FeatureTelaah

Kecanduan pada Allah: Mengubah Adiksi Dunia Menjadi Cinta Ilahi

32
×

Kecanduan pada Allah: Mengubah Adiksi Dunia Menjadi Cinta Ilahi

Sebarkan artikel ini
Dai Segudang Parikan Ustaz Soedjono dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Menganti Gresik, 3 November 2024 (Tagar.co/Amirul Mukminin)

Nang Banyuurip tuku asem karo bayem
jangan lodeh tukue nang Benowo
Supaya uripmu bisa tentrem lan ayem
pasrahno kabeh marang Gusti Allah

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Hidup ini seringkali menjerumuskan kita pada adiksi duniawi: harta, jabatan, bahkan pujian manusia. Semua itu hanya singgah sebentar dan bisa membuat hati resah jika tak dikendalikan. Maka, mari kita alihkan adiksi itu pada satu yang hakiki: adiksi kepada Ilahi.

Dalam salat, Rasulullah Saw. mengajarkan doa agung yang dibaca saat duduk di antara dua sujud (doa iftirasy):

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, tunjukilah aku, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah aku.”

Baca juga: Tameng Spiritual Menghadapi Tekanan Hidup

Doa ini begitu lengkap, mencakup kebutuhan jasmani dan rohani, dunia sekaligus akhirat. Membacanya dengan penuh penghayatan adalah wujud kepasrahan seorang hamba yang sedang memohon langsung pada Rabb-nya.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Pasrahkan Hidup pada Allah

Dunia hanyalah persinggahan. Sementara akhirat adalah kampung abadi tempat kita kembali. Maka, serahkan segala urusan kepada Allah agar langkah kita ringan dan hati tak mudah runtuh oleh cobaan.

Allah menguatkan kita dengan firman-Nya:

“Hasbunallaahu wani‘mal wakiil.”
Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung.

Bangun Malam, Bangun Jiwa

Mari jangan biarkan malam berlalu hanya untuk tidur panjang. Sisihkan sejenak waktu untuk shalat tahajud. Di keheningan malam, doa lebih mudah menembus langit, jiwa menjadi tenang, dan hati penuh cahaya.

Tahajud adalah bukti bahwa kita bukan sekadar adiksi pada dunia, melainkan sungguh adiksi pada cinta Ilahi.