
Dari ruang sederhana, lahir empat dirigen baru dan dua tim paduan suara. Audisi Dirijen Mimsix Choir bukan sekadar seleksi, tetapi juga ruang belajar percaya diri dan kerja sama.
Tagar.co — Dengan penuh percaya diri, seorang siswi, Nanda Humairatu Bilqist, berdiri di depan ruang audisi, menggerakkan kedua tangannya seolah memimpin sebuah paduan suara. Berbalut jas almamater biru dan kerudung merah muda, ia tampil sebagai salah satu peserta Audisi Dirigen Mimsix Choir (ADMC).
Di hadapannya, juri yang duduk di meja hijau tampak mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Suasana sederhana di aula madrasah justru terasa hangat, seakan menjadi saksi lahirnya calon-calon pemimpin paduan suara.
Baca juga: Belajar IPA Jadi Asyik, Siswa Mimsix Praktikum Perubahan Wujud Benda
Momen itu hanyalah sepotong kecil dari rangkaian kegiatan pagi hari, Rabu (24/9/2025). Sejak usai murajaah bersama, wajah-wajah ceria para siswa MI Muhammadiyah 6 Sekapuk (Mimsix) sudah tampak bersemangat.
Mereka tahu, hari itu berbeda dari biasanya karena akan ada audisi istimewa: pemilihan dirigen dan tim paduan suara Mimsix Choir.

Sambutan Kepala Madrasah
Kepala Mimsix Muhammad Wasil, S.PdI., berdiri di hadapan siswa untuk membuka acara. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan juri eksternal agar anak-anak mendapatkan wawasan langsung tentang cara menjadi dirigen dan anggota paduan suara yang baik.
“Alhamdulillah, hari ini kita akan mencari bakat terbaik kalian di bidang dirigen dan paduan suara. Juri kita adalah Hikmatur Riza Zulia Idha, SPdI, seorang guru seni berpengalaman dengan reputasi yang baik. Jadi ikutilah dengan sungguh-sungguh,” ujarnya penuh semangat.
Menurut Wasil, kegiatan ini bukan sekadar seleksi, melainkan ikhtiar madrasah dalam menumbuhkan keberanian siswa untuk tampil, sekaligus mendukung pembentukan karakter melalui seni suara.
“Kompetisi seperti ini mudah-mudahan berdampak baik pada perkembangan kalian, terutama untuk persiapan upacara bendera dan kegiatan madrasah lainnya,” tambahnya.

Antusiasme dan Arahan Juri
Sebelum audisi dimulai, Hikmatur Riza Zulia Idha—akrab disapa Kiki—memberikan arahan dengan penuh energi. Ia menyapa anak-anak Mimsix dengan lantang, yang dijawab kompak oleh para siswa.
“Saya bangga bisa hadir di Mimsix. Banyak anak hebat lahir dari guru hebat, sesuai jargon madrasah ini: Madrasah para Juara,” ucapnya sambil tersenyum.
Kiki menekankan pentingnya kerja sama tim, penjiwaan lagu, hingga teknik vokal dasar. “Menyanyi harus melihat dirigen, ekspresi harus tersenyum, dan suara harus jelas. Untuk dirigen, kuncinya percaya diri, menguasai lagu, paham birama, dan berdiri tegak dengan pandangan fokus ke depan,” jelasnya sambil memperagakan gerakan.
Para siswa pun menyimak dengan antusias. Ada yang terlihat gugup, ada pula yang tersenyum penuh harapan. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah pengalaman pertama mengikuti audisi semacam ini.

Terbentuk Dua Tim Choir dan Empat Dirigen
Seleksi berlangsung meriah dan penuh semangat. Dari proses panjang itu, akhirnya terbentuk dua tim paduan suara: Mimsix Choir Senior (kelas 6, 5, dan 4) serta Mimsix Choir Junior (kelas 1, 2, dan 3).
Sementara itu, dari 14 peserta audisi dirigen, terpilih empat nama dengan nilai terbaik:
-
Eleanor Ayu Nindya Senja (kelas 2)
-
Clara Natasha (kelas 3)
-
Earlyta Arsyfa Salsabila Putri (kelas 5)
-
Nanda Humairotu Bilqist (kelas 6)
Nanda, salah satu dirigen terpilih, tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. “Waktu audisi, saya berusaha semaksimal mungkin. Saya perhatikan betul contoh dari Ustazah Kiki. Saat nama saya dipanggil dan dinyatakan lolos dengan nilai tertinggi, rasanya senang sekali. Tidak menyangka bisa jadi dirigen terbaik,” ungkapnya penuh haru.

Warisan Semangat Juara
Kegiatan ADMC menjadi bukti bahwa Mimsix terus berkomitmen menumbuhkan talenta sekaligus karakter siswa. Sebelumnya, madrasah ini juga berhasil melahirkan siswa-siswi berprestasi dalam bidang paskibra. Bahkan, dua siswa terpilih menjadi duta madrasah dalam tim polisi cilik Kecamatan Ujungpangkah.
Dengan langkah-langkah seperti ini, Mimsix membuktikan diri sebagai madrasah yang tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengembangan minat, bakat, dan karakter. Seperti yang disampaikan Kiki, “Semoga anak-anak Mimsix terus bersemangat, riang, dan tertib. Karena dari madrasah ini akan lahir generasi juara yang membanggakan.” (#)
Jurnalis Nur Adhimah Penyunitng Mohammad Nurfatoni












