
Kegiatan Outdoor Learning SD Mumtas Surabaya menghadirkan Mr. Grady Brian Mitchell, dosen Universitas Brawijaya asal Los Angeles. Di Taman Harmoni, siswa belajar bahasa Inggris dengan cara menyenangkan sambil menumbuhkan mimpi besar menembus dunia.
Tagar.co — Tawa riang memenuhi halaman SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) pada Sabtu pagi (1/11/2025). Hari itu, sebanyak 42 siswa yang tergabung dalam English Study Club (ESC) memulai petualangan belajar di luar kelas menuju Taman Harmoni Keputih, Surabaya.
Kegiatan bertajuk Outdoor Learning ini dikemas dengan cara menyenangkan dan penuh pengalaman baru.
Baca juga: Menanamkan Akhlak Mulia sejak Dini lewat Tadarus Keliling SD Mumtas
Dua bus dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya membawa rombongan menuju taman hijau nan asri itu. Sepanjang perjalanan, para siswa tampak antusias, saling bercakap dalam bahasa Inggris sederhana yang mereka pelajari di kelas. Canda dan semangat belajar berpadu dalam suasana perjalanan yang cerah dan penuh keceriaan.
Belajar Langsung dari Native Speaker
Kegiatan kali ini terasa istimewa karena menghadirkan Mr. Grady Brian Mitchell, native speaker asal Los Angeles, Amerika Serikat. Ia lahir pada 9 November 1994 di California dan kini menjadi dosen di Program Studi Sastra Inggris (SPEL) dan Pendidikan Bahasa Inggris (SPELE) Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Grady dikenal luas di lingkungan FCS UB sebagai dosen muda yang ramah dan akrab dengan budaya Indonesia. Sebelum mengajar, ia pernah mengikuti Program Darmasiswa RI 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Setelahnya, ia melanjutkan studi magister Linguistik di UB dan memperoleh sertifikasi TEFL (Teaching English as a Foreign Language) untuk mengajar secara profesional.
Begitu tiba di taman, Mr. Grady langsung mencairkan suasana.
“Hello, what’s your name?” sapanya sambil tersenyum lebar.
Dengan percaya diri, para siswa menjawab dan bahkan berani bertanya balik tentang asal dan kehidupan sang tamu dari negeri Paman Sam. Suasana belajar pun hidup, interaktif, dan penuh tawa.
Selain berdialog, Mr. Grady mengajak anak-anak bermain sambil belajar, memberi motivasi pentingnya menguasai bahasa Inggris di era global, serta berbagi cara belajar yang menyenangkan.
“Bahasa Inggris itu bukan sekadar pelajaran, tapi jembatan menuju dunia luas,” ujarnya bersemangat.

Serunya Belajar di Alam Terbuka
Koordinator ESC Mumtas, Niken Ayu Hapsari, S.Pd., menjelaskan Taman Harmoni dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Menurut dia, taman ini baru selesai direnovasi, memiliki area yang luas, hijau, dan sejuk, serta cocok untuk anak-anak belajar sambil bermain.
“Tempatnya bagus, udaranya segar, dan sangat pas untuk anak-anak. Sekalian melihat suasana taman yang baru diperbarui,” ujarnya.
Niken Ayu Hapsari menambahkan kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman otentik berkomunikasi langsung dengan penutur asli bahasa Inggris.
“Berbicara dengan orang Indonesia yang berbahasa Inggris tentu berbeda dibanding berbicara langsung dengan native speaker. Anak-anak jadi lebih berani, terbiasa mendengar aksen asli, dan akhirnya bisa berbicara full in English,” tuturnya.
Selain berinteraksi dengan native speaker, para siswa juga menikmati berbagai wahana. Mereka menaiki kuda, berfoto bersama Mr. Grady, dan menjelajahi taman yang penuh bunga dan pepohonan. Setiap momen terasa berkesan—belajar dan bermain berpadu dalam harmoni alam.

Mimpi Besar dari Taman Harmoni
Sementara itu, Kepala SD Mumtas M. Khoirul Anam, M.Pd.I. memberikan apresiasi tinggi atas dukungan orang tua dan semangat para guru pendamping. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan inspiratif bagi para siswa.
“Hari ini kita belajar bersama Mr. Grady dari Los Angeles. Tapi suatu saat nanti, justru kalianlah yang akan datang ke Amerika—untuk sekolah, kuliah, atau bekerja. Mimpi besar itu dimulai dari SD Mumtas,” pesannya penuh makna.
Kegiatan Outdoor Learning ESC Mumtas ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan mimpi besar dalam diri setiap siswa. Dari taman yang penuh harmoni itu, semangat belajar anak-anak Mumtas seolah terbang menembus batas bahasa dan benua. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












