Feature

Semangat Saudagar Aisyiyah Lamongan Menyala di Kelas Digital Marketing

55
×

Semangat Saudagar Aisyiyah Lamongan Menyala di Kelas Digital Marketing

Sebarkan artikel ini
Hj. Diyana Mufidati, S.Ag., S.Pd. saat menyampaikan sambutan, di depan para UMKM dalam acara Pelatihan Digitalisasi Marketing Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan di Hall Resto One Point, Lamongan, pada Sabtu (29/11/2025) (Tagar.co/Sri Asian)

 

Puluhan ibu-ibu Aisyiyah dari 23 cabang di Lamongan berkumpul mengikuti pelatihan digital marketing. Usia tak menghalangi mereka untuk belajar, beradaptasi, dan menguatkan ekonomi keluarga.

Tagar.co — Pemandangan berbeda tampak di depan Resto One Point, Jalan Kinameng 30, Sidokumpul, Kota Lamongan, Jawa Timur pada Sabtu pagi (30/11/2025). Sejak matahari baru naik, puluhan ibu-ibu Aisyiyah dari berbagai penjuru Lamongan sudah berdatangan dengan raut penuh semangat.

Sebanyak 67 peserta dari 23 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kubupaten Lamongan berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Digitalisasi Marketing yang digelar Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PDA Lamongan. Mereka bukan lagi muda, tetapi semangat belajarnya seolah tak pernah surut.

Baca juga: Ratusan Warga Sendangagung Bersatu Rayakan Milad Muhammadiyah

Acara ini dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan Hj. Diyana Mufidati, S.Ag., S.Pd.; Sekretaris PDA Lamongan Dra. Hj. Nur Nadhiroh, M.Pd.: Ketua MEK PDA Lamongan Nur Rohmah, M.M.; Hj. Hazar Falasifa, S.AB., para narasumber, serta para ketua MEK PCA dan pelaku UMKM se-Lamongan.

Baca Juga:  Bakti Sosial Menjelang Ramadan, Aisyiyah Sendangagung Tebar 132 Paket Sembako

Iswara: Saudagar Aisyiyah Naik Kelas

Nur Rohmah menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi panjang di internal MEK. Program ini dikemas melalui salah satu divisi UMKM yang diberi nama Iswara (Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah).

“Melalui Iswara, para saudagar Aisyiyah diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga mampu mengangkat kesejahteraan warga dan masyarakat,” ujarnya.

Diyana Mufidati, menegaskan bahwa profesi sebagai saudagar memiliki akar kuat dalam sejarah Islam dan Muhammadiyah.

“Nabiyullah Muhammad Saw. adalah seorang saudagar. K.H. Ahmad Dahlan juga seorang saudagar. Artinya, ibu-ibu ‘Aisyiyah yang berkecimpung dalam dunia usaha adalah penerus perjuangan beliau,” katanya.

Ketua Iswara Hj. Hazar Falasifa, S.AB. (kanan), berpose bersama para pemateri, Ketua PDA Lamongan Diyana Mufidati beserta jajarannya. Di belakang mereka, para pelaku UMKM Aisyiyah se-Daerah Lamongan yang mengikuti Pelatihan Digitalisasi Marketing MEK PDA Lamongan di Hall Resto One Point, Lamongan, Sabtu (29/11/2025). (Tagar.co/istimewa)

Ia juga mengingatkan pentingnya kemandirian finansial dalam organisasi. “Marwah organisasi itu pendanaan. Muhammadiyah sudah membuktikan diri sebagai organisasi Islam terkaya di Indonesia dan kelima di dunia. Uang memang bukan segalanya, tetapi semua kegiatan butuh uang,” ujarnya.

Diyana turut menyinggung kondisi ekonomi nasional yang kurang baik, seperti gulung tikarnya perusahaan tekstil raksasa Sritex dan Kertas Leces, yang berdampak pada puluhan ribu karyawan.

Baca Juga:  UMM dan Aisyiyah Paciran Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan

“Karena itu, ibu-ibu Aisyiyah harus menjadi perempuan tangguh yang mampu menopang ekonomi keluarga,” pesannya.

Diyana menambahkan, usia tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berusaha. “Kita bisa bersinergi dengan anak muda dalam hal IT. Gaptek bukan alasan untuk berhenti menjalankan usaha,” tegasnya.

Menurut Diyana, karakter utama yang harus dijaga para saudagar adalah jujur, dapat dipercaya, dan ramah, sebagaimana teladan Nabi Muhammad Saw.

Materi Penuh Semangat

Sesi materi dimulai dengan kelas Digitalisasi Marketing oleh Nur Aisyah, seorang content creator, tourism ambassador, dan graphic designer. Dalam satu jam, ia menyajikan materi secara komunikatif dan ringan, membuat peserta tetap antusias.

Materi kedua disampaikan oleh Irma Indira tentang tata kelola keuangan, memberikan wawasan penting bagi pelaku usaha kecil.

Menjelang pukul 14.00, acara ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Meski seharian penuh mengikuti pelatihan, wajah para peserta justru terlihat makin optimis.

Pelatihan ini menjadi bekal baru untuk terus bergerak memajukan ekonomi perempuan berkemajuan di cabang masing-masing.

Baca Juga:  Branding Sekolah di Era Digital: Saatnya Aktif Bercerita di Medsos

Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni