FeatureUtama

Indonesia Tak Punya Presiden di Hari Libur

32
×

Indonesia Tak Punya Presiden di Hari Libur

Sebarkan artikel ini
Indonesia hari ini mengadakan Pilkada serentak. Ada anekdot muncul menyindir perilaku politik para politisi.
Ilustrasi Pilkada 2024

Indonesia hari ini mengadakan Pilkada serentak. Ada anekdot muncul dari netizen menyindir perilaku politik para politisi.

Tagar.co – ”Anak-anak, coba jawab pertanyaan ini: Siapakah presiden Indonesia pada hari Minggu?”

Guru SD pada bingung menerangkan. Ternyata pada hari libur, Indonesia nggak punya presiden.

Cerita itu hanya joke. Dibuat oleh netizen di medsos. Menyindir keputusan Bawaslu atas video Prabowo Subianto yang menganjurkan memilih calon gubernur-wakil gubernur Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen dalam Pilkada Jawa Tengah.

Pasang  Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen didukung partai Gerindra, PAN, PSI, Demokrat, NasDem, PKS, PKB, Golkar, dan PPP. Lawannya cagub Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dari PDIP.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengatakan, video Presiden Prabowo Subianto yang mengajak warga memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin bukan pelanggaran pemilu lantaran pembuatan video dilakukan pada hari libur.

“Ketentuan mengenai cuti kampanye sebagai syarat ikut kampanye tak berlaku karena pembuatan video dilakukan pada Minggu, 3 November 2024 atau pada hari libur,” kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu, Jakarta, kepada wartawan, Rabu (20/11/2024) lalu.

Baca Juga:  Kampus dan Gratifikasi: Benih Korupsi yang Tumbuh dari Hulu Akademik

Menurut dia, presiden dapat ikut dalam kampanye pemilihan. Ia pun menjelaskan video Prabowo ini diunggah di akun Instagram Ahmad Luthfi Official memiliki muatan kampanye. Ia menjelaskan video itu diunggah pada 9 November atau masih dalam tahapan jadwal kampanye.

Dukungan Prabowo Subianto juga diberikan kepada Cagub Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada DKI Jakarta lewat surat untuk warga. Prabowo mengatasnamakan diri sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Dukungan Prabowo kepada salah satu kandidat di Pilkada disayangkan banyak kalangan. Salah satunya Rocky Gerung. Alasannya, Prabowo  adalah seorang Presiden RI 2024-2029.

Menurut dia, Presiden Prabowo tergesa-gesa membuat surat dukungan terhadap Ridwan Kamil. ”Buat apa tuh. Beliau adalah presiden,” kata Rocky.

Semestinya, sambung Rocky, Prabowo tampil di TV mengajak masyarakat memilih kepala daerah sesuai hati nurani.

Rocky beranggapan jika Prabowo dapat melakukan hal itu, maka orang-orang akan memercayai bahwa Pilkada terlaksanakan dengan cara yang beradab.

Jasa Titip

Sementara bekas Presiden Joko Widodo punya cara lain untuk meramaikan Pilkada. Beredar video menampilkan Jokowi titip kepada pemilih untuk memilih calon kepala daerah yang didukungnya.

Baca Juga:  Meruntuhkan Tamak dengan Cukup

Video viral di media sosial memperlihatkan, sejumlah calon kepala daerah dari berbagai kota dan kabupaten seperti Tegal, Kediri, Kupang, Lamongan, hingga Pringsewu mengunjungi Jokowi di Solo.

Setelah itu Jokowi bersama calon pasangan kepala daerah tampil satu per satu sambil berkata ’saya titip’ kepada pemilih di daerah itu untuk memilihnya. Maka muncul sindiran Jokowi membuka usaha jasa titip setelah pensiun dari presiden.

Pilkada 2024 hari Rabu (27/11/2024) ini berlangsung serentak di Indonesia. Namun ada yang membuat prihatin. Menjelang Pilkada ada gubenur yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Kalimantan Selatan dan Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah ditangkap dengan perkara dugaan pungutan untuk Pilkada 2024. “Pungutan ke pegawai untuk pendanaan pilkada,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Di Kalimantan Selatan, Gubernur Sahbirin Noor menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan barang dan jasa untuk proyek. Dia mangkir ketika dipanggil KPK. Malah mengajukan pra peradilan.

Hasilnya diumumkan Selasa (12/11/2024). Hakim menyatakan penetapan tersangka terhadap Sahbirin yang dilakukan KPK tidak sah dan membatalkan penetapan tersangkanya.

Baca Juga:  ICMI Jatim Desak Pemerintah Terbuka soal Mandat Indonesia di Board of Peace

Sehari setelah putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, Sahbirin Noor mengundurkan diri sebagai gubernur Kalimantan Selatan.

Sebelum dua kasus itu mencuat, sudah banyak kepala daerah ditangkap karena korupsi. Ada yang korupsi dana hibah, fee proyek, bahkan pungutan untuk menjadi pegawai negeri. Korupsi itu untuk mengembalikan modal kampaye.

Pertanyaannya, apa manfaat Pilkada yang menghabiskan miliaran rupiah itu buat rakyat? Hampir-hampir tak ada banyak perubahan nasib rakyat.

Pengangguran tetap menganggur. Orang miskin tetap miskin. Bersyukur kalau ada perubahan pelayanan seperti sekolah dan kesehatan ditanggung APBD.

Pilkada digelar supaya orang yang berambisi kekuasaan bisa naik seolah secara demokrasi. Padahal ada kekuatan baru di belakang panggung politik yang disebut partai coklat. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto