
Numpak sepur nggawa acar karo coklat,
supaya iso mangan lan ora akeh njajane.
Ayo, dulur, lakonono sabar lan salat,
sebab saben cobaan mesthi ana hikmahe.
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Dalam perjalanan hidup, tidak ada seorang pun yang lepas dari ujian. Sebab hidup memang tak selalu manis, tetapi justru di situlah Allah menanamkan hikmah yang memperkuat hati.
Allah Swt. berfirman:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sungguh ia telah diberi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakal yang dapat mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 269)
Ayat ini mengajarkan bahwa cobaan bukan tanda kelemahan, melainkan ruang bagi kita untuk menemukan karunia tersembunyi.
Baca juga: Tak Perlu Khawatir, Allah Tahu Seberapa Kuat Kita
Sejatinya, setiap langkah hidup adalah rangkaian pelajaran yang Allah sisipkan dengan penuh kasih. Ada saat ketika hati terasa sesak, seakan hujan tak kunjung reda. Namun justru pada titik itu, Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih indah.
Seperti pelangi yang muncul setelah hujan, begitu pula hikmah hadir setelah air mata. Allah menanamkan senyum di balik duka, jawaban di balik doa, dan kekuatan di balik kelemahan.
Maka mari kita tundukkan hati, membuka diri atas setiap pelajaran yang Allah titipkan, dan mendekat kepada-Nya dengan penuh harap. Di tengah sunyi dan letih perjalanan hidup, mari kita serahkan segala kegelisahan kepada Zat Yang Maha Menguatkan.
“Allah memberi pelangi pada setiap hujan, memberi senyum pada setiap air mata, memberi hikmah pada setiap cobaan, dan memberi jawaban pada setiap doa. Maka kabulkanlah, ya Allah, doa dan harapan kami. Amin.”
Di saat malam sunyi, ketika dunia meredup dan hati sedang mencari pegangan, Tahajud menjadi ruang terdekat untuk menyandarkan diri.
Monggo, para sahabat, mari bersama-sama menjaga salat Tahajud, memohon pelangi di tengah hujan kehidupan, dan menjemput hikmah yang Allah titipkan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni











