
Zakat fitrah yang dihimpun dari siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas disalurkan kepada 262 penerima, meliputi warga sekitar sekolah, yatim, piatu, dan duafa di sejumlah desa sekitar Kebomas.
Tagar.co – SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur, menyalurkan zakat fitrah kepada warga sekitar sekolah serta masyarakat duafa pada Ramadan 1447. Kegiatan ini tidak hanya menjadi program kepedulian sosial sekolah, tetapi juga sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami makna berbagi sejak dini.
Zakat fitrah yang disalurkan berasal dari para siswa yang mulai mengumpulkan sejak awal Ramadan. Melalui wali kelas, siswa menyalurkan zakat dalam bentuk beras 3 kilogram atau uang sebesar Rp50 ribu. Pengumpulan dilakukan sesuai kesepakatan yang ditetapkan dalam rapat koordinasi guru dan karyawan SD Muri.
Baca juga: Praktik Zakat Fitrah di SD Muri, Siswa Timbang Beras Sendiri
Batas akhir pengumpulan zakat fitrah ditetapkan pada Jumat, 6 Maret 2026. Setelah seluruh zakat terkumpul, panitia kemudian menghitung jumlah beras dan uang yang masuk sebelum menentukan wilayah penyaluran.
Ketua panitia penyaluran zakat fitrah, Dita Rahmania, S.Pd., menjelaskan bahwa dana zakat yang terkumpul kemudian dibelanjakan beras berkualitas sesuai jumlah yang diterima.
“Uang yang terkumpul kami belanjakan beras yang baik sesuai jumlah dana yang masuk,” ujarnya.
Dari pengumpulan tersebut, dana zakat fitrah yang terkumpul mencapai sekitar Rp8 juta. Dana itu kemudian dibelikan beras yang dikemas dalam beberapa ukuran, di antaranya 3 kilogram dan 10 kilogram. Selain itu, sebanyak 261 paket beras juga sebelumnya telah terkumpul langsung dari para siswa.
Menariknya, kegiatan ini juga dijadikan sarana pembelajaran praktik bagi siswa kelas V. Mereka dilibatkan dalam kegiatan menimbang beras zakat fitrah.
“Anak-anak belajar menimbang beras 3 kilogram agar ukurannya sama. Ini menjadi bagian dari pembelajaran praktik sejak dini,” ungkap Dita.
Awalnya, penyaluran zakat fitrah direncanakan hanya untuk warga di sekitar sekolah. Namun setelah dihitung, jumlah zakat yang terkumpul ternyata melebihi target.
“Akhirnya kami bisa memperluas penyaluran zakat fitrah hingga ke luar lingkungan sekolah,” katanya.

Penyaluran zakat dilakukan berdasarkan data penerima yang dihimpun melalui ketua RT agar bantuan tepat sasaran. Tiga hari sebelum pembagian, panitia mendata warga yatim, piatu, dan duafa yang berhak menerima zakat fitrah.
Setelah data diterima, panitia membagikan kartu pengambilan dengan warna berbeda untuk setiap desa, lengkap dengan nama penerima sesuai data dari ketua RT.
Pembagian zakat fitrah dilaksanakan di depan Kelas 1 K.H. Ahmad Dahlan pada pukul 08.00–11.00. Sejak pagi pukul 07.00, panitia telah menyiapkan dua meja bertaplak hijau berlogo Muhammadiyah serta kursi-kursi bagi para penerima.
Di meja pertama, panitia yang bertugas adalah Ustazah Ika Heri Pratiwi dan Ustazah Erna Hamidah. Sementara di meja kedua terdapat Ustazah Dita Rahmania. Panitia juga menyiapkan daftar nama penerima agar proses pengambilan berjalan tertib dan sesuai data.
Penyaluran zakat fitrah mencakup warga di sekitar sekolah, yaitu RT 11, 12, 13, 14, dan 15. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada masyarakat di beberapa wilayah lain, antara lain Desa Kebondalem RT 01 sebanyak 21 orang duafa, Desa Giri Gajah bagian timur 16 orang duafa, Desa Karangsono bagian tengah 6 orang, Desa Pedukuhan bagian barat 18 orang, serta Desa Keteq sebanyak 24 orang penerima.
Secara keseluruhan, zakat fitrah SD Muri disalurkan kepada 262 penerima, masing-masing mendapatkan 3 kilogram beras.
Menariknya, kegiatan ini juga disertai program berbagi pakaian layak pakai secara gratis. Di samping ruang kelas 1A, panitia menyediakan berbagai pakaian yang dapat dipilih oleh warga.
Suasana pun terasa ramai seperti di pusat perbelanjaan. Banyak ibu-ibu memilih pakaian anak maupun pakaian dewasa untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan ada yang membawa pulang satu tas besar berisi kaos anak, celana, jilbab, hingga daster yang banyak diminati untuk dipakai di rumah.
Ketua Panitia Pelaksana Ramadan SD Muri, Nurul Istiqomah, S.Pd., berharap kegiatan berbagi ini dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga Ramadan berikutnya kegiatan ini bisa lebih meriah, semakin sukses, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar sekolah,” ujarnya. (#)
Jurnalis Erna Hamidah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












