Feature

Semangat Hardiknas di SD Almadany, Siswa Didorong Jadi Pemimpin Masa Depan

97
×

Semangat Hardiknas di SD Almadany, Siswa Didorong Jadi Pemimpin Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Suasana khidmat upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang. Ratusan siswa mengikuti prosesi dengan tertib, saat M. Fadloli Aziz menyampaikan amanah tentang pentingnya keteladanan, semangat belajar, dan akhlak sebagai bekal generasi pemimpin masa depan. (Tagar.co/Mahhfudz Efendi)

Upacara Hardiknas 2026 di SD Almadany Gresik berlangsung khidmat. Dalam amanahnya, M. Fadloli Aziz mengingatkan pentingnya keteladanan, semangat belajar, dan akhlak sebagai bekal calon pemimpin bangsa.

Tagar.co – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Banun Mansur Almadany, Senin (4/5/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan melibatkan seluruh warga sekolah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, M. Fadloli Aziz.

Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan nasional.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Gresik, M. Fadloli Aziz, menyampaikan amanah saat upacara Hardiknas 2026 di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang. Ia mengingatkan siswa untuk terus belajar dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. (Tagar.co/Mahhfudz Efendi)

Dalam amanahnya, Kepala SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik periode 2009–2013 itu menyampaikan sejarah Hardiknas sekaligus mengingatkan kembali sosok Ki Hajar Dewantara beserta semboyannya, “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”

Ia kemudian menjelaskan makna semboyan tersebut dengan interaktif, sesekali melibatkan siswa dalam tanya jawab. Ing ngarsa sung tuladha berarti di depan harus mampu menjadi teladan, ing madya mangun karsa bermakna di tengah membangun semangat, dan tut wuri handayani berarti di belakang memberikan dorongan.

Baca Juga:  Puasa ala Rojali dan Rohana: Jangan Hanya Datang, tapi Beramal!

Aziz berharap, ke depan akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa dari SD Almadany. “Kalian adalah calon pemimpin bangsa di masa mendatang,” ujarnya di hadapan peserta upacara. Ia juga menegaskan bahwa siswa tidak hanya belajar, tetapi juga harus bertumbuh dan berkembang untuk siap memimpin di masa depan.

Pesan tersebut sejalan dengan ajaran tokoh pembaharu K.H. Ahmad Dahlan, yang menekankan bahwa murid tidak hanya belajar, tetapi juga mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh. Hal ini, menurutnya, selaras dengan visi SD Almadany sebagai sekolah yang membawa nilai rahmatanlilalamin.

Ia juga mengutip sabda Nabi Muhammad Saw bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Selain itu, Aziz mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 yang menyatakan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Menutup amanahnya, Aziz menyampaikan dua pesan utama kepada siswa SD Almadany: pertama, agar senantiasa giat belajar; kedua, menjaga akhlak terhadap orang tua, guru, dan teman. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni

Baca Juga:  Surah Al-Kausar: Jawaban Langit di Tengah Luka Kehilangan