
Nang Banyuurip lewat Pasar Asem
nggolek janganan lan kacang dawa
Supaya urip biso tentrem lan ayem
njaluko perlindungan nang Gusti Allah
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Hidup manusia tidak lepas dari ujian. Ada kalanya hati diliputi kesedihan, pikiran dipenuhi kegelisahan, atau raga dilumpuhkan rasa malas dan kelemahan.
Tidak jarang pula kita merasa tertekan oleh beban hutang maupun perlakuan orang lain yang menindas.
Islam memberi tuntunan agar seorang hamba tidak larut dalam kondisi negatif tersebut.
Rasulullah Saw. mengajarkan sebuah doa yang menjadi tameng spiritual untuk melindungi diri dari berbagai belenggu kehidupan.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari cengkeraman hutang dan penindasan orang lain.”
Doa ini bukan sekadar bacaan lisan, melainkan ikrar hati yang harus disertai usaha nyata. Dengan memperbanyak ibadah malam, istigfar, dan amal saleh, seorang muslim akan semakin kuat menghadapi tantangan.
Maka, mari menjadikan doa ini sebagai pegangan agar hidup senantiasa tenang, tentram, dan berada dalam lindungan Allah Swt. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












