Feature

Bukan Sekadar Teori, Siswa SD Muri Ikuti Praktik Mandi Wajib Sungguhan

98
×

Bukan Sekadar Teori, Siswa SD Muri Ikuti Praktik Mandi Wajib Sungguhan

Sebarkan artikel ini
Ustaz Mohammad Hilmi Fachruddin, S.Pd., memberikan penjelasan tentang mandi wajib kepada siswa kelas IV–VI dalam kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik. (Tagar.co/Indah)

Dalam kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam, siswa kelas IV–VI SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik tidak hanya belajar teori fikih, tetapi juga mempraktikkan langsung tata cara mandi wajib sebagai bekal memasuki masa balig.

Tagar.co – Suasana belajar yang berbeda tampak di Masjid At-Taqwa kompleks Perguruan Muhammadiyah Giro Kebomas Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026). Saaat itu siswa kelas IV hingga VI SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, mengikuti materi praktik mandi wajib dalam rangkaian kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) dengan penuh antusias.

Baca juga: Menjelang Balig, Siswa SD Muri Ditempa Adab Pergaulan dan Praktik Bersuci

Materi ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran fikih, khususnya bagi siswa yang mulai memasuki masa balig. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibimbing memahami tata cara bersuci dengan benar agar ibadah yang mereka lakukan sah dan sesuai tuntunan syariat Islam.

Materi disampaikan oleh Mohammad Hilmi Fachruddin, S.Pd., bersama Umamah, S.Ag. Pada awal sesi, para pemateri menjelaskan kondisi-kondisi yang mewajibkan mandi besar.

Baca Juga:  Dari Sains hingga Literasi, Open School SD Muri Tampilkan Hasil Belajar Nyata

Para siswa dikenalkan bahwa perempuan diwajibkan mandi setelah selesai masa haid, sedangkan laki-laki diwajibkan mandi setelah mengalami mimpi basah. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.

Dengan senyum lebar, Keenant Maulana Hasan, siswa kelas IV Ahmad Azhar Basyir, mempraktikkan tata cara mandi wajib dalam kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik. (Tagar.co/Indah)

Memahami Tata Cara Mandi Wajib

Setelah memahami dasar hukumnya, para siswa diajak mempelajari langkah-langkah mandi wajib sesuai sunah Nabi Muhammad Saw., mulai dari niat, membersihkan bagian tubuh tertentu, hingga mengguyur seluruh tubuh agar air merata ke seluruh anggota badan.

Penjelasan disampaikan secara bertahap agar siswa tidak hanya mengetahui urutan tata cara mandi wajib, tetapi juga memahami pentingnya bersuci sebagai syarat sah berbagai ibadah.

Selama penyampaian materi, para siswa tampak menyimak dengan serius. Beberapa di antaranya juga mengajukan pertanyaan untuk memastikan pemahaman mereka tentang materi yang dijelaskan.

Ananda Imam Rafi’i Wafi, siswa kelas V Amien Rais, mempraktikkan tata cara mandi wajib di hadapan teman-temannya dengan arahan Ustaz Mohammad Hilmi Fachruddin dalam kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik. (Tagar.co/Indah)

Praktik Langsung di Kamar Mandi

Setelah sesi penjelasan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di kamar mandi sekolah yang dipisahkan antara siswa putra dan putri. Siswa perempuan dipandu oleh Umamah, sedangkan siswa laki-laki dibimbing oleh Mohammad Hilmi Fachruddin.

Baca Juga:  Ngaji on the Street SD Muri Digelar di Wisata Giri Kuno, Mengaji dalam Nuansa Sejarah

Praktik dilakukan secara bergantian mulai dari kelas IV, V, hingga VI.

Suasana praktik berlangsung semarak dan penuh semangat. Para siswa memperhatikan setiap tahapan yang dijelaskan, lalu mencoba mempraktikkannya sesuai arahan pemateri.

Salah satu siswa kelas VI, Khalifah Hakeem Said Ilmiawan, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Sekarang saya tahu bagaimana cara mandi wajib yang benar, dan airnya juga terasa segar sekali,” ujarnya dengan wajah ceria.

Kepada Tagar.co, Mohammad Hilmi Fachruddin menjelaskan melalui kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori tentang bersuci, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan pemahaman yang baik sejak dini, siswa diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih sempurna serta meneladani tuntunan Rasulullah Saw. dalam menjaga kesucian diri,” ujarnya. (#)

Jurnalis Novita Dyah Puspitasari | Penyunting Mohammad Nurfatoni