
Ruang tamu sederhana berubah menjadi majelis penuh keberkahan. Puluhan siswa SD Mumtas Surabaya tak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga mendapat pesan mendalam tentang hormat pada orang tua dan guru dari Ustaz Abdur Razaq.
Tagar.co – Di ruang tamu yang disulap menjadi majelis, puluhan siswa duduk rapi beralaskan karpet merah. Mereka mengenakan seragam khas berwarna merah muda dan peci hitam, menundukkan kepala dengan penuh khidmat sambil membuka mushaf.
Beberapa guru dan wali kelas tampak mendampingi, sementara tuan rumah menyambut dengan ramah. Meski ruang relatif sederhana, suasana kebersamaan menjadikan kegiatan ini terasa hangat dan bermakna.
Baca juga: Dongeng Garjita Meriahkan Maulid Nabi di SD Mumtas
Pemandangan tersebut terjadi saat SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) menggelar kegiatan Tadarus Keliling di rumah orang tua Arief Rahman Hakim, Jalan Sidotopo Wetan Mulia I No. 55, Surabaya, Jumat pagi (26/9/2025).
Sebanyak 76 siswa kelas 6 mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Tidak hanya membaca ayat suci Al-Qur’an, mereka juga mendengarkan tausiah dari Ustaz Abdur Razaq, M.Pd.I., Sekretaris KBIH Muhammadiyah Surabaya.

Pesan Akhlak dari Ustaz Abdur Razaq
Dalam tausiahnya, Ustaz Abdur Razaq menekankan pentingnya akhlak kepada Allah, Rasulullah, orang tua, dan guru.
Ia menegaskan, ketaatan kepada Allah menjadi fondasi utama yang akan membentuk pribadi berkarakter mulia.
Sementara itu, meneladani Rasulullah berarti berusaha mencontoh kelembutan, kejujuran, dan kasih sayang beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak, kalian tahu siapa yang paling berjasa dalam hidupmu? Ibumu, ayahmu, dan gurumu,” tuturnya penuh kelembutan.
Pesan itu disampaikan agar anak-anak menumbuhkan rasa hormat, tidak membantah orang tua, serta menjaga sopan santun kepada guru yang disebutnya sebagai “orang tua kedua” di sekolah.

Apresiasi untuk Tuan Rumah
Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, menyampaikan terima kasih kepada keluarga Arief Rahman Hakim yang telah bersedia menjadi tuan rumah. “Semoga Allah membalas dengan keberkahan dan menjadikan anak-anak kita tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Kehangatan keluarga tuan rumah terasa sejak awal, ketika mereka menyiapkan ruang sederhana menjadi majelis penuh berkah dan menyambut para siswa dengan ramah. Bagi sekolah, Tadarus Keliling bukan sekadar agenda rutin, melainkan ikhtiar menanamkan akhlak dan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini.
Dengan bergilir dari satu rumah ke rumah lainnya, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa di tengah tantangan zaman. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












