Feature

Resmikan Program Baitul Qurra wal Huffadz, SMAM 7 Yogyakarta Siapkan Kurikulum Khusus

26
×

Resmikan Program Baitul Qurra wal Huffadz, SMAM 7 Yogyakarta Siapkan Kurikulum Khusus

Sebarkan artikel ini
Resmikan Program Baitul Qurra wal Huffadz, Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Darmansyah segera menyiapkan kurikulum khusus. Melahirkan qari-qariah dan hafidh-hafidah yang bermanfaat bagi umat
Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Darmansyah segera menyiapkan kurikulum khusus untuk program Baitul Qurra wal Huffadz (Tagar.co/Istimewa)

Resmikan Program Baitul Qurra wal Huffadz, Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Darmansyah segera menyiapkan kurikulum khusus. Melahirkan qari-qariah dan hafidh-hafidah yang bermanfaat bagi umat

Tagar.co – SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Kapten Piere Tendean 41 Wirobrajan Yogyakarta resmi membuka kegiatan Baitul Qurra’ wal Huffadz, Kamis (21/8/2025)

Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Darmansyah, S.H., memimpin langsung kegiatan Baitul Qurra wal Huffadz dan Aula Unit 1 SMAM 7 Yogyakarta menjadi tempat penyelenggaraan.

Baitul Qurra’ wal Huffadz merupakan istilah dalam bahasa Arab yang secara harfiah berarti rumah para pembaca dan penghafal Al-Qur’an. Istilah ini bisa digunakan untuk menyebut lembaga pendidikan atau organisasi yang berfokus pada pembinaan bacaan dan hafalan Al-Qur’an.

Secara umum, Baitul Qurra’ wal Huffadz merujuk pada tempat atau individu yang memiliki kaitan erat dengan Al-Qur’an. Khususnya dalam hal membaca dan menghafalkan Al-Qur’an

Modal Dasar Tahfidh dan Murottal

Darmansyah dalam sambutannya menyampaikan, pembentukan Baitul Qurra’ wal Huffadz merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Yogyakarta.

Baca Juga:  Travoy: Digitalisasi Penegakan Hukum di Jalan Tol

“Para siswa SMAM 7 Yogyakarta sudah memiliki modal dasar dalam tahfidh dan murottal. Tinggal mengolah temponya, melambatkan sedikit, maka bisa langsung menjadi qari dalam berbagai kegiatan sekolah,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta akan menyusun kurikulum khusus untuk program ini. Ini sebagai persiapan menghadapi lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun kegiatan sekolah pada Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Dia berharap program ini dapat berjalan lancar. Dan melahirkan qari-qariah dan hafidh-hafidah yang bermanfaat bagi umat.

“Siswa kelas X, XI, dan XII menjadi sasaran Program Baitul Qurra wal Huffadz. Fokusnya pada pembinaan bacaan Al-Qur’an dan hafalan. Harapannya, siswa dapat saling berbagi hafalan, menyimak bacaan teman, serta membentuk budaya Islami yang lebih kuat di lingkungan sekolah,” jelas Darmansyah. (#)

Jurnalis Yusron Ardi Darmawan, Penyunting Sugiran.