
Guru TK Aisyiyah se-Kecamatan Klojen belajar memanfaatkan digital marketing sebagai strategi memperkuat citra dan memperkenalkan keunggulan sekolah kepada masyarakat di tengah perubahan cara orang tua mencari informasi pendidikan.
Tagar.co – Di era ketika orang tua mencari sekolah lewat gawai, kemampuan mengelola citra lembaga di ruang digital menjadi kebutuhan baru bagi sekolah. Menyadari perubahan itu, para kepala sekolah dan guru TK Aisyiyah se-Kecamatan Klojen mengikuti pelatihan “Branding dan Promosi Sekolah melalui Digital Marketing”.
Kegiatan yang diselenggarakan Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, 21 Februari 2026, ini menghadirkan narasumber Rizka Silvia, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, yang dikenal memiliki pengalaman praktik baik dalam pengelolaan branding sekolah.
Dalam paparannya, Rizka menegaskan bahwa digital marketing kini telah menjadi kebutuhan dasar bagi lembaga pendidikan. Perubahan perilaku masyarakat, terutama orang tua generasi muda, membuat cara memilih sekolah ikut berubah.
“Orang tua sekarang adalah digital native. Mereka mencari informasi sekolah melalui media sosial, ulasan, hingga video pendek. Mereka mencari sekolah lewat gawai, bukan lagi dari brosur,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah perlu menghadirkan konten yang autentik, humanis, dan konsisten agar identitas lembaga dapat dikenal lebih dekat oleh masyarakat. Digital branding, kata Rizka, bukan sekadar membuat unggahan promosi.
“Sekolah bagus kalau tidak ‘berisik’ di media sosial itu seperti menyimpan mutiara di sumur gelap. Saatnya kita menyalakan lampunya,” tuturnya.
Ia juga mencontohkan bagaimana aktivitas harian siswa di sekolah sebenarnya dapat menjadi bahan cerita inspiratif yang menarik bagi masyarakat. Ketika dikemas dengan baik, cerita-cerita kecil tersebut dapat membangun kepercayaan orang tua terhadap sekolah.
Agenda Strategis
Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Klojen, Ani Saidah, mengapresiasi antusiasme para peserta dalam mengikuti pelatihan ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting agar TK Aisyiyah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“TK Aisyiyah harus hadir di hati masyarakat, bukan hanya melalui mutu pendidikan, tetapi juga melalui komunikasi digital yang baik. Guru-guru memiliki peran besar sebagai penyampai praktik baik sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis PAUD Dasmen Cabang Aisyiyah Klojen, Lya Sofiana, menegaskan bahwa penguatan kompetensi digital bagi pendidik merupakan agenda strategis jangka panjang.
“Kami ingin setiap sekolah di lingkungan Aisyiyah, khususnya di Klojen, mampu menampilkan identitasnya secara profesional. Digital marketing bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar sekolah tetap dipercaya masyarakat,” ungkapnya.
Pelatihan yang digelar di Gedung Dakwah Aisyiyah Klojen ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata dalam pola komunikasi sekolah. Mulai dari pengelolaan media sosial yang lebih profesional, pembuatan konten yang konsisten, hingga pemanfaatan testimoni orang tua sebagai bagian dari strategi promosi sekolah.
Dengan semangat kolaborasi, para guru TK Aisyiyah Klojen berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, transparan, dan semakin dekat dengan masyarakat. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












