
Hujan deras warnai pembukaan Jamda HW Kediri, namun peserta tetap antusias, menikmati kebersamaan, dan memaknai momen sebagai berkah kebahagiaan.
Tagar.co – Pembukaan Jambore Daerah (Jamda) VI Kwartir Daerah Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Kediri yang berlangsung di Lapangan Gayam, Gurah, berlangsung tak biasa. Hujan deras yang turun saat upacara justru mendapat sambutan penuh kegembiraan dari para peserta, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan Jamda VI ini berlangsung hingga 2 Mei 2026, serangkai dengan Ceria Pandu Athfal (CPA) V pada 1 Mei serta Ceria Pandu Tunas Athfal (CPTA) I pada 2 Mei 2026. Tiga agenda besar ini menjadi satu rangkaian kegiatan kepanduan yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Kediri Raya.
Alih-alih menjadi kendala, hujan justru menjadi berkah tersendiri bagi peserta. Sebelumnya, cuaca di lokasi terasa panas dan cukup gerah, sehingga turunnya hujan memberikan suasana yang lebih sejuk dan menyegarkan.
“Kami malah bersyukur hujan turun, karena tadi panas sekali. Jadi sekarang terasa lebih segar,” ujar Aini, salah satu peserta, sambil tersenyum.
Bermain yang Menyenangkan
Usai upacara pembukaan, suasana semakin cair. Para peserta tampak antusias memanfaatkan momen dengan bermain di tengah lapangan, berlarian, dan tertawa bersama menikmati guyuran hujan. Pemandangan ini menjadi potret kebahagiaan khas kegiatan jambore yang sarat dengan nilai kebersamaan.
Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, turut mengapresiasi suasana tersebut. “Memang jambore itu harus menyenangkan. Anak-anak terlihat sangat menikmati momen ini. Mereka bahagia dan merasa bebas bermain di bawah hujan,” ujarnya.
Dalam upacara pembukaan, pembina upacara juga menyampaikan apresiasi kepada Kwarda HW Kabupaten Kediri yang dia nilai aktif dan inovatif karena mampu menggelar tiga kegiatan sekaligus dalam satu momentum.
Baca Juga: Hizbul Wathan Jatim Siapkan Program Strategis 2025, Adaptasi Teknologi Jadi Fokus Utama
Makna Hujan
Rohim, sapaan akrabnya, juga menegaskan, hujan yang turun saat pembukaan dapat mereka maknai sebagai tanda keberkahan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Perkemahan ini menjadi sejarah sekaligus indikator bahwa kegiatan kita diridai dan dirahmati Allah. Hujan yang turun hari ini adalah rezeki,” ungkapnya.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan, Jamda VI ini harapannya menjadi ajang pembinaan karakter, penguatan kemandirian, serta peningkatan keterampilan kepanduan bagi generasi muda Hizbul Wathan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas daerah yang mempererat ukhuwah serta menumbuhkan semangat kolaborasi.
Di tengah guyuran hujan, semangat para peserta justru semakin menyala. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga menikmati setiap proses yang ada menunjukkan, kebahagiaan dalam kepanduan bisa hadir dari hal-hal sederhana, termasuk bermain bersama di bawah hujan. (#)
Jurnalis Aminulloh Fatkhur Roziqi Penyunting Sayyidah Nuriyah












