
Lazismu Lumajang menetapkan target fundraising Rp 2,4 miliar tahun 2025 ini. Sampai pertengahan tahun ini sudah mengumpulkan Rp 1,7 miliar.
Tagar.co – Satu persatu pengurus memasuki Kantor Lazismu Lumajang Jln. Diponegoro 64, Senin (16/6/2025) pagi.
Hari itu agenda rapat koordinasi tiap pekan berlangsung. Pertemuan tiap pekan ini menjadi momen penguat ruh perjuangan dan pengingat arah gerak dakwah sosial.
Rapat dibuka dengan kultum bergiliran dan ngaji pagi. Sebuah rutinitas yang telah mengakar dan menjadi sumber kekuatan spiritual bagi seluruh tim.
Setelah itu, masuk sesi evaluasi dan perencanaan mingguan. Rapat kali ini terasa lebih hangat karena dihadiri lengkap jajaran Badan Pengurus Lazismu Lumajang.
Rapat dipimpin oleh Drs. Djatto, MM, Ketua Lazismu Lumajang. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kerja keras seluruh tim, khususnya selama Ramadan 1446 H yang lalu.
”Saya sangat bangga melihat kerja-kerja teman-teman semua. Saat Ramadan, target penghimpunan bisa tembus hingga Rp700 juta. Ini bukan angka kecil, ini bukti kerja nyata yang dilakukan dengan hati yang ikhlas,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Ia juga menyoroti capaian penghimpunan Iduladha tahun ini yang mencapai Rp400 juta. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa Lazismu Lumajang bekerja dengan sistem, strategi, dan semangat yang terarah.
Djatto menyampaikan hingga pertengahan Juni 2025, total penghimpunan telah mencapai Rp1,7 miliar.
“Target kita secara kelembagaan adalah Rp2,4 miliar, sesuai arahan Lazismu Jawa Timur. Insyaallah, dengan sisa waktu yang ada dan semangat yang terus terjaga, target itu bisa kita capai. Mudah-mudahan Allah meridhoi perjuangan kita semua,” tuturnya yang disambut anggukan semangat peserta rapat.
Direktur Lazismu Lumajang, Said Romdhon, turut memberikan arahan dalam sesi evaluasi. Ia menekankan pentingnya menjaga istikamah dalam bekerja agar setiap langkah membawa keberkahan.
“Kita ini tidak hanya mengejar capaian materi, tapi juga ridha Allah. Maka kita harus jujur dalam bekerja, menjaga niat, dan tetap saling menguatkan,” ujarnya dengan suara tenang namun penuh makna.
Selain evaluasi capaian, rapat juga membahas penguatan program layanan sosial serta strategi penghimpunan yang lebih masif namun tetap santun.
Beberapa program unggulan seperti Anak Asuh Yatim, Sedekah Konsisten, dan Layanan Mustahik menjadi fokus pembahasan agar tetap menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam rapat ini, amil menyusun rencana menjalankan program, sekaligus menyalakan kembali semangat bahwa setiap rupiah yang dihimpun adalah amanah, dan setiap sen yang disalurkan adalah harapan.
Dari kantor kecil di jantung kota Lumajang, Lazismu terus bergerak. Menghimpun dengan cinta, menyalur dengan amanah. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












