
Jangan lompong jadi menu pembuka Kopdar Aisyiyahpreneur Jember. Sayur lodeh dari batang tanaman talas ini memang enak sekali. Teksturnya yang lembut tentu menggoda lidah, apalagi dipadukan dengan nasi jagung
Tagar.co – Matahari bersinar terang siang itu di Dusun Gawok Desa Dukuh Dempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember, Jatim, Sabtu (7/2/2026). Dengan penuh semangat, bunda-bunda Aisyiyah dari berbagai penjuru Jember hadir di Kebun De Barongan Pring Gawok.
Pukul 12.00 WIB mereka telah tiba di lokasi. Ada yang dari Tanggul, Cakru, Tempurejo, Balung, Paleran, Ambulu, Wuluhan, dan Kota Jember. Mereka segera menjalankan salat duhur berjamaah di musala kompleks De Barongan Pring. Usai salat, mereka bergegas menuju gazebo Barongan Pring, sambil membawa aneka camilan, plus menu makan siang.
Kali ini, bunda Aisyiyah yang berlatar belakang pengusaha UMKM, yang menyebut dirinya komunitas Aisyiyahpreneur Jember, menggelar Wisata Edukasi dan Pembelajaran Pembuatan Video Konten. Jadwal acara nonformal ini pukul 13.00 WIB. Sehingga mereka bisa memanfaatkan waktu berkeliling De Barongan Pring, melihat dari dekat ribuan koleksi tumbuhan dari berbagai penjuru Indonesia.

Menu Ndeso Menggoda Lidah
Usai keliling kebun, saatnya menikmati makan siang, yang menunya dibawa sendiri oleh mereka secara bergotong royong. Ada yang menyiapkan nasi putih dan nasi jagung. Tuan rumah Gawok menyiapkan sayur lodeh lompong, yang terkenal dengan istilah bahasa Jawa sebagai Jangan Lompong. Sayur lodeh dari batang tanaman talas.
Masih ada urap-urap daun singkong, tulis buah pepaya muda, pepes ikan nila, dadar jagung, ikan asin crispy, telur goreng. Dilengkapi juga dengan temannya, si peyek kacang tanah, dan tak lupa krupuk.
Makan bersama dengan menu ndeso tentu lebih nikmat. Dipadukan dengan suasana De Barongan Pring yang rindang dan sejuk. Apalagi di sekitar De Barongan Pring terhampar pemandangan sawah dengan padi yang hijau. Plus view Gunung Kapur Puger di sisi barat kebun. Canda tawa mengalir mengiringi suasana makan siang itu.
Jurnalis tagar.co yang mendapatkan tawaran untuk makan bersama, tentu tak berani menolak. Emak-emak harus dipatuhi. Apalagi menunya langka. Belum tentu setahun sekali bisa menikmati Jangan Lompong.
Di depan mata sudah siap tersaji. Nasi jagung, jangan lompong, tumis buah pepaya muda, urap-urap daun singkong, pepes nila, dadar jagung, ikan laut crispy, dan peyek kacang tanah. Lengkap sekali dan dalam sekejap ludesss.
“Wah ternyata jurnalis juga suka jangan lompong. Menu ndeso langsung bablas dalam sekejap,” ujar Sofia Alifah, komandan Aisyiyahpreneur Jember. (#)
Jurnalis Sugiran.












