Feature

UMM dan Aisyiyah Paciran Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan

×

UMM dan Aisyiyah Paciran Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan

Sebarkan artikel ini
Dr. R. Iqbal Robbie, M.M. Saat menyampaikan materi Digital Marketing, didampingin Dr. Hj. Erly Juli Yani, S. E., M.M. yang bertindak sebagai moderator, Selasa (27/1/2026) (Tagar. co/Sri Asian)

Pelatihan digital marketing menjadi pintu masuk penguatan UMKM ’Aisyiyah Paciran melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Universitas Muhammadiyah Malang.

Tagar.co – Hujan deras yang sejak pagi mengguyur Desa Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026), tak menyurutkan semangat para ibu Aisyiyah untuk belajar dan berdaya.

Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, mereka tetap melangkah menghadiri kegiatan Program Pengabdian Masyarakat Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang yang digelar di SMP Muhammadiyah 12 (Spemudas) Sendangagung.

Baca juga: Semangat Saudagar Aisyiyah Lamongan Menyala di Kelas Digital Marketing

Sejak pagi, hujan membasahi halaman dan jalan menuju lokasi kegiatan. Namun satu per satu peserta tetap berdatangan. Sebagian mengenakan mantel hujan, sebagian lain berteduh di balik payung seadanya. Raut lelah akibat perjalanan basah itu segera berganti antusiasme ketika kegiatan dimulai. Inilah potret semangat belajar yang menjadi ruh utama pengabdian masyarakat UMM.

Peserta kegiatan berasal dari 18 Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Cabang Paciran. Mereka merupakan anggota Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Aisyiyah yang selama ini aktif mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  Desa Digital, UMKM Wiyurejo Makin Dikenal

Di depan ruang verifikasi tempat acara berlangsung, suasana tampak semarak. Sejumlah pelaku UMKM membuka lapak yang difasilitasi oleh PRA Sendangagung selaku tuan rumah. Aneka produk tersaji rapi di atas meja: kue Lebaran, keripik, hingga kerupuk khas pantura dengan kemasan menarik.

Kehadiran PCA Paciran beserta jajaran, termasuk tim pengabdian masyarakat UMM, membuat stan-stan UMKM itu kian ramai. Tak sedikit produk yang akhirnya diborong sebagai bentuk dukungan nyata.

Koordinator Bidang Perekonomian PCA Paciran, Mar’atus Sholehah, S.Ag., mengucapkan terima kasih atas apresiasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa produk UMKM ’Aisyiyah Paciran sangat beragam dan berkualitas, sehingga layak dijadikan oleh-oleh khas daerah.

PCA Paciran dan tim Pengabdian Masyarakat UMM, berada di deretan paling depan, berpose bersama dengan para undangan dalam acara pelatihan Digital Marketing di ruang verifikasi Spemudas Sendangagung Paciran Lamongan, Selasa(27/1/2026) (Tagar. co/Istimewa)

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMM, Dr. Nurul Asfiyah, M.M., menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan di Paciran.

“Kapan pun kegiatan pengabdian masyarakat UMM untuk ibu-ibu ’\Aisyiyah di PCA Paciran ini akan terus saya kawal,” ujarnya. Dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif, ia memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan peserta.

Baca Juga:  Paradoks Keberagamaan: Ibadah Ramai, Moral Sosial Melemah

Materi utama disampaikan oleh Dr. R. Iqbal Robbie, M.M., yang membawakan tema pemasaran digital. Ia mengulas secara aplikatif mulai dari pengenalan digital marketing, pemanfaatan media sosial, hingga strategi sederhana agar produk UMKM mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Diskusi dipandu oleh moderator Dr. Hj. Erly Juli Yani, S.E., M.M. Suasana kelas berlangsung hidup. Para peserta aktif bertanya, berbagi pengalaman usaha, sekaligus mengemukakan tantangan yang mereka hadapi dalam memasarkan produk di era digital.

Di luar, hujan masih turun tanpa jeda. Namun di dalam ruang belajar, kehangatan justru terasa. Ada semangat, ada harapan, dan ada keyakinan untuk terus tumbuh bersama.

Ketua PCA Paciran, Dra. Umu Hanik, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi perempuan. Ia berharap jalinan silaturahim dan kerja sama ini terus terawat secara harmonis dan berkelanjutan.

Bagi ibu-ibu ’Aisyiyah, kegiatan pengabdian masyarakat ini bukan sekadar pelatihan. Ia menjadi bekal penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat. Di tengah derasnya hujan, tumbuh keyakinan baru: belajar, berdaya, dan bertumbuh tak pernah mengenal cuaca. (#)

Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni

Baca Juga:  Bakti Sosial Menjelang Ramadan, Aisyiyah Sendangagung Tebar 132 Paket Sembako