Feature

Musypimda Aisyiyah Gresik: Saat Aspirasi dari Cabang Menggema di Gedung Dakwah

734
×

Musypimda Aisyiyah Gresik: Saat Aspirasi dari Cabang Menggema di Gedung Dakwah

Sebarkan artikel ini
Ketua dan Anggota PDA Gresik yang memimpin Musypimda I Aisyiyah Kabupaten Gresik (Tagar.co/Estu Rahayu)

Di Musypimda Aisyiyah Gresik, bukan hanya laporan yang disampaikan. Kritik membangun dari cabang dan semangat juang para ibu menjadikan forum ini penuh haru dan harapan.

Tagar.co – Suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik pada Ahad pagi (18/5/2025) tampak semarak oleh kehadiran ibu-ibu berseragam batik hijau bertuliskan Aisyiyah.

Motif sulur-suluran menghiasi kain, dipadu jarik cokelat bermotif parang dan jilbab kuning. Mereka hadir dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I Aisyiyah Kabupaten Gresik periode 2022–2027.

Sebanyak 150 peserta hadir dalam Musypimda ini, yang terdiri atas Badan Pembantu Pimpinan (BPP), 17 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) beserta perwakilan dari ranting, serta tamu undangan khusus. Agenda utama adalah penyampaian laporan kinerja majelis dan lembaga selama setengah periode kepemimpinan tahun 2022–2023.

Baca juga: PDA Gresik Adakan Kelas Inklusif Belajar Al-Qur’an Isyarat

Satu per satu, para ketua majelis dan lembaga melaporkan capaian kegiatan lengkap dengan prosentase pelaksanaannya. Namun yang menjadi sorotan bukan hanya data dan angka, melainkan sesi tanggapan dari peserta. Di sinilah Musypimda berubah menjadi ruang curhat kolektif yang jujur dan penuh semangat.

Baca Juga:  Tak Ada Istilah Mantan Mertua, Aisyiyah Gresik Tekankan Harmonisasi Keluarga

Siti Fatimah, S.Ag., perwakilan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah Cerme, dengan lugas menyuarakan perasaannya. “Pimpinan Daerah Aisyiyah memiliki banyak kegiatan. Di antaranya pertemuan periodik, pertemuan CMA (Corps Mubaligat Aisyiyah), dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Ia menilai, kualitas sumber daya manusia di tingkat daerah jauh lebih unggul karena sebagian besar berprofesi sebagai dosen dan guru. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi cabang dan ranting yang mayoritas anggotanya adalah petani dan buruh tani.

“Jadi saya mohon ketika ada kegiatan di pimpinan daerah, mohon dipikirkan SDM cabang,” tegasnya.

Siti Fatimah, S.Ag. saat menyampaikan tanggapan dalam Pleno I Musyawarah Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik (Tagar/Estu Rahayu)

Mendapatkan masukan itu, Sekretaris PDA Gresik, Ir. Siti Faizah, yang berada di atas panggung langsung memberikan respons. Dengan tenang, ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan telah disesuaikan dengan hasil Musyawarah Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur.

“Dan insyaallah kami tetap memikirkan 18 cabang di Gresik dan 1 cabang istimewa,” jawabnya sambil tersenyum.

Salah satu bukti komitmen, lanjutnya, adalah ketepatan waktu dalam memulai acara. “Acara ini dimulai tepat pukul 07.30, dan hingga siang ini tidak ada satu pun peserta yang meninggalkan aula lantai 4 ini,” tambahnya disambut riuh tepuk tangan.

Baca Juga:  Hadiah Ulang Tahun di Panggung MTQ: Kisah Innik Hikmatin dan Cabang Disabilitas yang Jadi Magnet

Tepuk tangan itu bukan hanya untuk penyelenggara, tetapi juga untuk semangat para peserta—ibu-ibu Aisyiyah yang tetap bergelora meski usia tak lagi muda. Fisik boleh lelah, tetapi semangat tak pernah padam.

Sorotan terakhir tertuju pada sosok Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I. Meski dalam kondisi sakit, ia tetap duduk mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa beranjak sedikit pun dari tempatnya.

“Semangat ber-Aisyiyah ditunjukkan oleh Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin. Meskipun kondisinya sakit, beliau tetap tidak beranjak dari tempat duduknya,” ucap seorang peserta dengan haru.

Tatapan peserta pun serentak menoleh ke arahnya. Innik yang sejak awal duduk di kursi hanya bisa naik ke panggung dengan dipapah. Namun kehadirannya menjadi simbol keteladanan: bahwa perjuangan di jalan dakwah tak mengenal kata menyerah. (#)

Jurnalis Estu Rahayu Penyunting Mohammad Nurfatoni