Feature

Rakor Aisyiyah Wilker Madiun Hadirkan Tiga Pembicara

40
×

Rakor Aisyiyah Wilker Madiun Hadirkan Tiga Pembicara

Sebarkan artikel ini
Rakor (Rapat koordinasi) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA)se Wilker Madiun digelar di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngawi, Ahad (3/5/2026).
‎ Dr. Nur Mukaromah menjadi pembicara di Rakor PDA Wilker Madiun. (Tagar.co/Supriyati)

Tagar.co – Rakor (Rapat koordinasi) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA)se Wilker Madiun digelar di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngawi, Ahad (3/5/2026).

Rakor PDA se Wilker Madiun terdiri dari PDA Pacitan, Ponorogo, Magetan, Kab.Madiun, Kota Madiun, dan Ngawi. Tiap PDA mengutus enam orang hadir di acara ini. Terdiri ketua, sekretaris, bendahara, pimpinan majelis tablig dan ketarjihan( MTK), majelis hukum dan HAM (MHH) dan majelis kesejahteraan sosial (MKS).

Ketua PDA Ngawi, Supriyati, menyampaikan, silaturahmi ini dapat mempererat ukhuah islamiah dan ukhuah organisasi serta menjadi momentum untuk meningkatkan etos kerja dalam menjalankan amanah organisasi.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber. Pembicara pertama Prof. Dr. Sugiarti, M.Si  Dia menyampaikan strategi pengembangan organisasi.

Pertama, pendataan : transformasi data menjadi kekuatan digital. Dalam organisasi besar data adalah kompas kebijakan ,tidak boleh lagi mengandalkan perkiraan manual.

Digitasisasi data base anggota  membangun sistem keanggotaan berbasis NIK atau digital ID.

Inventarisasi aset organisasi : mendata seluruh aset bergerak dan tidak bergerak secara transparan. Pencatatan yang kurang baik bisa berakibat kehilangan aset.

Baca Juga:  Alun-Alun Ngawi Tandai Sejarah Lahirnya IGABA Mandiri

Kedua, penataan lembaga: stuktur organisasi yang ramping. Pemetaan potensi SDM (skill mapping) dengan mendata keahlian spesifik anggota seperti guru, tenaga medis, ahli hukum.

Ketiga, pendanaan: organisasi harus mandiri secara ekonomi.

Caranya optimalisasi iuran anggota, hilirisasi ekonomi dengan membentuk unit usaha, crowdfinding, dan wakaf produktif.

Strategi pengembangan program: harus menjawab masalah nyata di masyarakat, kebetlanjutan.

”Jangan membuat program sekali jalan. Harus berkolaborasi. Organisasi besar harus mampu menjadi jembatan. Jangan eksklusif,” tuturnya.

Dia menyampaikan, pimpinan yang hebat tidak hanya dilihat dari berapa banyak orang yang mengikutinya tetap dari seberapa tangguh sistem yang ia tinggalkan agar organisasi tetap hidup melampaui usianya sendiri.

Lalu dia mengakhiri paparannya dengan pantun

Pergi ke Ngawi menbeli jati

Singgah sebentar di benteng Van Den Bosch

Rakorwil ini satukan hati

Majukan organisasi agar lebih joss.

Peserta Rakor PDA Wilker Madiun rekreasi ke Benteng van den Bosch. (Tagar.co/Supriyati)

Pembicara kedua  Dr. Nur Mukaromah,S.Kes,.M.Kes dari PWA Jatim yang juga Wakil Rektor Umsura. Dia menyampaikan tata kelola organisasi dengan merujuk surah Shaf: 4.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam satu barisan seperti bangunan yang kokoh.

Baca Juga:  Lima Resep Raih Predikat Haji Mabrur

”Dalam sistem organisasi, sekretaris harus bisa menjadi roda untuk jalannya organisasi,” katanya. ”Setiap PDA wajib mempunyai keunggulan dengan memetakan  sesuai dengan bidang keahlian SDM masing masing. Antara PDA satu dengan yang lain tidak harus sama sesuai dengan situasi konsisi sumber daya manusia,” ujarnya.

Pembicara ketiga Dr. Heni Mardiningsih, SE, MM. Dia menjelaskan, sistem sentralisasi manajemen keuangan Aisyiyah.

”Manajemen keuangan adalah aktivitas meneroleh dana, menggunakan dana, mengelola aset organisasi serta penyusunan laporan keuangan organisasi secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sistem sentralisasi dalam pengelolaan keuangan yaitu seluruh aktivitas keuangan baik penerimaan maupun pengeluaran lewat satu pintu yaitu bendahara.

Bendahara  ikut serta dalam pembuatan RAPBO yang kemuadian mengajukan untuk disahkan menjadi APBO (Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi).

Acara Rakor diakhiri dengan wisata ke benteng Van den Bosch di Ngawi. (#)

Jurnalis Supriyati  Penyunting Sugeng Purwanto