Feature

Menanamkan Akhlak Mulia sejak Dini lewat Tadarus Keliling SD Mumtas

37
×

Menanamkan Akhlak Mulia sejak Dini lewat Tadarus Keliling SD Mumtas

Sebarkan artikel ini
“Siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) mengikuti kegiatan Tadarus Keliling di rumah orang tua Arief Rahman Hakim, Jl. Sidotopo Wetan Mulia I No. 55, Surabaya, Jumat (26/9/2025). (Tagar.co/M. Ali)

Ruang tamu sederhana berubah menjadi majelis penuh keberkahan. Puluhan siswa SD Mumtas Surabaya tak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga mendapat pesan mendalam tentang hormat pada orang tua dan guru dari Ustaz Abdur Razaq.

Tagar.co – Di ruang tamu yang disulap menjadi majelis, puluhan siswa duduk rapi beralaskan karpet merah. Mereka mengenakan seragam khas berwarna merah muda dan peci hitam, menundukkan kepala dengan penuh khidmat sambil membuka mushaf.

Beberapa guru dan wali kelas tampak mendampingi, sementara tuan rumah menyambut dengan ramah. Meski ruang relatif sederhana, suasana kebersamaan menjadikan kegiatan ini terasa hangat dan bermakna.

Baca juga: Dongeng Garjita Meriahkan Maulid Nabi di SD Mumtas

Pemandangan tersebut terjadi saat SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) menggelar kegiatan Tadarus Keliling di rumah orang tua Arief Rahman Hakim, Jalan Sidotopo Wetan Mulia I No. 55, Surabaya, Jumat pagi (26/9/2025).

Sebanyak 76 siswa kelas 6 mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Tidak hanya membaca ayat suci Al-Qur’an, mereka juga mendengarkan tausiah dari Ustaz Abdur Razaq, M.Pd.I., Sekretaris KBIH Muhammadiyah Surabaya.

Baca Juga:  Belajar Memimpin dari Tanah Suci
Ustaz Abdur Razaq, M.Pd.I, memberikan tausiah yang membumi tentang akhlak mulia kepada para siswa kelas 6 yang mengikuti kegiatan tadarus keliling SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Tagar.co/M. Ali)

Pesan Akhlak dari Ustaz Abdur Razaq

Dalam tausiahnya, Ustaz Abdur Razaq menekankan pentingnya akhlak kepada Allah, Rasulullah, orang tua, dan guru.

Ia menegaskan, ketaatan kepada Allah menjadi fondasi utama yang akan membentuk pribadi berkarakter mulia.

Sementara itu, meneladani Rasulullah berarti berusaha mencontoh kelembutan, kejujuran, dan kasih sayang beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak, kalian tahu siapa yang paling berjasa dalam hidupmu? Ibumu, ayahmu, dan gurumu,” tuturnya penuh kelembutan.

Pesan itu disampaikan agar anak-anak menumbuhkan rasa hormat, tidak membantah orang tua, serta menjaga sopan santun kepada guru yang disebutnya sebagai “orang tua kedua” di sekolah.

Para siswa generasi Qurani SD Mumtas sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dalam acara tadarus keliling di kediaman orang tua Arief Rahman Hakim, Sidotopo Wetan Mulia 1 Nomor 55 Surabaya (Tagar.co/M. Ali)

Apresiasi untuk Tuan Rumah

Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, menyampaikan terima kasih kepada keluarga Arief Rahman Hakim yang telah bersedia menjadi tuan rumah. “Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan menjadikan anak-anak kita tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Kehangatan keluarga tuan rumah terasa sejak awal, ketika mereka menyiapkan ruang sederhana menjadi majelis penuh berkah dan menyambut para siswa dengan ramah. Bagi sekolah, Tadarus Keliling bukan sekadar agenda rutin, melainkan ikhtiar menanamkan akhlak dan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini.

Baca Juga:  WC 6 dan Seni Bertahan di Labirin Masjidilharam

Dengan bergilir dari satu rumah ke rumah lainnya, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa di tengah tantangan zaman. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni