Feature

Deg-degan di Depan Penguji: Kisah 54 Siswa SD Muri Menaklukkan Munaqasah

116
×

Deg-degan di Depan Penguji: Kisah 54 Siswa SD Muri Menaklukkan Munaqasah

Sebarkan artikel ini
Is’ad Ibadi tampak serius menyimak soal sambung ayat yang dibacakan Ustadz Adityaa Ferdian dalam munaqosyah eksternal SD Muri. (Tagar.co/Novita Dyah Puspitasari)

Rasa gugup dan fokus menyelimuti 54 siswa SD Muri saat menghadapi munaqasah eksternal, menguji hafalan Al-Qur’an, ketepatan tajwid, dengan hasil memuaskan sebagai capaian akhir pembelajaran tahfidz mereka.

Tagar.co — Ketegangan terlihat jelas di wajah puluhan siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur, saat satu per satu diminta melanjutkan ayat tanpa jeda. Di hadapan penguji eksternal, tak ada ruang untuk ragu—hafalan yang mereka bangun selama bertahun-tahun dipertaruhkan dalam satu forum.

Sebanyak 54 siswa ambil bagian dalam kegiatan munaqasyah eksternal yang digelar Kamis (16/04/2026). Munaqasah menjadi tahapan krusial dalam program tahfiz, sekaligus penentu capaian akhir sebelum mereka menuntaskan pendidikan di bangku sekolah dasar.

Bca juga: Kolaborasi HW dan Nasyiatul Aisyiyah Perkuat Pembinaan Karakter di SD Muri

Dalam pelaksanaannya, para siswa diuji langsung oleh dua penguji eksternal, yakni Ustaz Hogi Caesar Budianto, S.Pd. dan Ustaz Adityaa Ferdian. Kehadiran penguji dari luar sekolah menghadirkan standar penilaian yang lebih objektif sekaligus meningkatkan keseriusan peserta.

Baca Juga:  Ratusan Siswa SD Muri Semarakkan Pawai Ramadan, Tebar Siar di Jalan Sunan Giri

Materi yang diujikan meliputi hafalan Juz 30, Juz 29, dan Juz 28, serta beberapa surat pilihan. Adapun metode pengujian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu membaca surat pilihan, sambung ayat, dan tebak surat. Metode ini dirancang untuk menguji kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta pemahaman susunan ayat dalam Al-Qur’an.

Melalui rangkaian ujian tersebut, para siswa menunjukkan capaian yang membanggakan. Mayoritas peserta mampu menyelesaikan setiap tahapan dengan baik, sehingga menghasilkan penilaian yang memuaskan sebagai penutup proses pembelajaran tahfidz mereka.

Ustaz Hogi Caesar Budianto menjelaskan teknis pelaksanaan serta kriteria kelulusan munaqosyah eksternal kepada peserta. (Tagar.co/Aini)

Kepala sekolah, Riza Agustina Wahyu Setyawati, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa munaqosyah bukan sekadar formalitas akademik.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mendapatkan nilai atau sertifikat. Ini adalah sarana untuk memotivasi siswa agar terus menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur’an melalui murojaah yang konsisten,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa menjadi generasi yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Di sisi lain, suasana ujian juga menjadi pengalaman yang penuh tantangan bagi siswa. Muhammad Azzam Alvaro, salah satu peserta, mengaku merasa gugup saat menghadapi penguji.

Baca Juga:  Semarak Milad SDMM, Simfoni Derap Muri Tebar Energi Positif di GKB

“Aku deg-degan banget, apalagi lihat pengujinya serius,” ujarnya.

Meski demikian, ia tetap berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan maksimal.

Pelaksanaan munaqosyah ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi capaian hafalan, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan kedisiplinan, ketekunan, serta komitmen dalam menjaga Al-Qur’an di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 1 Kebomas menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. (#)

Jurnalis Novita Dyah Puspitasari Penyunting Mohammad Nurfatoni