporter.
“Tarik yang kuat! Ayo bisa!” seru beberapa siswa dari bangku belakang. Suasana kelas pun seolah berubah menjadi arena lomba tarik tambang sungguhan—penuh semangat, tawa, dan kegembiraan.
“Anak-anak belajar sambil tersenyum. Mereka tidak sadar kalau sedang mempelajari konsep pengurangan, karena suasananya menyenangkan,” tutur Dita Rahmania, S.Pd., guru kelas yang memandu kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis permainan digital semacam ini menjadi cara efektif untuk menumbuhkan minat belajar di usia dini.
Menurut Dita, media interaktif seperti IFP mampu menggabungkan unsur edukatif dan rekreatif. Siswa tidak hanya berhitung, tetapi juga belajar berpikir cepat, fokus, dan menjaga sportivitas. “Kalau salah menjawab, mereka tidak kecewa, malah ingin mencoba lagi. Itu luar biasa untuk anak kelas 1,” ujarnya.
Keceriaan itu juga menular ke para guru lain yang ikut menyaksikan. Beberapa bahkan mencatat ide permainan tersebut untuk diterapkan di kelas masing-masing.
Kegiatan “Tarik Tambang Matematika” membuktikan bahwa teknologi di ruang kelas tak sekadar alat bantu menampilkan materi, tetapi juga jembatan untuk membangun interaksi dua arah antara guru dan siswa.

Kreativitas Guru
Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Riza Agustina WS, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran tematik.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan visi sekolah untuk membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.
“Belajar seharusnya membuat anak bahagia. Ketika mereka tersenyum saat belajar, itulah tanda keberhasilan pendidikan. Melalui IFP dan permainan edukatif, guru bisa menciptakan suasana belajar yang berkesan dan bermakna,” ujar Riza.
Ia menambahkan, SD Muhammadiyah 1 Kebomas terus mendorong inovasi pembelajaran digital yang kontekstual dan ramah anak. Sekolah juga berkomitmen membekali guru dengan pelatihan teknologi agar mereka dapat memanfaatkan media interaktif secara maksimal.
Kegiatan “Tarik Tambang Matematika” menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran abad ke-21 bisa dimulai sejak dini, bahkan di kelas 1 SD.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak bukan hanya memahami konsep pengurangan, tetapi juga menumbuhkan semangat kompetisi sehat, kolaborasi, dan rasa percaya diri.
Di akhir kegiatan, para siswa bertepuk tangan gembira sambil saling memberi selamat. Tak ada yang kalah—semua merasa menang karena belajar dengan cara yang seru. Seperti diungkapkan Azfar Shaquille Rafeyfa Manie sambil tersenyum lebar, “Belajar Matematika ternyata bisa kayak lomba!”
Di SD Muri, setiap kegiatan belajar bukan sekadar mencari nilai, melainkan menumbuhkan cinta belajar yang akan melekat sepanjang hayat. (#)
Jurnalis Abdul Rokhim Ashari Penyunting Mohammad Nurfatoni












