Feature

Upgrading PRM Digelar, Ubah Ranting Biasa Jadi Luar Biasa

56
×

Upgrading PRM Digelar, Ubah Ranting Biasa Jadi Luar Biasa

Sebarkan artikel ini
Upgrading PRM diadakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PDM Kota Surabaya di Trawas, Sabtu-Ahad (2-3/5/2026).
Ketua PDM Kota Surabaya, M. Ridlwan, membuka Upgrading PRM di Trawas, Sabtu-Ahad 203 Mei 2026. (Tagar.co/Sugeng Purwanto)

Tagar.co – Upgrading PRM diadakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PDM Kota Surabaya di Trawas, Sabtu-Ahad (2-3/5/2026).

Acara yang bertajuk Mengubah Ranting Biasa Menjadi Luar Biasa ini diikuti 200 peserta utusan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Surabaya.

Ketua LPCR-PM Surabaya, Jahja Sholahuddin, mengatakan, kondisi PRM dan PCM di Surabaya bervariasi. Ada yang sangat kaya dengan aset besar. Punya amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang besar seperti sekolah, masjid, dan panti.

Amal usaha PCM di Surabaya 90 persen sekolah. Muridnya banyak. Kekayaannya luar biasa. Guru dan karyawan sejahtera.

Tapi, sambung dia, ada juga PCM dan PRM yang memprihatinkan. Belum berkembang. Punya amal usaha, namun makin hari kekurangan murid.

Masjid juga begitu jemaahnya bisa berkurang. Takmir tidak ada regenerasi. Lama-lama sekolah atau masjid itu bisa berkurang dan habis. ”Padahal PRM dan PCM adalah ujung tombak dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.

Dia mengatakan, kalau makin hari ada sekolah berkurang murid dan masjid habis jemaahnya bisa tutup amal usaha itu.  Juga PRM-PCMnya mati karena tidak ada kader.

Baca Juga:  PCM Blimbing Berguru ke GKB, Belajar Inovasi Dakwah dan Manajemen AUM

”Jangan sampai seperti gereja di Eropa yang dijual karena tidak karena sudah tidak ada jemaahnya. Begitu juga kita jangan-jangan ada sekolah atau masjid dijual karena tidak ada yang ngurus,” tandasnya.

Karena itu dia menekankan kader PRM-PCM harus bersedia mengurus sekolah dan masjid sudah tidak terjadi seperti gereja di Eropa.

”Siap mengelola Muhammadiyah?” tanyanya kepada hadirin.

”Siaapppp….” jawab hadirin serempak.

Jahja Sholahuddin meminta kesiapan itu direalisasikan dalam tindakan sehingga setelah acara Upgrading PRM ini semua Cabang dan Ranting hidup dan berkembang.

Indikator Organisasi Unggul

Sementara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. M. Ridlwan, mengatakan, LPCR-PM ini lembaga yang punya banyak kegiatan. Selalu ada yang baru. Seperti acara Upgrading PRM ini.

”Seperti tagline Honda, Selalu Ada Inovasi. Ini artinya organisasi hidup.” katanya. ”Kalau gak hidup jangan-jangan nanti ada amal usaha yang dijual.”

Dia menceritakan, ada beberapa sekolah Muhammadiyah yang ditutup karena kekurangan murid. Ini terjadi karena organisasi tingkat Ranting dan Cabang tidak berjalan.

Baca Juga:  LPCR-PM Jalin Sinergi dengan Umsura Majukan PCM dan PRM

Ridlwan lantas menjelaskan organisasi yang baik itu bisa dilihat dari beberapa indikator. Pertama, banyak kegiatan meskipun anggotanya sedikit. Kegiatan itu seperti pengajian, baca Al-Quran, baksos.

”Jangan sampai Cabang dan Ranting tidak ada kegiatan. Semuanya wajib ada kegiatan. Minimal pengajian sebulan sekali,” tegasnya.

”Jangan kepikiran masalah bisyarah (honor) untuk pembicara pengajian. Bisa kerja sama dengan Lazismu, Majelis Tablig, dan LPCR-PM untuk dana bisyarah,” tutur Ridlwan yang Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Dia mengingatkan, anggota PRM dan PCM sudah pernah studi banding ke Masjid Jogokariyan, PRM Gading di Klaten, maupun Masjid Al-Falah Sragen semestinya hasil studi banding itu diterapkan untuk memajukan PRM-nya.

Kedua, administrasinya tertata. Ridlwan menyebut ada PRM yang tidak punya SK pendirian walaupun sudah ada kegiatan dan pengurus. Akibatnya tidak bisa ikut Musyawarah Daerah.

”Karena itu segera urus SK pendirian. Kalau administrasi baik, maka PRM juga baik,” tegasnya.

Ketiga, ada pemberdayaan ekonomi sosial yang bermanfaat bagi pengurus dan masyarakat. Kader punya kecerdasan ekonomi seperti fundraising lewat media sosial untukmenjaring zakat infak dari seluruh dunia.

Baca Juga:  AUMA Bukan Tempat Kerja Biasa

Keempat, kaderisasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Kaderisasi harus tumbuh sehingga PRM dan PCM diurus juga oleh anak muda.

”Idealnya pimpinan di PCM-PRM 50 persen anak muda dan 50 persen senior,” ujarnya.

Lalu dia mengutip surah Al-Mulk ayat 2 yang menjelaskan Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia supaya beramal yang terbaik.

”Kalau semua anggota Muhammadiyah beramal yang terbaik, maka majulah Islam,” tandasnya lalu dia membuka acara Upgrading PRM ini. (#)

Jurnalis M. Syafii  Penyunting Sugeng Purwanto