Feature

Bazar Ramadan SD Muri Diserbu Warga, Baju Layak Pakai Dijual Mulai Rp2.000

56
×

Bazar Ramadan SD Muri Diserbu Warga, Baju Layak Pakai Dijual Mulai Rp2.000

Sebarkan artikel ini
Pengunjung memadati lokasi Bazar Ramadan Baju Layak Pakai di SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri). Mereka memilah pakaian yang ingin dibeli. (Tagar.co/Nurul Ainia)

Bazar Ramadan baju layak pakai di SD Muhammadiyah 1 Kebomas disambut antusias warga. Hasil penjualan Rp9,15 juta akan disalurkan untuk membantu siswa yang membutuhkan.

Tagar.co — Suasana halaman SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) terlihat ramai sejak pagi, Selasa (10/3/2026). Warga sekitar dan para wali murid berdatangan untuk mengikuti Bazar Ramadan Baju Layak Pakai yang digelar sekolah tersebut.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi sekaligus sarana membantu masyarakat memperoleh pakaian dengan harga terjangkau menjelang Lebaran.

Baca juga: Ramadan Seru di SD Muri: Siswa Jadi “Detektif Ilmu Pengetahuan”

Bazar yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PKDA SD Muri.

Ketua Panitia PKDA Nurul Istiqomah menjelaskan Informasi mengenai pelaksanaan bazar disebarkan melalui media sosial sekolah sehingga masyarakat sekitar dan wali murid dapat mengetahui serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Tahun ini menjadi tahun ketiga SD Muri menyelenggarakan bazar Ramadan baju layak pakai. Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian sosial kepada sesama, khususnya di bulan Ramadan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kak Ari dan Paijo Hipnotis Siswa SD Muri lewat Dongeng Wahyu Pertama

Menurut dia, pelaksanaan bazar dapat berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, terutama sekolah Muhammadiyah di sekitar Kebomas, yakni SD Muhammadiyah 1 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan SMA Muhammadiyah 10 GKB.

“Ketiga sekolah tersebut turut membantu dalam proses pengumpulan pakaian layak pakai yang kemudian disortir sebelum dijual dalam bazar,” terangnya,

Nurul Istiqomah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Menurutnya, bantuan dalam pengumpulan pakaian layak pakai menjadi salah satu faktor penting sehingga bazar Ramadan dapat terlaksana dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang membantu jalannya kegiatan, mulai dari Ikwam SD Muri, siswa MA YKUI Maskumambang, hingga IPM Kids SD Muri yang ikut berperan sejak proses penyortiran pakaian hingga penjualan saat bazar berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang telah mendukung pengumpulan pakaian layak pakai,” ujarnya.

Ia berharap bazar Ramadan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin berkembang. Menurutnya, kolaborasi antar sekolah juga penting untuk terus dijaga agar kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terus dihadirkan.

Baca Juga:  SD Muri Perkuat Kompetensi Guru lewat Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran
Sinergi guru SD Muri, siswa MA YKUI Maskumambang, dan IPM Kids SD Muri dalam membantu pelaksanaan Bazar Ramadan Baju Layak Pakai. (Tagar.co/Nurul Ainia)

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Sejak bazar dibuka, masyarakat mulai memadati area penjualan untuk memilih pakaian yang mereka butuhkan. Beragam jenis pakaian tersedia, mulai dari baju bayi, pakaian anak-anak, hingga gamis yang sudah dilengkapi kerudung.

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, yakni mulai Rp2.000 hingga Rp25.000 per item. Kondisi pakaian yang masih layak pakai dengan harga ramah di kantong membuat bazar ini semakin diminati masyarakat.

Dari kegiatan bazar Ramadan tahun ini, panitia berhasil mengumpulkan hasil penjualan sebesar Rp9.150.000. Dana tersebut rencananya akan disalurkan kepada siswa SD Muri yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pendidikan mereka.

Nurul Istiqomah berharap melalui kegiatan ini, SD Muri berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Selain itu, bazar Ramadan juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.” (#)

Jurnalis Indah Khoirun Nisa’ Penyunting Mohammad Nurfatoni