
Kick off Journalism Fellowship on CSR 2025 digelar di kawasan Tower Bersama Group – Cibodas Tangerang. Media merupakan salah satu stakeholder TBG menuju Good Corporate Governance (GCG)
Tagar.co – Matahari bersinar cerah di atas langit Kota Tangerang Banten, setelah semalam diguyur hujan deras, Jumat (29/8/2025). Usai salat Jumat di Masjid Tower Bersama Group – Cibodas Tangerang, saatnya menikmati jamuan makan siang oleh TBG.
Peserta Kick off Journalism Fellowship on CSR 2025 bersiap untuk memulai acara. Mengawali kegiatan dengan berdoa menurut agama masing-masing, kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Baca juga: Sugiran, Jurnalis Tagar.co Lolos Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch 2
Journalism Fellowship on CSR 2025 merupakan kolaborasi antara Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dengan Tower Bersama Group (TBIG). Chief of Business Support Officer TBIG Lie Si An dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya karena semua bisa hadir, baik secara offline maupun online di acara Kick off Journalism Fellowship on CSR 2025 batch kedua.
“Sangat senang sekali teman-teman jurnalis sudah hadir di sini dari beberapa daerah. Acara ini memang rutin kita lakukan. Saya ngomong rutin karena saya pun juga ingin ini terus berlanjut. Saya melihat dari pelaksanaan pertama juga sangat berkesan sekali. Saya melihat banyak manfaat yang bisa diperoleh. Baik untuk teman-teman jurnalis maupun untuk Tower Bersama Group,” ujarnya sambil tersenyum ramah.
Menurutnya, TBG juga merasakan manfaatnya. Dalam arti manfaatnya yang kami dapatkan adalah masukan-masukan atau ide. Dan kami merasa mendapatkan support, apa yang sudah dilakukan selama ini. Mendapatkan masukkan apakah ini sudah on track, mungkin perlu dikembangkan lagi.
“Pada pelaksanaan JFC Batch 2 ini, kami mengharapkan hal yang sama. Di sini juga hadir para alumni. Jadi bisa melihat, apa yang sudah dilakukan TBG ini adalah sebuah komitmen dalam ajang yang kami lakukan dari 10 tahun yang lalu. Kami pun akan terus lakukan ini. Dengan niat yang baik, dengan sebuah komitmen untuk TBG bisa bermanfaat buat masyarakat dan bangsa,” ungkap Pak Si An – panggilan akrabnya.
Manfaat untuk Masyarakat dan Bangsa
Kesadaran filosofis dari CSR yang sudah dilakukan oleh TBG adalah Bersama untuk Indonesia. Semua program yang kami jalankan ini kami harapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kami merasa tidak bisa menjawab semua permasalahan yang ada di masyarakat dan bangsa, tetapi minimal kami ada sesuatu yang bisa kami lakukan untuk masyarakat dan bangsa.
“Kami harapkan yang sudah kami lakukan juga bisa menginspirasi perusahaan lain. Menginspirasi teman-teman jurnalis juga, karena CSR yang dilakukan ini semuanya masih berkaitan dengan manusia atau people. Dan di situ pasti ada nilai-nilai kemanusiaan yang mendasari semua,” jelasnya.
Dia memaparkan, visi dari CSR TBG adalah membangun nilai bersama melalui kontribusi sosial dan lingkungan. Jadi yang kami lakukan tidak hanya terkait dengan sosial, tetapi kami juga memperhatikan hal yang terkait dengan lingkungan.

Empat Pilar CSR
Sebagai gambaran, sambungnya, CSR TBG ada empat pilar. Ada dasar atau framework yang mengacu pada ISO26000 dan SDGs. Empat pilar itu, pertama terkait dengan kesehatan, yang kita sebut Bangun Sehat Bersama. Program kedua Bangun Cerdas Bersama. Ketiga adalah Bangun Budaya Bersama. Dan terakhir adalah Bangun Hijau Bersama.
“⁹Tapi kalau dilihat semua ini, ujung-ujungnya sebenarnya hanya satu, adalah terkait dengan edukasi. Bagaimana kegiatan yang kami lakukan ini adalah satu, melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan kesehatan. Jadi selain bantuan, sebenarnya yang bisa ditarik benang merahnya adalah mengedukasi masyarakat.
Bangun Cerdas Bersama itu jelas terkait dengan edukasi. Tapi ada beberapa program yang kami lakukan. Di Bangun Budaya Bersama, ini masih terkait dengan edukasi juga. Meski kita bicaranya budaya, tetapi di sini ada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tentunya di situ kita masukkan edukasi.
“Terakhir Bangun Hijau Bersama. Ini adalah terkait dengan lingkungan, yang saat ini programnya adalah pengolahan limbah plastik. Pelaksana program ini semua sadar, jangan hanya memperhatikan masalah bantuan, ataupun terkait dengan kesehatan. Tetapi lingkungan yang berisisan dengan kita juga perlu diperhatikan,” tegasnya.
“Prinsip inti dari semua pilar adalah ada prinsip yang melandasi. Dan semua berbasis pada ISO26000. Kualitasnya kita ikuti semua. Tidak hanya sekadar menjalankan, tapi juga kami melihat dampaknya. Seperti apa yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Terkait dengan bisnis modelnya, pertama adalah pelibatan stakeholder. Jadi kami juga sadar bahwa stakeholder itu adalah bagian yang perlu kami libatkan. Supaya program CSR ini tidak hanya berjalan satu arah dari perusahaan tapi juga didukung oleh stakeholder. Dan kami mengajak stakeholder bisa paham dan memberikan masukan CSR yang sudah kami lakukan seperti apa.
“Contohnya seperti saat ini kita mengadakan acara JFC Batch 2. Salah satu stakeholder kami adalah media. Jurnalis adalah salah satu stakeholder kami, selain ada pemegang saham, karyawan, pemerintah, dan customer. Dalam maping kami, media adalah stakeholder kami yang perlu mengetahui, CSR yang kami lakukan seperti apa. Sehingga bisa menjadi sebuah masukan untuk kami menjalankan Good Corporate Governance (GCG) dengan baik,” urainya. (#)
Jurnalis Sugiran.












