
Potensi fundraising retail Lazismu Denpasar sangat besar, belum tergarap optimal. Saat ini, jumlah siswa di lingkungan pendidikan Muhammadiyah Denpasar mencapai lebih dari 4.000 siswa
Tagar.co – Eko Purwanto, Badan Pengurus Lazismu Kota Denpasar, mengungkapkan bahwa dalam tata kelola zakat, potensi fundraising berbasis retail kerap terlupakan. Padahal justru menjadi tulang punggung penghimpunan dana umat.
Hal itu disampaikannya di sela kegiatan Upgrading Amil yang digelar di Graha Umsida, Jalan Pringgodani Trawas Kabupaten Mojokerto, Sabtu – Ahad, 31 Januari – 1 Februari 2026.
Menurut Eko, Lazismu Kota Denpasar memiliki potensi besar dari sektor amal usaha pendidikan. Saat ini, jumlah siswa di lingkungan pendidikan Muhammadiyah Denpasar mencapai lebih dari 4.000 siswa. Ini pmerupakan basis strategis penguatan fundraising retail berbasis komunitas.
“Salah satu kekuatan Lazismu Denpasar ada pada jaringan komunitas dan pendidikan. Jika dikelola serius, potensi ini bisa menjadi penopang utama penghimpunan,” ujarnya.
Saat ini, Lazismu Denpasar memiliki tiga eksekutif yang fokus pada pengelolaan media dan fundraising. Rata-rata penghimpunan dana mencapai sekitar Rp18 juta per bulan, dengan target peningkatan hingga Rp. 70.000.000,- per bulan.

Beasiswa Mentari dan UMKM
Program unggulan Lazismu Kota Denpasar meliputi Beasiswa Mentari serta penguatan UMKM binaan. Salah satu UMKM yang telah berkembang adalah Pai Susu Surya, binaan Lazismu yang dikelola oleh PCM Denpasar Selatan sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif.
Eko menambahkan, keikutsertaannya dalam kegiatan Upgrading Amil, meski harus menempuh jarak terjauh dari Denpasar ke Mojokerto, didorong oleh keinginannya untuk memperoleh success story yang dapat direplikasi di daerah.
“Ilmunya bisa di-copy paste, tetapi tetap harus disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan lokal di Denpasar” tuturnya.
Dalam pengelolaan SDM, Lazismu Denpasar juga berkomitmen menerapkan standar profesionalisme, termasuk penggajian amil sesuai UMR.
Penghimpunan zakat maal menjadi salah satu fokus utama untuk menjaga keberlanjutan program. Berbekal pengalaman lebih dari sembilan tahun berkecimpung di berbagai lembaga zakat, Eko akhirnya memilih bergabung dengan Lazismu karena melihat keseriusan tata kelola, arah gerakan yang jelas, serta peluang besar pengembangan fundraising berbasis komunitas dan retail. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo. Penyunting Sugiran.












