
Jangan lodeh manisan dikeki acar,
jange digawa lungo nang Benowo.
Supaya kabeh urusan dadi lancar,
ojo lali donga marang Gusti Allah.
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd., Penulis buku Dakwah Merakyat lewat Parikan, info buku +62 815-5208-891
Tagar.co – Dalam setiap langkah kehidupan, kita sering menghadapi perkara yang terasa berat: keputusan yang membingungkan, pekerjaan yang menumpuk, atau hati yang tiba-tiba terasa sesak tanpa alasan.
Pada saat-saat seperti itulah kita diingatkan untuk kembali kepada Allah dengan penuh harap dan tawakal.
Baca juga: Pelangi setelah Hujan: Ada Hikmah di setiap Cobaan
Allah Swt. mengabadikan doa mulia Nabi Musa As. ketika beliau memohon kekuatan sebelum menjalankan amanah besar:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي
يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku.” (Thaha: 25–28).
Ayat ini mengajarkan tiga kunci ketenangan hidup:
- Kelapangan dada — agar hati tetap tenang menghadapi ujian.
- Kemudahan urusan — karena hanya Allah yang mampu melancarkan segala ikhtiar.
- Kejernihan tutur — agar kebaikan dapat disampaikan dan diterima dengan baik.
Maka marilah kita memanjatkan doa: “Ya Allah, Rabb kami, karuniakanlah akhir yang baik dalam setiap urusan kami. Mudahkan langkah kami, kuatkan hati kami, dan jauhkan dari segala kesulitan yang melemahkan. Amin.”
Dan pada waktu yang paling dekat dengan rahmat-Nya—di sepertiga malam saat dunia sunyi—kita diundang untuk mengetuk pintu langit melalui ibadah yang penuh kemuliaan:
Monggo nderekaken salat tahajud. Semoga Allah Swt. memudahkan segala urusan panjenengan sedoyo, melapangkan jalan kebaikan, dan menguatkan hati dalam setiap langkah. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












