
Lewat program Youth Digital Power, Sakatek Kreatif Teknologi bersama Kemenpora membekali pelaku UMKM Tulungagung strategi digital marketing praktis, dari penguatan konten hingga iklan berbayar yang tepat sasaran.
Tagar.co — Komitmen mendorong pelaku usaha muda agar adaptif terhadap ekosistem digital kembali ditunjukkan Sakatek Kreatif Teknologi. Bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sakatek menggelar kegiatan bertajuk “Youth Digital Power: From Zero to Livestreaming Hero for Small Business” di Botanica Cafe Tulungagung, Ahad (14/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti pelaku UMKM dan generasi muda yang ingin mengembangkan usaha melalui pemanfaatan digital marketing. Hadir sebagai pemateri utama, Mentor Sakatek Kreatif Teknologi, Fahru Riza, yang membedah strategi pemasaran digital secara komprehensif, mulai dari penguatan konten hingga optimalisasi iklan berbayar.
Baca juga: Membongkar Algoritma Judi Online, Sakatek Edukasi IPNU–IPPNU Boyolangu
Dalam pemaparannya, Fahru menegaskan bahwa digital marketing tidak dapat dipahami sebatas aktivitas promosi. Lebih dari itu, digital marketing merupakan strategi menyeluruh untuk mendatangkan traffic, membangun kepercayaan konsumen, hingga mendorong penjualan secara berkelanjutan.
“Intinya adalah bagaimana brand mampu hadir dan relevan di hadapan calon pembeli,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya mendatangkan pengunjung ke brand dapat dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni organic traffic dan paid traffic.
Organic traffic dibangun melalui content marketing dan affiliate marketing, sementara paid traffic memanfaatkan iklan berbayar untuk mempercepat distribusi konten sekaligus membaca respons pasar.
Pada sesi content marketing, peserta diajak memahami pentingnya menyusun konten yang berangkat dari persoalan nyata calon konsumen. Fahru memaparkan cara mengidentifikasi buyer persona, mulai dari latar belakang, kebiasaan belanja, pain points, hingga keinginan konsumen.
Pendekatan ini dinilai krusial agar konten yang dihasilkan tepat sasaran dan mampu membangun keterikatan emosional dengan audiens.
Funnel Marketing
Materi kemudian berlanjut pada pembahasan funnel marketing, yang mencakup Top of Funnel (TOF) untuk membangun kesadaran, Middle of Funnel (MOF) untuk menumbuhkan kepercayaan, serta Bottom of Funnel (BOF) untuk mendorong konversi penjualan.
Berbagai kerangka kerja konten seperti PAS (Problem–Agitate–Solution) dan BAB (Before–Bridge–After) dengan proof diperkenalkan sebagai strategi praktis yang dapat diterapkan dalam aktivitas pemasaran harian.
Selain itu, Fahru juga mengulas affiliate marketing sebagai strategi efektif memperluas jangkauan brand melalui kreator. Baik brand-owned affiliate maupun kreator independen dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar karena mengandalkan testimoni dan pengalaman nyata.
Karakteristik Platform Digital
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakteristik berbagai platform digital, mulai dari Instagram, TikTok, marketplace, hingga TikTok Shop, yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam membangun awareness, engagement, dan penjualan.
Pada sesi iklan berbayar, Fahru menekankan pentingnya mindset yang tepat dalam beriklan. Menurutnya, iklan bukan jalan pintas untuk meraih keuntungan instan, melainkan sarana mempercepat pengumpulan data, menguji konten, dan membaca minat pasar.
Sejumlah platform seperti Meta Ads, Shopee Ads, dan TikTok Ads turut dibahas, lengkap dengan perbedaan karakter audiens dan mekanisme optimasinya.
Menutup sesi, Fahru menegaskan bahwa di tengah sistem iklan yang semakin otomatis dan didukung kecerdasan buatan, kekuatan konten tetap menjadi kunci utama. Pesan yang jelas, visual yang kuat, dan relevansi dengan kebutuhan audiens menjadi penentu apakah sebuah konten mampu menarik perhatian dalam hitungan detik.
Melalui kegiatan “Youth Digital Power” ini, Sakatek Kreatif Teknologi berharap pelaku UMKM dan generasi muda tidak hanya memahami konsep digital marketing secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis dalam pengembangan usaha.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya UMKM Tulungagung yang lebih adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di era digital. (#)
Jurnalis M. Ilham Nurhakim Penyunting Mohammad Nurfatoni












