Feature

Silaturahmi II Ambulans Muhammadiyah Jatim: Perkuat Layanan, Bangun Branding Berbasis Data

79
×

Silaturahmi II Ambulans Muhammadiyah Jatim: Perkuat Layanan, Bangun Branding Berbasis Data

Sebarkan artikel ini
Silaturahmi II Ambulans Muhammadiyah Jawa Timur, Magetan 1-2 Mei 2026 (Tagar.co/Yekti Pitoyo)

Silaturahmi II Ambulans Muhammadiyah Jatim terus perkuat layanan dan membangun branding berbasis data. Koordinator Ambulanmu paparkan program Doa (Donasi Ambulans) yang telah sukses di Probolinggo

Tagar.co – Sebanyak 85 kru ambulans Muhammadiyah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul dalam kegiatan Silaturahmi II Ambulans Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Kopi Bara, Kabupaten Magetan, Jumat-Sabtu (1–2/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan jejaring layanan kemanusiaan berbasis relawan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan umat.

Dalam forum tersebut, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim drh. Zainul Muslimin menekankan pentingnya pengelolaan ambulans yang tidak sekadar operasional, tetapi mampu menjadi kebanggaan organisasi.

Kelola Profesional

Ambulans Muhammadiyah harus dikelola secara profesional agar dapat berkembang, berkelanjutan, bahkan “beranak pinak” sebagai bentuk ekspansi layanan.

“Ambulans ini bukan hanya alat transportasi medis, tetapi simbol pelayanan. Harus dikelola dengan baik agar tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat luas,” ujarnya.

Zainul juga menyoroti aksi-aksi heroik para kru ambulans yang selama ini telah menjadi bagian dari layanan fast response relawan Ambulanmu

Baca Juga:  Turba LPCRPM PDM Tuban Temukan Energi Baru dari Ranting Muda Wolutengah

Menurutnya, kekuatan layanan tersebut perlu didukung dengan data yang terukur. Mulai dari jumlah layanan hingga total kilometer perjalanan, semua harus terdokumentasi dan dikonsolidasikan sebagai basis penguatan narasi lembaga.

“Silaturahmi ini jangan hanya hadir secara fisik. Kita harus membawa data, menyusun narasi, dan membangun branding lembaga. Dari situ, nama Muhammadiyah akan semakin terangkat,” tegasnya.

Potensi Jejaring 

Peserta dari Jawa Tengah turut hadir dengan kekuatan yang cukup signifikan, di antaranya dari Kota dan Kabupaten Semarang yang membawa lima unit ambulans dengan 13 kru, serta perwakilan dari Klaten, Jepara, dan Sragen. Dari Yogyakarta hadir perwakilan dari Bantul, Gunungkidul dan Sleman.

Kehadiran lintas wilayah ini memperkuat optimisme bahwa jejaring ambulans Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kekuatan layanan sosial nasional.

Koordinator Kru AmbulanMu Jawa Timur, Ahmad Ridho Pambudi, yang akrab disapa Kung Ridho, memaparkan program DOA (Donasi Ambulans) yang menjadi pengalaman sukses dari Probolinggo.

Program ini menunjukkan bahwa layanan ambulans tidak hanya bergantung pada donasi konvensional, tetapi bisa dikelola secara produktif melalui dukungan Lazismu sehingga operasionalnya bahkan mampu menghasilkan surplus.

Baca Juga:  Parenting TK Aisyiyah Ketangi: Menanam Nilai-Nilai Zakat, Infak, dan Wakaf sejak Usia Dini

“Jika dikelola dengan baik, layanan ini bukan hanya berjalan, tapi juga memberi dampak layanan kesehatan yang lebih luas untuk umat,” ungkapnya.

Kung Ridho menegaskan pentingnya menjaga semangat kolektif dalam pelayanan. Dia mengajak seluruh kru untuk terus meningkatkan kualitas layanan tanpa bergantung pada pihak lain.

“Apa yang kita lakukan ini luar biasa. Tapi jangan sampai kita hanya mengandalkan orang lain. Kita harus mandiri, kuat, dan terus bergerak memberi arti,” tuturnya. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo. Penyunting Sugiran.