Feature

Pengajian Perdana PRM Ini Kupas Salat dan Kurban

33
×

Pengajian Perdana PRM Ini Kupas Salat dan Kurban

Sebarkan artikel ini
Pengajian
PRM dan PRA Balonggabus mengadakan pengajian perdana. (Tagar.co/Nana)

Tagar.co – Pengajian bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Balonggabus berlangsung. Ahad (3/5/2026) pukul 19.30.

Acara berlangsung di sekretariat PRM-PRA Balonggabus Perumahan Permata Candiloka Blok X-04 RT 08 RW 04 Desa Balonggabus Kec. Candi, Sidoarjo.

Jemaah berjumlah 30 orang. Ini adalah pengajian perdana yang menghadirkan pasangan suami istri Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

“Kami ingin agar suami dan istri seiring dan sejalan dalam menegakkan Islam melalui Muhammadiyah. Tidak hanya bapak-bapak yang memiliki ilmu, tetapi ibu-ibu juga harus memiliki pemahaman yang sama. Maka untuk tujuan itulah pengajian ini diadakan,” kata Rachmad Subekti, pembawa acara.

Dengan tema Ajak Keluarga Kita Salat dan Berkurban, penceramah Ustaz Syukron Dian, S.Pd membuka pengajian dengan membacakan Al-Qur’an surah Taha (20) ayat 132.

Dia menjelaskan, ayat itu menerangkan Allah memerintahkan manusia untuk salat dan bersabar dalam melaksanakannya.

“Karena Allah Swt mendatangkan rezeki dengan perantaraan salat. Dan orang yang menegakkan salat merupakan salah satu tanda orang yang bertakwa,” tuturnya.

Baca Juga:  Pagi Religius Membuat Syahdu Sekolah Ini

Setelah itu dia mengutip surah Al-Mukminin ayat 11-12 tentang salat yang khusyuk. ”Orang-orang yang melakukan salat dengan khusuk akan mewarisi surga Firdaus,” lanjut Ustaz Dian.

Dia mengatakan, salat dan berkurban adalah dua ibadah yang berkaitan erat, khususnya sebagai wujud syukur atas nikmat Allah yang melimpah sebagaimana diperintahkan dalam Al-Kautsar ayat 2.

”Salat merupakan pendekatan diri (taqarrub) secara ruhani, sementara berkurban adalah bukti cinta dan pendekatan diri secara sosial serta material. Salat membersihkan jiwa dari perbuatan keji dan munkar, sementara kurban menyucikan harta dan mengikis sifat kikir. Keduanya merupakan jalan untuk meraih ketakwaan,” tuturnya.

Di sela sesi sharing, Rachmad Subekti menceritakan pengalaman kegigihan tukang becak yang bisa berkurban setiap tahun dengan menyisihkan setoran becaknya untuk ditabung.

Hasil tabungan ini digunakan untuk membeli hewan kurban setiap bulan Zulhijjah. (#)

Jurnalis Nana Liesdiana Penyunting Sugeng Purwanto