Feature

Alun-Alun Ngawi Tandai Sejarah Lahirnya IGABA Mandiri

58
×

Alun-Alun Ngawi Tandai Sejarah Lahirnya IGABA Mandiri

Sebarkan artikel ini
Ribuan siswa dan guru memadati Alun-Alun Merdeka Ngawi saat peluncuran IGABA Mandiri. Bupati Ony Anwar Harsono menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak bangsa.
Drumben Gita Ceria dari TK Aisyiyah 4 Ngawi tampil memukau di peluncuran IGABA Mandiri. (Tagar.co/Supriyati)

Ribuan siswa dan guru memadati Alun-Alun Merdeka Ngawi saat peluncuran IGABA Mandiri. Bupati Ony Anwar Harsono menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak bangsa.

Tagar.co — Suara derap langkah kaki mungil yang serempak memecah keheningan pagi di Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi, Kamis, 29 Januari 2026. Mengenakan seragam kebanggaannya, personel Drumben Gita Ceria dari TK Aisyiyah 4 Ngawi tampil memukau. Mereka membuka prosesi peluncuran Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Mandiri.

Meski lapangan masih menyisakan genangan air akibat guyuran hujan semalam, semangat ribuan peserta tidak luntur sedikit pun. Acara bertajuk “Membangun Kemandirian IGABA dalam Melejitkan PAUD Aisyiyah untuk Generasi Berkemajuan” ini bukan sekadar seremoni biasa. Ia menjadi tonggak sejarah bagi Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan IGABA Ngawi dalam memperkuat profesionalisme guru.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 3.600 orang yang terdiri dari 1.670 siswa, 1.670 wali murid, serta ratusan guru dan tamu undangan memerahkan jantung kota Ngawi. Sejumlah tokoh penting hadir memberikan dukungan penuh. Tampak Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., mendampingi Bunda PAUD Kabupaten Ngawi, Ana Mursyida Ony Anwar, M.Ked.Klin., Sp.KFR. Hadir pula Ketua PP PAUD Kabupaten Ngawi, Dra. Siti Zubaidah Moch Sodiq, jajaran Forpimda, hingga pimpinan organisasi profesi dan keagamaan seperti PDM serta PDA Ngawi.

Baca Juga:  Strategi Logika Kids Tingkatkan Layanan Tumbuh Kembang
Ribuan siswa dan guru memadati Alun-Alun Merdeka Ngawi saat peluncuran IGABA Mandiri. Bupati Ony Anwar Harsono menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak bangsa.
Para guru, siswa, dan tamu undangan senam massal Anak Aisyiyah Hebat di peluncuran IGABA Mandiri. (Tagar.co/Supriyati)

Fondasi Kemandirian Guru Aisyiyah

Dalam laporannya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Ngawi, Supriyati, S.Pd., M.Si., mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi yang terjalin. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ngawi beserta berbagai lembaga seperti Baznas dan OPD terkait yang memberikan dukungan moral maupun finansial. Bagi Supriyati, IGABA adalah wadah vital untuk meningkatkan kompetensi guru demi mencetak peserta didik yang berkualitas.

“Kemandirian IGABA adalah fondasi utama dalam mewujudkan visi organisasi untuk menciptakan guru-guru Bustanul Athfal yang profesional, berkompeten, dan berakhlak mulia,” ujar Supriyati, S.Pd., M.Si. dengan nada optimis.

Ia menegaskan, dengan organisasi yang mandiri, IGABA akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi penerus yang berilmu sesuai nilai-nilai Islam dan Aisyiyah. Pasalnya, eksistensi IGABA sebagai organisasi profesi memang fokus pada pengembangan pendidikan anak usia dini.

Kemandirian yang mereka canangkan hari ini, lanjut Supriyati, harapannya mampu melejitkan kualitas PAUD Aisyiyah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal ini selaras dengan tujuan besar organisasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berdaya saing tinggi di tingkat kabupaten maupun nasional.

Baca Juga:  PKDA Spemdalas: Siswa Diajak Mendalami Sirah Nabawi

Baca Juga: Meriah, Milad Ke-27 IGABA Ngawi

Pesan Mendalam dari Podium Bupati

Saat naik ke podium, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., tidak hanya memberikan sambutan formal. Ia memberikan edukasi mendalam mengenai pola asuh anak yang sering kali terabaikan di era digital. Menurutnya, sekolah bukanlah satu-satunya tempat anak menimba ilmu karakter. Justru, peran keluarga jauh lebih dominan dalam menentukan masa depan sang buah hati.

“Pembentukan karakter anak itu komposisinya 80 persen dari orang tua dan 20 persen dari guru. Lingkungan keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita,” tegas Bupati Ony Anwar Harsono, S.T., M.H. di hadapan ribuan wali murid yang menyimak dengan saksama. Kalimat ini menjadi pengingat keras, tanggung jawab pendidikan karakter tidak bisa berpindah tangan sepenuhnya kepada pihak sekolah.

Lebih lanjut, Bupati menjabarkan tiga poin krusial bagi orang tua. Pertama, prioritas waktu; orang tua harus tetap membimbing putra-putrinya di tengah kesibukan.

Kedua, keteladanan; budi pekerti luhur harus bermula dari contoh nyata di rumah. Ketiga, lingkungan positif; keharmonisan keluarga merupakan fondasi utama tumbuh kembang anak. Ketiga poin ini menjadi “resep” utama dalam mendukung kemandirian pendidikan yang diusung IGABA.

Baca Juga:  Merawat Autentisitas di Dunia Kerja: Strategi Zam Zam Amanah bersama Biro Gemilang Consulting
Ribuan siswa dan guru memadati Alun-Alun Merdeka Ngawi saat peluncuran IGABA Mandiri. Bupati Ony Anwar Harsono menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak bangsa.
Siswa TK Aisyiyah 2 menyerahkan kenang-kenangan berupa karya lukisan kepada Bunda PAUD Kabupaten Ngawi, Ana Mursyida Ony Anwar, M.Ked.Klin., Sp.KFR. (Tagar.co/Supriyati)

Senam Massal dan Apresiasi Kreativitas

Puncak acara mereka tandai dengan pelepasan balon oleh Bupati dan Bunda PAUD Kabupaten Ngawi. Ini sebagai simbol peluncuran IGABA Mandiri.

Sesaat setelah balon-balon itu menghilang di balik awan, musik ceria segera bergema. Instruktur Devi Eka Ravitasari dan Reni Eka Palupi memandu Senam Massal Anak Aisyiyah Hebat. Gerakan energik para siswa beserta pejabat dan tamu undangan menciptakan suasana cair dan penuh kegembiraan.

Kemeriahan berlanjut dengan sesi apresiasi bagi mereka yang berprestasi. Sebelumnya, panitia telah menggelar lomba video pendek sebagai rangkaian kegiatan. Bupati Ngawi secara langsung menyerahkan plakat kepada tiga pemenang terbaik. Yakni ABA Paron, ABA 1 Ngawi, dan ABA Jogorogo. Prestasi ini menunjukkan, kreativitas guru dan sekolah di bawah naungan Aisyiyah terus tumbuh subur mengikuti perkembangan teknologi.

Sebagai penutup yang manis, seorang siswa TK Aisyiyah 2 menyerahkan kenang-kenangan berupa karya lukisan kepada Bunda PAUD Kabupaten Ngawi, Ana Mursyida Ony Anwar, M.Ked.Klin., Sp.KFR. Lukisan tersebut menjadi simbol kasih sayang dan harapan besar anak-anak Ngawi terhadap masa depan pendidikan yang lebih cerah di bawah bimbingan guru-guru IGABA yang mandiri dan berdedikasi. (#)

Jurnalis Supriyati Penyunting Sayyidah Nuriyah