Feature

Mumtas Festival 2026: Enam Dekade Mengabdi dengan Hati

70
×

Mumtas Festival 2026: Enam Dekade Mengabdi dengan Hati

Sebarkan artikel ini
SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) menggelar Mumtas Festival 2026 dalam rangka milad ke-60. Salah satu kegiatannya adalah aksi berbagi dengan menyalurkan 100 paket sembako kepada warga Sidoyoso dan sekitarnya. (Tagar.co/Ilham O.)

Merayakan milad ke-60, SD Muhammadiyah 10 Surabaya tak sekadar menggelar lomba dan pentas seni. Di balik kemeriahan Mumtas Festival 2026, sekolah ini menebar kepedulian lewat aksi berbagi yang menyentuh warga sekitar.

Tagar.co — Selasa pagi, 10 Februari 2026, halaman SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) di Jalan Sidoyoso IX/14–16, Simokerto, terasa berbeda. Bukan sekadar ramai oleh lomba anak-anak TK, pentas seni, dan bazar, tetapi juga hangat oleh denyut kepedulian yang menyelimuti suasana. Di balik kemeriahan Mumtas Festival 2026, semangat berbagi tumbuh nyata—dari sekolah, untuk masyarakat.

Sekolah yang dikenal dengan tagline Sekolah Generasi Qur’ani ini menggelar Mumtas Festival 2026 dalam rangka milad ke-60. Namun perayaan tersebut tidak berhenti pada panggung dan tepuk tangan. Mumtas memilih merayakan usia dengan cara yang lebih bermakna: menebar manfaat dan merawat empati sosial.

Baca juga: Tadarus Keliling Mumtas: Menanamkan Akhlak di Empat Ruang Kehidupan

Di sela rangkaian acara, panitia menyalurkan 100 paket sembako kepada tetangga sekolah, jemaah masjid, warga kurang mampu di sekitar Sidoyoso, serta anak didik SD Mumtas yang yatim dan piatu. Satu per satu penerima datang dengan langkah pelan dan wajah penuh harap—pulang dengan mata yang lebih berbinar.

Baca Juga:  Sehari di Taif: Edukasi, Kontemplasi, dan Dingin yang Menguatkan Iman

Ketua Panitia Milad Ke-60 SD Mumtas, Cholifatul Chasanah, S.Pd., mengungkapkan bahwa awalnya panitia menargetkan 60 paket, selaras dengan usia sekolah. Namun, antusiasme para donatur membuat rencana itu melampaui perkiraan.

“Awalnya kami target 60 paket saja, menyesuaikan umur sekolah. Ternyata antusias donatur tinggi. Akhirnya kami genapkan 100 paket. Alhamdulillah, akhirnya lebih banyak yang menerima manfaat,” ujarnya.

Bagi sebagian orang, satu paket sembako mungkin tampak sederhana. Namun bagi para penerima, bantuan itu terasa seperti pelukan hangat. Hal tersebut dirasakan Nina Kinanti, warga Sidoyoso Wetan, yang menjadi salah satu penerima manfaat.

“Terima kasih SD Mumtas. Semoga sekolahnya semakin maju, semakin berkah, dan anak-anaknya menjadi anak saleh dan salehah,” ucapnya lirih, dengan mata berkaca-kaca.

Momen berbagi ini membuat suasana festival terasa kian menyentuh. Milad ke-60 bukan hanya perayaan usia, melainkan perayaan kebersamaan dan kepedulian. Mumtas menegaskan bahwa pendidikan tidak semata soal angka rapor atau piala lomba, tetapi juga tentang empati, kepekaan sosial, dan keberanian untuk peduli.

Baca Juga:  Mengunjungi Raudah: Detak Hati di Taman Surga Nabawi

Selain kegiatan sosial, Mumtas Festival 2026 juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama dengan Parahita Surabaya. Layanan ini disambut antusias oleh wali murid dan masyarakat sekitar. Banyak yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus memperoleh edukasi sederhana tentang pentingnya menjaga tubuh agar tetap sehat.

Rangkaian Mumtas Festival 2026 pun menjadi cermin bahwa sekolah yang baik bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, melainkan juga ruang untuk belajar menjadi manusia.

Di usia 60 tahun, SD Muhammadiyah 10 Surabaya membuktikan bahwa kematangan lembaga pendidikan terletak pada kemampuannya menghadirkan manfaat—bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi lingkungan yang menjadi rumahnya.

Pada hari itu, Sidoyoso bukan sekadar menjadi lokasi sebuah festival. Ia menjadi saksi bahwa berbagi adalah bentuk perayaan yang paling indah. (#)

Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni