
Olimpiade Ahmad Dahlan kini punya simbol baru: Mars OAD. Lahir dari inspirasi perjalanan Rusbandi, lagu ini menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk berjuang dan berprestasi dalam bingkai nilai keislaman.
Tagar.co – Ahad (23/2/2025) menjadi momen spesial bagi dunia pendidikan Muhammadiyah di Lamongan. Gelaran Olimpiade Ahmad Dahlan (OAD) tingkat SD dan sederajat yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PNF PDM Lamongan di SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, tak hanya menjadi ajang adu kecerdasan, tetapi juga saksi peluncuran Mars OAD, sebuah karya yang lahir dari dedikasi dan cinta terhadap dunia pendidikan.
Baca juga: Di Balik Layar OAD Lamongan: Cerita Lezatnya Hidangan dan Pemberdayaan Ibu-Ibu Aisyiyah
Mars OAD merupakan hasil kreativitas dan ketulusan seorang pendidik, Ruswandi, S.Pd., M.Pd. Ia menyadari bahwa OAD sebagai agenda tahunan yang telah berjalan bertahun-tahun membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar promosi di media sosial atau flyer. “Kegiatan ini harus diabadikan dengan lagu,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Lahir dari Inspirasi Perjalanan
Ide untuk menciptakan Mars OAD muncul secara spontan setelah Rusbandi menghadiri ajang OAD tingkat SMA/MA di Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla). Sepanjang perjalanan pulang menuju rumahnya di Sedayulawas, Brondong, Lamongan, ia mulai merangkai lirik dalam benaknya. Setibanya di rumah, ide tersebut langsung dituangkan dalam nada dan akord. Dalam waktu singkat, setengah dari lagu itu pun rampung.
Proses kreatifnya berlanjut hingga akhirnya, pada 13 Februari 2025, Mars OAD selesai sepenuhnya. Saat itu, OAD tingkat TK dan SMP/MTs di MIM At-Taqwa, Kranji, Paciran, Lamongan, tengah bersiap digelar.
Namun, bagi Rusbandi, menciptakan lagu bukan sekadar merangkai kata dan nada. Baginya, mars harus memiliki kekuatan dalam lirik, pesan yang dalam, serta semangat yang mampu menggerakkan hati para pendengarnya.
Sentuhan Akhir dan Uji Kelayakan
Demi memastikan kesempurnaan, Rusbandi membawa karyanya ke M. Said, M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, untuk diuji kelayakannya. Setelah mendapat masukan, ia melakukan sedikit revisi pada salah satu lirik. Frasa “ikhlas dalam beramal” pada bait pertama diubah menjadi “ikhlas dalam berjuang” untuk menyesuaikan dengan semangat OAD yang penuh perjuangan dan dedikasi.
Setelah melalui tahap penyempurnaan, lagu ini pun dikirim ke Sendangagung untuk dipraktikkan oleh tim paduan suara (padus) Aisyiyah. Mereka bertugas membawakan Mars OAD dalam acara peluncuran yang bersamaan dengan penyelenggaraan OAD tingkat SD.

Haru dan Kebanggaan di Peluncuran Mars OAD
Saat hari peluncuran tiba, Ruswandi tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Ketika tim paduan suara membawakan lagu dengan penuh penghayatan, ditambah harmoni suara dua yang semakin memperindah, ia merasa karyanya benar-benar hidup.
“Sendangagung luar biasa! Saya mengapresiasi sedalam-dalamnya profesionalisme tim paduan suara di bawah arahan Bu Hariati. Mars OAD menjadi luar biasa,” ujarnya dengan mata berbinar. Apalagi, hadirin yang hadir pun ikut bertepuk tangan mengikuti alunan lagu, menambah suasana semakin khidmat dan meriah.
Menurut Rusbandi, tim paduan suara tampil dengan vokal prima, totalitas penuh, serta ekspresi yang kuat. Semangat yang terpancar dari mereka membuatnya terharu dan bangga, menyaksikan bahwa karyanya bisa menjadi bagian dari semangat OAD.
Para penyanyi yang membawakan Mars OAD adalah: Ana Muslimatin, S.Pd.; Lisa Veronica, S.Pd.; Lilik Inawati; Yuslina Vera, S.E.; dan Enisfatin
Pesan untuk Generasi Muda
Ruswandi menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda. “Luruskan niat, bekerja keras, dan bersungguh-sungguh dalam apa pun yang dilakukan. Jika kita menanam kebaikan dengan tulus, hasilnya akan maksimal dan penuh berkah,” pesannya penuh makna.
Dengan diluncurkannya Mars OAD, diharapkan semangat ajang Olimpiade Ahmad Dahlan semakin mengakar dan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi dalam bingkai nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Lagu ini bukan sekadar melodi, tetapi juga simbol perjuangan dan dedikasi dalam mencetak generasi yang berkemajuan. (#)
Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni












