Feature

MoU Lazismu dan Majelis Dikdasmen Lahirkan Gerakan Infak Siswa Muhammadiyah Sidoarjo

30
×

MoU Lazismu dan Majelis Dikdasmen Lahirkan Gerakan Infak Siswa Muhammadiyah Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Ketua Lazismu Sidoarjo Hifni Solikin, MPd (kiri) Prof. Ahmad Dzoil Milal dan Mohammad Kohar, MSi, saat penandatangan Kesepakatan Program Gisma Muda (Tagar.co/Wahyu)

Gerakan infak siswa Muhammadiyah di Sidoarjo kini resmi dimulai. Melalui Giswa Muda, infak rutin siswa akan dikelola transparan untuk beasiswa, bantuan sekolah, hingga penghargaan guru.

Tagar.co – Jumat siang, 22 Agustus 2025, ruang rapat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo di Jalan Mojopahit 666 B menjadi saksi lahirnya sebuah kesepakatan penting.

Lazismu Kabupaten Sidoarjo bersama Majelis Dikdasmen PNF PDM Sidoarjo resmi menandatangani kerja sama Program Giswa Muda (Gerakan Infak Siswa Muhammadiyah Sidoarjo).

Suasana sederhana itu terasa hangat, bukan sekadar karena pertemuan dua lembaga, melainkan karena semangat besar yang menyertainya: memerdekakan anak-anak bangsa melalui pendidikan.

Gerakan Filantropi Pelajar

Program Giswa Muda digagas sebagai gerakan filantropi pelajar Muhammadiyah. Infak siswa yang dikumpulkan rutin—baik melalui kaleng maupun QRIS—akan dikelola transparan oleh Lazismu.

Dana tersebut diarahkan untuk empat pilar pendidikan: Biasiswa Mentari bagi siswa kurang mampu, Save Our School untuk membantu sekolah yang membutuhkan, Bakti Guru sebagai penghargaan bagi pendidik, serta School Kit berupa bantuan perlengkapan sekolah.

Baca Juga:  Sinergi Zakat Mengubah Nasib: Kisah Pensiunan Guru dan Gerak Cepat Gus Jazuk

Baca juga: Giswa Muda untuk Gaya Sedekah Gen Z yang Cepat dan Cashless 

Ketua Lazismu Sidoarjo, Hifni Solikhin, M.Pd., menegaskan makna dari gerakan ini. “Di momen kemerdekaan ini, kita masih melihat banyak anak-anak yang belum benar-benar merdeka dalam melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi. Banyak sekolah juga masih membutuhkan uluran tangan. Dengan Giswa Muda, kita bergerak memerdekakan anak-anak bangsa melalui pendidikan,” ungkapnya penuh keyakinan.

Lebih dari Sekadar Infak

Kesepakatan ini menandai langkah bersama untuk menjadikan Giswa Muda sebagai gerakan kolektif di seluruh sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo. Bagi Lazismu, Giswa Muda bukan hanya menghimpun dana, melainkan juga menanamkan nilai kedermawanan, menguatkan pilar pendidikan, sekaligus melatih kepekaan sosial sejak dini.

Ketua PDM Sidoarjo, Prof. Ahmad Dzoul Milal, turut menegaskan pentingnya inisiatif ini.
“Giswa Muda tidak hanya amal sosial, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter. Kami berharap gerakan ini bisa berjalan di seluruh sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo dan memberi dampak nyata bagi umat serta bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:  Buku Dua Bahasa Diluncurkan di Milad 50 Tahun Smamda Emas

Spirit Kemandirian Muhammadiyah

Di akhir sambutannya, Prof. Ahmad Dzoul Milal menekankan kembali spirit Muhammadiyah yang sejak awal berdiri dibangun atas dasar kemandirian.

“Giswa Muda adalah wujud nyata bahwa anak-anak kita dilatih untuk memberi, berderma, dan peduli sejak dini. Inilah bekal untuk melahirkan generasi Muhammadiyah yang mandiri, berkemajuan, dan menebar manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Giswa Muda tidak hanya menjadi program pengumpulan infak siswa, melainkan juga gerakan pendidikan, gerakan karakter, dan gerakan kemanusiaan. Dari ruang rapat di Mojopahit, semangatnya diharapkan menjalar ke ruang-ruang kelas Muhammadiyah seantero Sidoarjo. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni