
Sebanyak 39 kepala sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo menandatangani dukungan Giswa Muda. Aksi ini menjadi simbol komitmen menanamkan budaya infak sejak dini dan melahirkan generasi yang peduli serta dermawan.
Tagar.co – Suasana Aula Nyi Walidah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mendadak semarak pada Rabu (27/8/2025). Di tengah ruangan berdiri sebuah papan putih besar berlogo Gerakan Infak Siswa Muhammadiyah Sidoarjo (Giswa Muda).
Papan itu menjadi saksi lahirnya komitmen bersama para kepala sekolah Muhammadiyah untuk menghidupkan budaya infak sejak dini.
Sebanyak 39 kepala sekolah dari berbagai jenjang berdiri berbaris rapi. Satu per satu mereka melangkah maju, menorehkan tanda tangan di papan deklarasi.
Puluhan coretan itu memenuhi permukaan papan, seakan menyiratkan tekad bahwa gerakan ini bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju perubahan.
Baca juga: Giswa Muda Diluncurkan, Gaya Sedekah Gen Z: Dari Celengan hingga QRIS
Di antara yang menandatangani, tampak Abdul Muiz Yuvan, Kepala SD Muhammadiyah 2 Waru. Dengan mantap ia menuliskan tanda tangannya.
“Kami ingin anak-anak terbiasa berinfak sejak sekolah dasar. Dengan cara sederhana ini, mereka belajar bahwa berbagi adalah bagian dari hidup sehari-hari,” ungkapnya.
Tepuk tangan pun bergema setiap kali nama baru menorehkan tanda tangan. Suasana kekeluargaan terasa kental. Dukungan kolektif ini memperlihatkan betapa sekolah-sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo kini bergerak dalam satu langkah: menanamkan nilai kebaikan melalui infak.
Bagi Muhammadiyah Sidoarjo, papan penuh tanda tangan itu bukan sekadar hiasan acara. Ia telah menjelma menjadi prasasti komitmen, bukti moral para pendidik untuk melahirkan generasi yang dermawan, peduli, dan siap berbagi. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni












