Feature

SD Mumtas Hadirkan Keceriaan Ramadan di Panti Muhammadiyah Semampir

845
×

SD Mumtas Hadirkan Keceriaan Ramadan di Panti Muhammadiyah Semampir

Sebarkan artikel ini
Suasana hangat dan ceria mewarnai aula Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir saat anak-anak mengikuti game edukatif yang dipandu Samudera Rahmawanto dan Cholifatul Chasanah. (M. Khoirul Anam/Tagar.co)

Melalui buka puasa bersama, santunan, serta permainan edukatif, keluarga besar SD Muhammadiyah 10 Surabaya menghadirkan keceriaan bagi anak-anak di LKSA/Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir.

Tagar.co – Keluarga besar SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) bersama Ikatan Wali Murid (Ikwam) Mumtas menggelar buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir Surabaya, Kamis (12/3/2026).

Selain menyerahkan santunan, tim SD Mumtas juga mengajak anak-anak panti bermain dan bergembira bersama. Berbagai permainan ringan dan kuis interaktif membuat suasana semakin hidup. Anak-anak yang berani tampil dan menjawab pertanyaan mendapatkan doorprize menarik. Tawa riang pun pecah di setiap sudut ruangan.

Baca juga: Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Ikwam SD Mumtas Kunjungi SLB Karya Bakti

Acara yang dipandu Samudera Rahmawanto dan Cholifatul Chasanah itu berlangsung meriah sekaligus penuh kehangatan. Sore Ramadan yang semula sunyi berubah menjadi momen kebahagiaan yang sulit dilupakan.

Perwakilan Ikwam Mumtas, Wiwin Sumirat, SE, yang akrab disapa Mama Fio, menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahim sekaligus berbagi dengan anak-anak di LKSA Muhammadiyah Semampir.

Baca Juga:  Mengetuk Langit, Menegakkan Bumi Pendidikan

“Alhamdulillah, kami bisa hadir di sini menyampaikan amanah dari para wali murid dan para donatur Mumtas. Semoga apa yang kami bawa dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi adik-adik di panti ini,” ujarnya.

Keluarga besar SD Muhammadiyah 10 Surabaya bersama Ikatan Wali Murid (Ikwam) Mumtas menggelar buka puasa bersama dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di LKSA/Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir, Surabaya. (Ilham/Tagar.co)

Ketua LKSA Muhammadiyah Semampir, Ahmad Fathullah, M.Pd, juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian keluarga besar Mumtas.

“Kami sangat bersyukur atas kedatangan dan kepedulian keluarga besar SD Muhammadiyah 10 Surabaya. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, M.Pd, mengajak semua yang hadir memaknai Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap sesama.

“Pada sore hari yang penuh berkah ini kita berkumpul dalam kegiatan sederhana namun sangat mulia, yaitu buka puasa bersama dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan. Karena sejatinya Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melembutkan hati dan memperbanyak berbagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah Saw.: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini.” (Bukhari)

Baca Juga:  SD Mumtas Gelar Darul Arqam di SMP Aisyiyah Boarding School Malang

Dalam hadis tersebut Rasulullah memberi isyarat dengan dua jari yang dirapatkan, sebagai gambaran betapa dekatnya kedudukan orang yang menyantuni anak yatim dengan Nabi di surga.

“Ketika kita datang menyapa anak-anak panti, berbagi makanan dan perhatian, sesungguhnya kita sedang menabung tiket menuju surga,” tambahnya.

Kepada anak-anak panti, ia juga memberikan pesan penyemangat agar tetap percaya diri dan terus belajar.

“Kalian adalah anak-anak yang istimewa. Jangan pernah merasa sendiri atau rendah diri. Banyak orang yang peduli dan sayang kepada kalian, dan yang paling penting Allah selalu bersama kalian,” pesannya.

Ia menambahkan, banyak tokoh besar lahir dari kehidupan yang sederhana bahkan penuh ujian. Namun mereka mampu menjadi pribadi hebat karena kesabaran, doa, dan semangat belajar.

Anggota LDK PP Muhammadiyah tersebut juga mengapresiasi kerja keras Ikwam Mumtas dalam menggalang donasi. Tahun ini jumlah donasi yang terkumpul bahkan meningkat dibandingkan sebelumnya, menandakan semakin tingginya kepercayaan para wali murid dan para dermawan.

Ramadan kembali mengajarkan satu hal penting: kebahagiaan sejati bukanlah ketika kita menerima, melainkan ketika kita mampu memberi dan menghadirkan senyum bagi orang lain.

Baca Juga:  Getaran Hati di Serambi Nabawi

Jurnalis M. Khoirul Anam | Penyunting Mohammad Nurfatoni